SAMBELIA, NTB – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2 (2 x 50 MW) di Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi sorotan utama dalam agenda kunjungan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), RDW. Manurung, pada Kamis, 11 Juni 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian awal RDW. Manurung dalam mengemban amanah barunya, dengan fokus utama memastikan kelancaran dan ketepatan waktu penyelesaian proyek-proyek strategis ketenagalistrikan di wilayah Nusa Tenggara. Didampingi oleh Manager Unit Pelaksana Proyek (MUPP) Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, RDW. Manurung secara langsung meninjau berbagai fasilitas vital PLTU Lombok FTP-2. Tinjauan meliputi Main Power House yang menjadi jantung operasional pembangkit, Central Control Room (CCR) yang merupakan pusat kendali utama, hingga Jetty atau dermaga khusus yang akan digunakan untuk keperluan operasional dan logistik pembangkit. Langkah ini menegaskan komitmen PLN untuk terus meningkatkan keandalan pasokan listrik di NTB dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Fokus pada Tahap Kritis: Commissioning Unit 1 Dalam pertemuan yang berlangsung di lokasi proyek, Yogi Yohannes Siburian memaparkan secara rinci perkembangan terkini pembangunan PLTU Lombok FTP-2, termasuk capaian milestone krusial yang telah berhasil diraih selama fase konstruksi. Fokus utama saat ini, menurut Yogi, adalah penyelesaian konstruksi dan tahapan commissioning untuk Unit 1. "Saat ini kami fokus pada penyelesaian konstruksi dan tahapan commissioning Unit 1 agar target operasi komersial dapat tercapai sesuai rencana," ungkap Yogi. Ia melanjutkan penjelasannya mengenai keberhasilan pengujian Safety Valve Test atau Popping Test yang baru saja dilaksanakan pada Unit 1. Pengujian ini merupakan salah satu tahapan paling penting dalam proses commissioning, yang bertujuan untuk memastikan bahwa sistem proteksi tekanan pada boiler dapat berfungsi secara otomatis sesuai dengan standar keselamatan internasional dan desain operasional yang telah ditetapkan. Keberhasilan pengujian ini menjadi indikator positif bahwa pembangkit telah siap untuk melangkah ke tahapan berikutnya, yaitu sinkronisasi sistem dengan jaringan listrik yang ada dan akhirnya mencapai operasi komersial. Kebutuhan Mendesak dan Komitmen Percepatan Pembangunan Menanggapi laporan perkembangan yang positif tersebut, RDW. Manurung menekankan kembali urgensi kehadiran PLTU Lombok FTP-2 dalam memperkuat sistem kelistrikan Pulau Lombok. Pertumbuhan kebutuhan energi di Pulau Lombok yang terus meningkat membuat pasokan listrik tambahan dari pembangkit ini sangat krusial. "Kondisi sistem kelistrikan Lombok saat ini sangat membutuhkan tambahan pasokan dari PLTU ini. Saya senang mendengar bahwa proyek sudah mendekati tahap sinkronisasi," ujar Manurung. Ia menambahkan bahwa dengan kekompakan dan solidaritas tim di lapangan, berbagai tantangan yang mungkin muncul dapat dihadapi dan diselesaikan. Manurung juga menegaskan pentingnya koordinasi yang solid antar unit kerja dan pengawasan yang ketat di setiap tahapan proyek. "Apa pun kendala yang muncul di lapangan, mari kita cari solusi terbaik bersama. Harapan saya, pelaksanaan proyek ini terus dimonitor secara ketat dan dikoordinasikan dengan baik agar progresnya semakin cepat dan target operasi dapat tercapai," tegasnya. RDW Manurung berharap Unit 1 PLTU Lombok FTP-2 dapat segera beroperasi dan berkontribusi signifikan terhadap sistem kelistrikan Lombok. Setelah berhasil tersinkronisasi, pembangkit ini diharapkan mampu beroperasi secara andal untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, sektor bisnis, hingga industri di seluruh wilayah NTB. PLTU Lombok FTP-2: Tulang Punggung Kelistrikan Lombok PLTU Lombok FTP-2 di Sambelia dirancang sebagai pembangkit baseload, yang berarti pembangkit ini akan beroperasi secara terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan daya dasar. Pembangkit ini diharapkan menjadi salah satu tulang punggung utama sistem kelistrikan Lombok, memberikan stabilitas pasokan yang kokoh. Dengan kapasitas total 2 x 50 MW, atau setara dengan 100 MW, pembangkit ini akan secara signifikan meningkatkan keandalan pasokan listrik di NTB. Peningkatan keandalan ini sangat penting untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan, serta menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi yang lebih kondusif di Nusa Tenggara Barat. Kontekstualisasi: Rangkaian Pengawalan Infrastruktur Ketenagalistrikan Kunjungan RDW. Manurung ke PLTU Lombok FTP-2 merupakan bagian dari rangkaian agenda intensifnya sejak resmi mengemban jabatan General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra. Sebelumnya, telah dilaksanakan serah terima jabatan General Manager dari Rizki Aftarianto kepada RDW. Manurung. Sebagai bentuk komitmen awal dalam mengawal percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Nusa Tenggara, RDW. Manurung juga telah melakukan kunjungan lapangan ke proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Mataram-Mantang. Kunjungan ini dilakukan tak lama setelah acara pisah sambut, menunjukkan prioritas tinggi yang diberikan pada proyek-proyek strategis PLN. Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap proyek berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, guna memperkuat keandalan sistem kelistrikan dan secara paralel mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Peran Strategis PLTU dalam Pembangunan NTB Keberadaan PLTU Lombok FTP-2 tidak hanya sekadar menambah kapasitas daya listrik, tetapi juga memiliki implikasi yang lebih luas bagi pembangunan di NTB. Ketersediaan listrik yang andal dan memadai merupakan salah satu prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi. Sektor industri, pariwisata, dan UMKM sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil untuk operasional mereka. Dengan beroperasinya PLTU ini, investor akan lebih percaya diri untuk menanamkan modalnya di NTB, karena salah satu kebutuhan dasar operasional mereka telah terpenuhi. Selain itu, peningkatan keandalan sistem kelistrikan juga akan mengurangi potensi pemadaman listrik yang dapat merugikan aktivitas perekonomian dan sosial masyarakat. Dalam jangka panjang, hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan daerah. Tantangan dan Antisipasi di Masa Depan Meskipun progres pembangunan PLTU Lombok FTP-2 menunjukkan hasil yang positif, PLN UIP Nusra tetap menyadari adanya potensi tantangan yang mungkin timbul di masa mendatang. Faktor cuaca ekstrem, kendala logistik, serta dinamika sosial di sekitar lokasi proyek adalah beberapa hal yang perlu terus diantisipasi. Namun, dengan pengalaman yang dimiliki PLN dalam mengelola proyek-proyek berskala besar, serta komitmen yang kuat dari jajaran manajemen dan tim pelaksana, diharapkan semua tantangan tersebut dapat dihadapi dengan solusi yang efektif dan efisien. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat setempat, dan seluruh pemangku kepentingan akan menjadi kunci penting dalam memastikan kelancaran operasional PLTU Lombok FTP-2 dan kontribusinya terhadap pembangunan NTB secara berkelanjutan. Transparansi dalam setiap tahapan proyek dan komunikasi yang terbuka akan terus dijaga untuk membangun kepercayaan publik. Kesimpulan Awal Kunjungan General Manager PLN UIP Nusra, RDW. Manurung, ke PLTU Lombok FTP-2 menegaskan komitmen kuat PLN dalam memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan di Nusa Tenggara. Progres pembangunan yang positif, terutama pada tahap commissioning Unit 1, memberikan optimisme bahwa pembangkit berkapasitas 100 MW ini akan segera beroperasi dan menjadi tulang punggung kelistrikan Lombok. Keberhasilan proyek ini tidak hanya akan meningkatkan keandalan pasokan listrik, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di NTB. Dengan fokus pada penyelesaian tepat waktu dan koordinasi yang solid, PLN siap menghadapi tantangan demi mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Post navigation Bank NTB Syariah dan Easybook Perkuat Digitalisasi Pembayaran di Pelabuhan Senggigi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) FTP-2 Lombok Capai Titik Krusial Menuju Sinkronisasi Perdana