SELONG – Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) kembali menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan melaksanakan kegiatan penanaman 4.000 bibit mangrove di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kramat Suci, Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, pada Rabu (30/4/2026). Aksi nyata ini merupakan bagian integral dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIW NTB melalui inisiatif "Roots of Energy", yang bertujuan untuk menjaga ekosistem pesisir dan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Kegiatan penanaman mangrove di Desa Sugian ini bukan merupakan kali pertama bagi PLN UIW NTB di wilayah Lombok Timur. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan sebelumnya. Pada Desember 2025, PLN UIW NTB telah menanam sebanyak 1.000 bibit mangrove di Desa Jerowaru, yang juga terletak di pesisir Lombok Timur. Dengan penambahan 4.000 bibit di Desa Sugian, total akumulasi bibit mangrove yang telah ditanam oleh PLN di pesisir Lombok Timur kini mencapai 5.000 bibit. Upaya kolektif ini mencakup rehabilitasi kawasan pesisir seluas 7,46 hektare di Desa Sugian, sebuah langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan daratan.

Kronologi dan Latar Belakang Aksi Lingkungan PLN

Aksi penanaman mangrove ini diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April. Pemilihan waktu ini menegaskan kesadaran PLN akan pentingnya perayaan global tersebut sebagai pengingat bagi seluruh pihak untuk menjaga dan merawat bumi. Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 30 April 2026, yang hanya berselang beberapa hari setelah peringatan Hari Bumi, menunjukkan bahwa komitmen PLN terhadap lingkungan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi terintegrasi dalam kalender kerja dan program-programnya.

Inisiatif "Roots of Energy" yang menjadi payung program TJSL PLN UIW NTB, berfokus pada upaya rehabilitasi lingkungan, khususnya di wilayah pesisir yang rentan terhadap abrasi dan dampak perubahan iklim. Mangrove dipilih sebagai fokus utama karena perannya yang sangat krusial dalam menjaga ekosistem pantai. Akar mangrove yang rimbun mampu menahan sedimentasi, melindungi garis pantai dari terjangan ombak dan gelombang pasang, serta menjadi habitat alami bagi berbagai spesies biota laut. Selain itu, hutan mangrove juga berperan sebagai penyerap karbon dioksida yang efektif, berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim global.

Program penanaman mangrove ini sejalan dengan komitmen PLN dalam melaksanakan mitigasi risiko sosial dan lingkungan. Lebih jauh lagi, inisiatif ini selaras dengan salah satu pilar Pembangunan Nasional, yaitu Asta Cita 6, yang secara spesifik menekankan pentingnya pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Melalui program ini, PLN berupaya membangun harmoni antara aktivitas manusia dan alam, memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan operasional perusahaan tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.

Tujuan Strategis dan Manfaat Lingkungan yang Luas

Program penanaman mangrove yang diinisiasi oleh PLN UIW NTB ini memiliki beberapa tujuan strategis yang terukur dan berdampak luas. Pertama, merehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove dan vegetasi pantai lainnya. Hal ini penting untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan pesisir yang mungkin telah mengalami degradasi akibat aktivitas manusia atau faktor alam.

Kedua, program ini bertujuan untuk mengurangi risiko abrasi serta dampak negatif dari perubahan iklim. Abrasi pantai merupakan ancaman serius bagi masyarakat pesisir, merusak infrastruktur, dan mengikis lahan. Mangrove berfungsi sebagai benteng alami yang efektif dalam menahan abrasi. Ketiga, program ini berupaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan. Melibatkan masyarakat secara langsung dalam penanaman dan perawatan mangrove menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan.

Keempat, inisiatif ini mendukung target lingkungan yang ditetapkan oleh perusahaan dan berkontribusi pada keberlanjutan operasional PLN. Perusahaan energi yang beroperasi di berbagai wilayah, termasuk pesisir, memiliki tanggung jawab untuk meminimalkan jejak lingkungan mereka. Terakhir, program ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya pada target yang berkaitan dengan perlindungan iklim (SDG 13), ekosistem laut (SDG 14), dan ekosistem daratan (SDG 15).

Peringati Hari Bumi 2026, PLN Lakukan Penanaman 4.000 Bibit Mangrove di Desa Sugian

Respons Positif dari Pemangku Kepentingan Lokal

Keberhasilan program seperti ini sangat bergantung pada dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, terutama masyarakat lokal. Kepala Desa Sugian, Lalu Mustiadi, menyambut baik inisiatif PLN UIW NTB. Beliau menyatakan apresiasinya terhadap langkah PLN yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan di wilayahnya.

"Kami menyambut baik kegiatan ini. Penanaman mangrove sangat penting bagi Desa Sugian, terutama dalam menjaga kawasan pesisir agar tetap lestari dan melindungi masyarakat dari ancaman abrasi," ujar Lalu Mustiadi. Pernyataannya mencerminkan pemahaman mendalam masyarakat setempat mengenai manfaat langsung dari keberadaan hutan mangrove bagi keselamatan dan kesejahteraan mereka.

Dukungan serupa juga datang dari Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Pade Angen, Herman. Beliau menekankan krusialnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program jangka panjang. Herman menegaskan kesiapan Pokmaswas untuk berkolaborasi dengan PLN dan memastikan bibit mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik.

"Kami siap berkolaborasi dan memastikan mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata menjaga ekosistem pesisir untuk masa depan," tegas Herman. Komitmen dari kelompok masyarakat seperti Pokmaswas menjadi indikator kuat bahwa program ini memiliki potensi keberlanjutan yang tinggi, karena ekosistem mangrove memerlukan perawatan dan pengawasan berkelanjutan pasca-penanaman.

Pandangan PLN UIW NTB dan Implikasi Jangka Panjang

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, dalam kesempatan terpisah, menegaskan kembali filosofi di balik program-program lingkungan PLN. Beliau menekankan bahwa momentum Hari Bumi seharusnya menjadi pengingat kolektif bagi semua pihak untuk senantiasa menjaga keseimbangan alam.

"Melalui program Penanaman Mangrove, PLN berupaya membangun harmoni antara manusia dan alam. Penanaman mangrove ini tidak hanya berdampak pada perlindungan pesisir dari abrasi, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan," ujar Sri Heny Purwanti. Pernyataannya menggarisbawahi visi PLN sebagai agen perubahan yang tidak hanya menyediakan energi, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan generasi mendatang.

Dampak jangka panjang dari program penanaman mangrove ini sangat signifikan. Selain manfaat ekologis berupa perlindungan pantai, peningkatan kualitas air, dan penyediaan habitat bagi keanekaragaman hayati, program ini juga memiliki potensi dampak ekonomi dan sosial. Kawasan pesisir yang lestari dapat mendukung sektor perikanan tangkap dan budidaya, pariwisata berbasis ekologi, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

Melalui kolaborasi erat antara PLN UIW NTB dan masyarakat Desa Sugian, program ini diharapkan mampu mewujudkan kawasan pesisir yang lebih tangguh terhadap bencana, lebih bersih dari polusi, dan lebih produktif secara ekologis. Ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan lingkungan global dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Program "Roots of Energy" PLN UIW NTB di Lombok Timur ini adalah salah satu contoh bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat komprehensif bagi alam dan manusia.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *