Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, secara resmi melantik Prof. Sukardi sebagai Rektor Universitas Mataram (Unram) untuk masa jabatan 2026-2030 dalam sebuah upacara khidmat yang berlangsung di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta, pada Selasa, 10 Maret 2026. Pelantikan ini menandai babak baru bagi institusi pendidikan tinggi terbesar di Nusa Tenggara Barat tersebut, dengan fokus utama pada penguatan inovasi, transformasi akademik, dan peningkatan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional dan daerah.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara dan tokoh penting dunia pendidikan, di antaranya Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hardian Irfani, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Fauzan, serta jajaran pimpinan Senat Universitas Mataram. Turut hadir pula para Wakil Rektor, Dekan, dan unsur pimpinan Unram lainnya yang memberikan dukungan penuh atas transisi kepemimpinan ini. Prof. Sukardi menggantikan Prof. Bambang Hari Kusumo yang telah menyelesaikan masa baktinya untuk periode 2022-2026.

Visi Strategis Kementerian dalam Menghadapi Dinamika Global

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Tinggi Prof. Brian Yuliarto menekankan bahwa peran perguruan tinggi di era modern telah bergeser dari sekadar institusi pengajaran menjadi motor penggerak inovasi yang harus memiliki dampak langsung pada masyarakat. Beliau menggarisbawahi bahwa tantangan global yang semakin kompleks menuntut kepemimpinan universitas yang visioner dan adaptif.

"Kampus bukan sekadar tempat memproduksi ilmu pengetahuan secara teoretis, tetapi harus bertransformasi menjadi pusat inovasi yang mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan yang dihadapi bangsa. Integritas dan kepemimpinan yang berorientasi pada masa depan sangat krusial dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah, mulai dari disrupsi teknologi hingga kebutuhan akan riset yang dapat dihilirisasi," tegas Prof. Brian Yuliarto.

Lebih lanjut, Menteri Brian menyampaikan bahwa Unram memiliki posisi strategis di kawasan Indonesia Timur, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor-sektor unggulan di Nusa Tenggara Barat seperti pariwisata berkelanjutan, pertanian lahan kering, dan energi terbarukan. Ia berharap di bawah kepemimpinan Prof. Sukardi, Unram dapat lebih agresif dalam menjalin kemitraan internasional dan meningkatkan kualitas riset yang berstandar global.

Komitmen Prof. Sukardi: Unram yang Unggul dan Berdampak

Usai menandatangani naskah pelantikan, Prof. Sukardi menyampaikan pidato perdananya sebagai Rektor Unram periode 2026-2030. Ia menyatakan kesiapannya untuk memikul amanah besar ini dengan fokus pada keberlanjutan program-program strategis yang telah diletakkan oleh kepemimpinan sebelumnya, sembari melakukan percepatan pada aspek transformasi digital dan penguatan ekosistem riset.

"Kami menyadari bahwa ekspektasi publik terhadap Universitas Mataram sangat besar. Komitmen kami adalah memastikan bahwa Unram tidak hanya unggul di atas kertas atau dalam pemeringkatan akademik semata, tetapi benar-benar memberikan kontribusi nyata yang dirasakan oleh masyarakat NTB dan Indonesia secara luas. Kami ingin Unram menjadi katalisator bagi perkembangan ekonomi, sosial, dan budaya," ujar Prof. Sukardi.

Prof. Sukardi juga mengajak seluruh civitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, untuk mempererat kolaborasi. Menurutnya, visi besar menuju kampus berdaya saing global tidak akan tercapai tanpa sinergi internal yang kuat. Ia berencana untuk mengimplementasikan kebijakan yang lebih inklusif dan transparan dalam tata kelola universitas guna menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan produktif.

Estafet Kepemimpinan dan Keberlanjutan Program

Rektor Unram periode 2022-2026, Prof. Bambang Hari Kusumo, memberikan apresiasi tinggi atas terpilihnya Prof. Sukardi. Ia menyebutkan bahwa selama empat tahun terakhir, Prof. Sukardi telah menjadi bagian krusial dalam tim manajemen universitas, sehingga transisi kepemimpinan ini diprediksi akan berjalan sangat mulus (seamless).

"Capaian-capaian yang diraih Unram dalam beberapa tahun terakhir, termasuk peningkatan akreditasi internasional di beberapa program studi dan penguatan Indikator Kinerja Utama (IKU), merupakan kerja keras kolektif di mana Prof. Sukardi terlibat aktif di dalamnya. Beliau sangat memahami konteks, tantangan, dan prioritas yang harus dilanjutkan. Kami sepenuhnya mendukung langkah-langkah strategis yang akan diambil demi kemajuan Unram ke depan," ungkap Prof. Bambang.

Selama masa jabatan Prof. Bambang Hari Kusumo, Unram tercatat berhasil meningkatkan posisi dalam pemeringkatan perguruan tinggi nasional maupun internasional, serta memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai universitas di Asia, Eropa, dan Australia. Hal ini menjadi fondasi kokoh bagi Prof. Sukardi untuk membawa Unram melompat lebih jauh di panggung internasional.

Konteks Sejarah dan Profil Universitas Mataram

Universitas Mataram, yang didirikan pada tanggal 1 Oktober 1962, merupakan universitas negeri tertua dan terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sejak awal pendiriannya, Unram telah memegang mandat untuk menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia di wilayah timur Indonesia. Dengan 10 fakultas dan puluhan program studi dari jenjang diploma hingga doktoral, Unram kini menampung lebih dari 35.000 mahasiswa.

Dalam satu dekade terakhir, Unram terus berupaya menyelaraskan kurikulumnya dengan kebutuhan industri, terutama melalui kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Perguruan tinggi ini juga dikenal memiliki keunggulan kompetitif dalam riset-riset berbasis kearifan lokal dan potensi daerah, seperti pengembangan sapi potong, budidaya rumput laut, dan mitigasi bencana berbasis geologi mengingat posisi geografis NTB yang berada di wilayah ring of fire.

Pelantikan Prof. Sukardi terjadi di tengah momentum penting di mana Indonesia sedang berupaya memperkuat kedaulatan sains dan teknologi melalui hilirisasi hasil riset universitas. Sebagai rektor baru, Prof. Sukardi dihadapkan pada tugas untuk memastikan bahwa hasil penelitian dosen Unram tidak hanya berakhir di perpustakaan atau jurnal ilmiah, tetapi dapat diimplementasikan menjadi produk atau kebijakan yang bermanfaat bagi industri dan masyarakat luas.

Analisis Strategis: Tantangan dan Peluang Periode 2026-2030

Kepemimpinan Prof. Sukardi dalam empat tahun ke depan akan diuji oleh beberapa faktor eksternal dan internal yang signifikan. Secara global, integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dalam sistem pendidikan tinggi menuntut universitas untuk melakukan perombakan pada metode pengajaran dan penilaian. Unram diharapkan mampu mengadopsi teknologi digital secara masif untuk meningkatkan efisiensi administrasi dan kualitas pembelajaran jarak jauh yang lebih interaktif.

Dari sisi ekonomi daerah, keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan investasi besar di sektor pertambangan di Sumbawa Barat menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Unram. Universitas harus mampu menyuplai tenaga kerja ahli yang memiliki sertifikasi internasional agar putra daerah dapat menjadi aktor utama dalam pembangunan di tanah kelahirannya sendiri.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hardian Irfani, dalam kesempatan tersebut menyatakan dukungannya dari sisi legislatif. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah pusat, dukungan anggaran dari DPR, dan eksekusi program di tingkat universitas. "Kami di parlemen akan terus mendorong alokasi anggaran yang memadai untuk pengembangan infrastruktur riset di kampus-kampus luar Jawa, termasuk Unram, agar kesenjangan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia dapat terus diperkecil," tuturnya.

Rencana Aksi dan Langkah Awal

Sebagai langkah awal masa jabatannya, Prof. Sukardi direncanakan akan melakukan konsolidasi internal dengan seluruh dekanat dan unit kerja di lingkungan Universitas Mataram sekembalinya dari Jakarta. Fokus utamanya adalah melakukan audit kinerja dan pemetaan potensi guna menyusun Rencana Strategis (Renstra) Unram 2026-2030 yang lebih tajam dan terukur.

Beberapa poin yang diprediksi akan menjadi prioritas dalam seratus hari pertama kepemimpinannya meliputi:

  1. Penguatan Internasionalisasi: Meningkatkan jumlah program studi yang terakreditasi internasional (seperti ASIIN, FIBAA, atau AUN-QA) untuk menarik lebih banyak mahasiswa asing.
  2. Hilirisasi Riset: Membangun kemitraan strategis dengan BUMN dan sektor swasta untuk mengomersialkan inovasi dosen dan mahasiswa.
  3. Peningkatan Kesejahteraan Civitas: Melakukan penataan sistem remunerasi dan penghargaan bagi dosen serta peneliti berprestasi.
  4. Modernisasi Infrastruktur: Mempercepat pembangunan laboratorium terpadu dan fasilitas pendukung pembelajaran berbasis teknologi informasi.

Harapan Masyarakat dan Dampak Luas

Masyarakat Nusa Tenggara Barat menaruh harapan besar pada pundak Prof. Sukardi. Sebagai institusi "Menara Gading" yang diharapkan menjadi "Menara Air", Unram diharapkan mampu memberikan solusi atas permasalahan sosial seperti kemiskinan, isu lingkungan, dan peningkatan kualitas pendidikan dasar di wilayah terpencil.

Keberhasilan Prof. Sukardi dalam memimpin Unram tidak hanya akan diukur dari seberapa tinggi peringkat universitas di tingkat dunia, tetapi juga dari seberapa besar dampak yang dihasilkan bagi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di NTB. Dengan rekam jejaknya yang mumpuni dan dukungan solid dari jajaran pimpinan serta kementerian terkait, masa jabatan 2026-2030 dipandang sebagai periode emas bagi Universitas Mataram untuk bertransformasi menjadi World Class University yang tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.

Proses pelantikan yang berlangsung khidmat di Jakarta ini menjadi titik awal dari perjalanan panjang tersebut. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Universitas Mataram di bawah kepemimpinan Prof. Sukardi siap menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (adi)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *