DOMPU – PT Sumbawa Timur Mining (STM), pengembang Proyek Hu’u yang kini masih dalam tahap eksplorasi pertambangan tembaga dan emas, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia. Perusahaan ini sukses menanam 250 bibit pohon alpukat di Dusun Nangadoro, Desa Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan yang dilaksanakan pada bulan November 2025 ini merupakan inisiatif kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat, menandai langkah strategis dalam program penghijauan berkelanjutan perusahaan di sekitar area operasionalnya.

Latar Belakang dan Signifikansi Hari Menanam Pohon Indonesia

Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), yang diperingati setiap tanggal 28 November, adalah momen krusial untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menanam dan memelihara pohon demi kelangsungan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan di bumi. Pemerintah Indonesia secara konsisten mendorong gerakan penanaman pohon sebagai bagian integral dari upaya mitigasi perubahan iklim, pencegahan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, serta pelestarian keanekaragaman hayati. Dalam konteks nasional, Indonesia menghadapi tantangan deforestasi dan degradasi lahan yang signifikan, menjadikan setiap upaya penanaman pohon, baik oleh pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat, memiliki dampak yang besar dan positif. Melalui peringatan HMPI, diharapkan semangat untuk menghijaukan bumi terus berkobar, membangun kesadaran kolektif akan tanggung jawab menjaga lingkungan. PT STM, dengan inisiatif ini, secara aktif berkontribusi pada agenda nasional tersebut, menunjukkan bahwa sektor industri juga memiliki peran vital dalam pelestarian lingkungan.

Detail Kegiatan Penanaman dan Lokasi Strategis

Acara penanaman pohon ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan sebuah aksi nyata yang melibatkan berbagai pihak. Pejabat kecamatan dan desa setempat, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, serta puluhan warga sekitar turut serta secara aktif dalam kegiatan tersebut. Dari pihak STM, Manajer Community Relations, Ulya Defretes, Principal Government Relations, Zulaikha, beserta tim Sustainability, memimpin jalannya acara. Pemilihan Dusun Nangadoro, Desa Hu’u, sebagai lokasi penanaman memiliki makna strategis, mengingat posisinya yang berdekatan dengan area eksplorasi Proyek Hu’u. Jenis bibit yang dipilih, yakni alpukat, juga bukan tanpa alasan. Selain dikenal memiliki akar yang kuat untuk menahan erosi dan menjaga ketersediaan air tanah, pohon alpukat juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat setempat melalui hasil buahnya di masa mendatang. Pendekatan ini mencerminkan komitmen STM untuk tidak hanya fokus pada aspek ekologis, tetapi juga memberikan nilai tambah sosial-ekonomi bagi komunitas sekitar.

Visi Lingkungan STM: Lebih dari Sekadar Seremoni Tahunan

Ulya Defretes, Manajer Community Relations PT STM, menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon ini bukan hanya seremoni tahunan belaka, melainkan merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi pelestarian lingkungan yang terintegrasi dan berkelanjutan. "Kegiatan ini diharapkan memberi keseimbangan hidup, karena pohon menahan air, erosi, menjaga kelestarian lingkungan, dan berkontribusi baik bagi alam sekitar," ujar Ulya. Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi perusahaan yang melihat pengelolaan lingkungan sebagai investasi jangka panjang untuk keberlanjutan operasi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan menanam pohon, STM berupaya menciptakan ekosistem yang lebih tangguh, mampu menghadapi tantangan lingkungan seperti perubahan iklim dan degradasi lahan. Lebih jauh, pemilihan pohon alpukat sebagai fokus penanaman menunjukkan pemikiran ke depan yang menggabungkan manfaat lingkungan dengan potensi ekonomi, sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan tiga pilar utama: lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Reklamasi Lahan: Bukti Nyata Komitmen Lingkungan dalam Tahap Eksplorasi

Meskipun Proyek Hu’u masih dalam tahap eksplorasi, PT STM telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam program reklamasi lahan. Dalam Laporan Keberlanjutan perusahaan terkini, tercatat bahwa STM telah mereklamasi seluas 11,51 hektare lahan sepanjang tahun 2024. Angka ini secara signifikan melampaui target tahunan, yakni 43,3 persen lebih tinggi dari yang ditetapkan. Reklamasi lahan adalah proses pemulihan area yang telah terganggu oleh aktivitas pertambangan, mengembalikannya ke kondisi yang stabil, aman, dan produktif secara ekologis. Bagi perusahaan tambang, reklamasi adalah kewajiban hukum dan etika. Fakta bahwa STM telah mencapai target reklamasi yang melampaui ekspektasi pada tahap eksplorasi menunjukkan komitmen proaktif perusahaan terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Upaya reklamasi ini terus berlanjut di area-area yang telah selesai digunakan untuk keperluan eksplorasi, memastikan bahwa dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan dapat diminimalisir dan lahan dapat dipulihkan secara bertahap. Perencanaan dan proses reklamasi ini senantiasa dilaporkan secara berkala kepada pemerintah, menjamin transparansi dan akuntabilitas.

Fasilitas Pembibitan Berkelanjutan: Pilar Penghijauan Jangka Panjang

Hari Menanam Pohon Indonesia, PT STM Bersama Warga Hu’u Tanam Ratusan Bibit Pohon

Sebagai bagian dari strategi pengelolaan lingkungan yang komprehensif, PT STM mengoperasikan nurseri atau fasilitas pembibitan seluas 0,44 hektare. Nurseri ini memiliki kapasitas impresif, mampu menampung hingga 30.000 bibit tanaman. Bibit-bibit yang dibudidayakan di nurseri ini didominasi oleh jenis tanaman pionir. Tanaman pionir adalah spesies pertama yang mampu tumbuh di lahan terdegradasi, mempercepat proses suksesi alami ekosistem dan mendukung pertumbuhan komunitas tanaman lokal lainnya. Keberadaan nurseri ini menjadi tulang punggung bagi program penghijauan dan reklamasi perusahaan, memastikan ketersediaan bibit yang memadai dan sesuai dengan karakteristik ekosistem lokal. Lebih menarik lagi, fasilitas pembibitan ini didukung oleh energi terbarukan yang berasal dari panel surya. Pemanfaatan energi bersih ini adalah wujud nyata komitmen STM terhadap pengurangan emisi karbon dan penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab, sejalan dengan visi global untuk alam lestari. Ini juga menjadi contoh praktik terbaik dalam industri pertambangan, di mana keberlanjutan tidak hanya diterapkan pada operasional inti tetapi juga pada fasilitas pendukung.

Dukungan Pemerintah dan Partisipasi Komunitas

Kegiatan penghijauan yang diinisiasi oleh STM mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat. Camat Hu’u, Muhammad Iswan, secara terang-terangan menyampaikan apresiasinya. "Menanam pohon sama dengan menjaga bumi. Akar pohon akan mencegah terjadinya bencana alam. Mari kita tanam pohon ini untuk menjaga dan melestarikan alam kita," ujarnya, menyerukan partisipasi aktif masyarakat. Pernyataan ini mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya menjaga lingkungan dan peran pohon dalam mitigasi bencana. Selain aktivitas penanaman pohon yang terkoordinasi, perusahaan juga rutin mengadakan pembagian bibit secara berkala kepada warga. Program ini bertujuan untuk memperluas tutupan hijau di area-area strategis, termasuk kebun-kebun pribadi dan permukiman warga, sehingga manfaat lingkungan dapat dirasakan secara lebih luas oleh komunitas. Partisipasi aktif pemerintah dan masyarakat dalam program-program lingkungan STM menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara sektor swasta, pemerintah, dan komunitas dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Dompu.

Standar Global dalam Pengelolaan Lingkungan: Sertifikasi ISO 14001:2015

Komitmen PT STM terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan tidak hanya berhenti pada aksi penanaman pohon atau reklamasi lahan. Perusahaan ini secara berkala melakukan pemantauan terhadap kondisi hutan-hutan di sekitar area eksplorasinya, bekerja sama dengan pihak independen dan terakreditasi. Pendekatan ini dilakukan guna mendukung program manajemen lingkungan yang terstandardisasi secara global. Sebagai bukti keseriusannya, PT STM telah berhasil memperoleh sertifikasi ISO 14001:2015, sebuah standar internasional untuk Sistem Manajemen Lingkungan (SML). Pencapaian ini sangat signifikan, terutama mengingat perusahaan masih dalam tahapan eksplorasi dan belum memasuki tahapan produksi. Sertifikasi ISO 14001 menunjukkan bahwa STM telah mengidentifikasi, mengelola, memantau, dan mengendalikan isu-isu lingkungan perusahaan secara efektif, sejalan dengan praktik terbaik global. Hal ini tidak hanya meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata pemangku kepentingan, tetapi juga memastikan bahwa seluruh operasional dijalankan dengan mempertimbangkan dampak lingkungan secara holistik dan sistematis.

Edukasi dan Kesadaran Digital: Kampanye #MadaJagaPohonMadaJagaBumi

Dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap upaya pelestarian lingkungan, tim Sustainability STM juga memanfaatkan platform digital. Pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia ini, karyawan dan mitra kerja diajak untuk berpartisipasi dalam "Twibbon Challenge" dengan mengusung tagar #NationalTreePlantingDay2025 dan #MadaJagaPohonMadaJagaBumi. Kampanye digital ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pesan pelestarian lingkungan, tidak hanya di kalangan internal perusahaan tetapi juga ke publik yang lebih luas. Penggunaan media sosial dan tagar yang menarik adalah strategi modern untuk mengedukasi dan menginspirasi lebih banyak orang agar peduli dan terlibat dalam aksi nyata menjaga bumi. Inisiatif ini menunjukkan bahwa STM tidak hanya berfokus pada tindakan fisik di lapangan, tetapi juga berinvestasi dalam membangun kesadaran dan budaya lingkungan yang kuat, baik secara internal maupun eksternal.

Dampak dan Implikasi Jangka Panjang

Kegiatan penanaman pohon dan program lingkungan berkelanjutan yang dijalankan oleh PT Sumbawa Timur Mining membawa dampak dan implikasi jangka panjang yang positif di berbagai sektor. Secara ekologis, penanaman ratusan bibit pohon alpukat akan berkontribusi pada peningkatan tutupan hijau, mengurangi risiko erosi tanah, memperbaiki kualitas air, dan mendukung keanekaragaman hayati lokal. Pohon-pohon ini akan menjadi paru-paru mikro bagi lingkungan sekitar, menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Dari segi ekonomi, pemilihan pohon alpukat secara spesifik menawarkan potensi pendapatan tambahan bagi masyarakat Dusun Nangadoro di masa mendatang. Saat pohon-pohon ini berbuah, masyarakat dapat memanen dan menjual hasilnya, menciptakan sumber ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan lokal. Ini adalah contoh konkret dari bagaimana proyek industri dapat memberikan manfaat ganda, baik untuk lingkungan maupun ekonomi masyarakat.

Secara sosial, inisiatif ini memperkuat hubungan antara perusahaan, pemerintah, dan komunitas. Partisipasi bersama dalam kegiatan positif seperti penanaman pohon membangun rasa kebersamaan dan tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan. Bagi PT STM sendiri, komitmen yang ditunjukkan melalui program-program ini, termasuk reklamasi lahan yang melampaui target dan sertifikasi ISO 14001, akan memperkuat reputasinya sebagai perusahaan pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Hal ini krusial untuk menjaga "social license to operate" di wilayah sensitif seperti NTB. Dengan terus menjalankan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan, STM berpotensi menjadi model bagi industri pertambangan lainnya di Indonesia, menunjukkan bahwa eksplorasi sumber daya alam dapat berjalan seiring dengan upaya konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Secara keseluruhan, kegiatan penanaman pohon dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia oleh PT Sumbawa Timur Mining di Dompu adalah lebih dari sekadar aksi simbolis. Ini adalah representasi dari komitmen yang mendalam dan terintegrasi terhadap lingkungan dan masyarakat, yang diharapkan akan terus memberikan manfaat jangka panjang bagi ekologi, ekonomi, dan kesejahteraan di Nusa Tenggara Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *