Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Mataram secara resmi memulai langkah strategis untuk menghadapi kontestasi politik tahun 2029. Dalam momentum pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Mataram periode 2026–2031 yang berlangsung di Hotel Lombok Raya pada Sabtu (4/7), partai berlambang Ka’bah tersebut menegaskan komitmen untuk melakukan konsolidasi internal secara masif. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk memenangkan pemilihan legislatif (Pileg) serta mengusung Ketua DPW PPP Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H Muzihir, sebagai calon Wali Kota Mataram pada Pilkada mendatang. Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PPP, H Mardiono, ini menjadi penanda dimulainya babak baru kepengurusan partai di tingkat kota. Zia Urrahman, yang didapuk sebagai Ketua DPC PPP Kota Mataram, kini memikul tanggung jawab besar untuk mengarahkan mesin partai agar lebih efektif dalam menjangkau akar rumput. Dalam struktur kepengurusan baru ini, Zia akan didampingi oleh Muhammad Al Hariri sebagai Sekretaris dan Herman Fanani sebagai Bendahara. Konsolidasi Internal dan Rekonsiliasi Pasca-PTUN Momentum pelantikan ini dipandang sebagai titik balik penting bagi PPP, terutama setelah melewati fase dinamika internal yang sempat memicu perpecahan. Kemenangan PPP melalui putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menjadi dasar bagi kepengurusan baru untuk melakukan rekonsiliasi total. Zia Urrahman menekankan bahwa tidak ada lagi ruang untuk sekat-sekat perbedaan di dalam tubuh partai. "Kemenangan melalui putusan PTUN harus menjadi momentum bagi seluruh kader untuk mengakhiri segala bentuk perbedaan. Saatnya kita bersatu, memperkuat organisasi hingga ke tingkat akar rumput, mengedepankan persaudaraan, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok," tegas Zia dalam pidatonya pasca-pelantikan. Langkah rekonsiliasi ini dianggap krusial mengingat tantangan elektoral di Kota Mataram yang semakin kompetitif. Dengan menyatukan kembali barisan, PPP berupaya membangun kekuatan yang solid untuk menghadapi siklus pemilu 2029. Strategi "Fokus Menangi Hati Rakyat" menjadi jargon utama yang diusung oleh kepengurusan Zia Urrahman untuk memastikan kehadiran partai dirasakan langsung oleh masyarakat. Ambisi Politik: Target Tujuh Kursi DPRD Kota Mataram Salah satu target paling ambisius yang dipasang oleh DPC PPP Kota Mataram adalah peningkatan jumlah perolehan kursi di DPRD. Pada Pemilu 2024 lalu, PPP berhasil mencatatkan pencapaian positif dengan meraih lima kursi di DPRD Kota Mataram, sebuah kenaikan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Kini, untuk Pemilu 2029, partai tersebut membidik total tujuh kursi. Target ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah hitungan matematis yang didasarkan pada pemetaan kekuatan di setiap kecamatan dan kelurahan. Zia menjelaskan bahwa target tersebut bersifat realistis dengan memperhatikan struktur partai yang semakin solid serta keberadaan kader-kader senior yang memiliki basis massa kuat. "Kami tidak ingin berkhayal. Target tujuh kursi pada 2029 kami susun berdasarkan hitungan yang realistis. Kami memiliki strategi, struktur partai yang semakin solid, serta kader-kader senior di seluruh kecamatan. Insyaallah target itu bisa kami capai dengan kerja keras dan kebersamaan," ungkapnya. Implikasi dari pencapaian target tujuh kursi ini sangat strategis. Jika berhasil direalisasikan, PPP akan memiliki posisi tawar yang jauh lebih tinggi di parlemen, yang nantinya akan membuka peluang lebar bagi partai untuk memperebutkan kursi Ketua DPRD Kota Mataram. Hal ini sekaligus menjadi prasyarat untuk memperkuat dukungan politik bagi pencalonan H Muzihir sebagai Wali Kota Mataram. Sosok H Muzihir: Calon Wali Kota dan Kekuatan Senioritas H Muzihir, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPW PPP NTB sekaligus Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB dari daerah pemilihan (dapil) Kota Mataram, menjadi sosok sentral dalam visi politik PPP ke depan. Meskipun Pilkada 2029 masih berjarak empat tahun, nama Muzihir sudah mulai disosialisasikan secara masif di berbagai lingkungan di Kota Mataram. Dukungan terhadap Muzihir bukan tanpa alasan. Sebagai politisi senior yang telah lama berkecimpung di legislatif, Muzihir dianggap memiliki rekam jejak yang mumpuni serta pemahaman mendalam mengenai problematika Kota Mataram. Kehadirannya di kursi Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB memberikan legitimasi politik yang kuat bagi PPP untuk mendorongnya maju ke level eksekutif. Sekretaris DPC PPP Kota Mataram, Muhammad Al Hariri, menegaskan bahwa kekompakan kader dalam mengusung Muzihir merupakan harga mati. "Kami lebih awal menyuarakan untuk calon Wali Kota Mataram. Kami akan siap memenangkan Ketua DPW, H Muzihir," ujarnya. Analisis Implikasi Strategis Pemilu 2029 Keputusan PPP untuk "tancap gas" jauh sebelum tahapan pemilu dimulai menunjukkan perubahan gaya komunikasi politik yang lebih proaktif. Dalam konteks politik lokal di Kota Mataram, inisiatif ini memiliki beberapa implikasi penting: Penguasaan Narasi Publik: Dengan memulai kampanye atau sosialisasi jauh hari, PPP mencoba menguasai narasi publik agar nama H Muzihir melekat kuat di benak pemilih sebelum kandidat lain mulai bergerak. Uji Kekuatan Mesin Partai: Pelantikan pengurus DPC yang dilakukan secara serentak di NTB dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP, H Mardiono, menunjukkan bahwa PPP sedang melakukan restrukturisasi besar-besaran untuk memastikan mesin partai tidak mengalami hambatan birokrasi saat turun ke lapangan. Tantangan Koalisi: Target tujuh kursi di DPRD adalah ambisi besar. Namun, realitas politik di Kota Mataram menunjukkan bahwa tidak ada satu partai pun yang dominan secara absolut. Oleh karena itu, keberhasilan PPP dalam mencapai target ini akan sangat bergantung pada kemampuan mereka membangun koalisi yang inklusif dengan partai lain, mengingat syarat untuk mengusung calon wali kota memerlukan dukungan minimal dari partai atau gabungan partai politik. Tantangan ke Depan Meskipun optimisme terlihat tinggi, tantangan yang dihadapi PPP ke depan tidaklah ringan. Dinamika pemilih milenial dan Gen Z yang mendominasi populasi pemilih di Kota Mataram menuntut pendekatan politik yang berbeda dari cara-cara konvensional. PPP perlu mengintegrasikan strategi "akar rumput" dengan pendekatan digital yang kreatif agar pesan-pesan partai dapat menjangkau kelompok pemilih muda. Selain itu, keberhasilan konsolidasi internal harus diuji dengan bagaimana kepengurusan DPC Kota Mataram mampu merangkul kembali kader-kader yang sempat berseberangan selama konflik internal. Persatuan bukan hanya soal formalitas organisasi, melainkan tentang menyatukan kembali energi dan basis massa yang sempat tercerai. Kesimpulan Pelantikan pengurus DPC PPP Kota Mataram periode 2026-2031 bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Ini adalah deklarasi kesiapan partai dalam mengarungi siklus pemilu 2029 dengan target yang sangat jelas. Melalui penguatan struktur organisasi, rekonsiliasi internal, dan target kursi legislatif yang ambisius, PPP Kota Mataram sedang membangun fondasi bagi pencalonan H Muzihir. Masyarakat Kota Mataram kini menanti langkah konkret dari kepengurusan baru ini dalam merealisasikan program-program kerakyatan. Keberhasilan PPP dalam menjaga momentum ini akan sangat bergantung pada konsistensi mereka dalam bekerja di tengah masyarakat serta kemampuan mereka dalam menavigasi dinamika politik yang terus berubah hingga tahun 2029 mendatang. Dengan semangat "Fokus Menangi Hati Rakyat," PPP menyatakan diri siap menjadi salah satu kekuatan utama dalam menentukan arah pembangunan Kota Mataram di masa depan. Post navigation Tiga Dekade Kudatuli: Refleksi DPD PDI Perjuangan NTB dalam Menjaga Api Demokrasi Indonesia Konsolidasi Partai NasDem NTB Resmi Lantik Delapan Pengurus DPC Jelang Pilkada Serentak