DOMPU – PT Sumbawa Timur Mining (STM) telah menuntaskan rangkaian Program Partisipasi Desa (PPD) untuk tahun anggaran 2025, sebuah inisiatif strategis yang bertujuan untuk memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Penyerahan resmi program yang telah berjalan secara komprehensif ini dilakukan dari pihak manajemen STM kepada Pemerintah Kabupaten Dompu, menandai berakhirnya siklus program tahun ini sekaligus menegaskan komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat lokal. Program PPD tahun 2025 mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,26 miliar, menjangkau dua belas desa yang tersebar di Kecamatan Hu’u dan Pajo, wilayah yang berada di lingkar operasional proyek STM. Inisiatif PPD ini dirancang secara cermat untuk menyentuh sektor-sektor krusial yang menjadi prioritas pembangunan daerah, meliputi kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Melalui pendekatan partisipatif, program ini berupaya memastikan bahwa bantuan yang disalurkan benar-benar relevan dengan kebutuhan riil masyarakat di tingkat desa. Penyelarasan PPD dengan Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Dompu, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), serta Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) menjadi kunci utama dalam memastikan efektivitas dan keberlanjutan program. Pendekatan ini mencerminkan pemahaman mendalam STM bahwa pembangunan yang berkelanjutan haruslah berbasis pada perencanaan yang matang dan kolaborasi yang erat antara sektor swasta dan pemerintah. Mekanisme Partisipatif dan Pemberdayaan Komunitas Salah satu pilar kekuatan PPD adalah mekanisme penentuan usulan program prioritas yang sepenuhnya berasal dari musyawarah desa. Proses ini menjamin bahwa setiap proyek yang diimplementasikan adalah hasil kesepakatan kolektif warga, bukan keputusan yang didikte dari luar. Setelah usulan tersebut disetujui oleh manajemen STM, tahap implementasi diserahkan kepada Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPMD) untuk desa-desa di Kecamatan Hu’u dan Komite Pelaksana Desa (KPD) untuk desa-desa di Kecamatan Pajo. Model ini secara signifikan memperkuat kapasitas lokal, melatih masyarakat untuk merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi program pembangunan mereka sendiri. Dengan demikian, PPD tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga membangun kemandirian dan keterampilan manajerial di tingkat komunitas. Keterlibatan aktif KPMD dan KPD merupakan manifestasi nyata dari filosofi pemberdayaan yang diusung PPD. Mereka adalah ujung tombak yang memastikan program berjalan sesuai rencana, anggaran, dan spesifikasi yang telah disepakati. Pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada para kader ini secara tidak langsung juga berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa, mempersiapkan mereka untuk menjadi agen perubahan yang efektif di masa depan. Pendekatan ini juga meminimalisir potensi penyimpangan dan memastikan transparansi dalam pengelolaan dana, mengingat para pelaksana adalah bagian integral dari masyarakat penerima manfaat itu sendiri. Sorotan Acara Serah Terima Program 2025 Puncak dari siklus PPD tahun 2025 adalah acara serah terima program yang megah, dilaksanakan di lapangan Polsek Hu’u pada hari Jumat, 12 Desember. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan kunci, mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, masyarakat, dan pihak perusahaan. Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu, H. Khairul Insan, SE., MM., hadir mewakili Bupati Dompu, menunjukkan tingkat prioritas yang diberikan pemerintah daerah terhadap program ini. Turut hadir pula Ketua DPRD Dompu, Ir. Muttakun, yang kehadirannya menegaskan dukungan legislatif terhadap inisiatif pembangunan masyarakat. Jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Hu’u, para kepala desa dari dua belas desa penerima manfaat, serta ratusan masyarakat setempat juga memadati lokasi acara, menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan. Dari pihak manajemen STM, Manajer Community Relations, Ulya Defretes, memimpin tim yang terlibat dalam PPD, menunjukkan wajah perusahaan yang dekat dengan masyarakat. Kehadiran berbagai elemen ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol dari kolaborasi lintas sektor yang menjadi landasan keberhasilan PPD. Dalam sambutannya, H. Khairul Insan secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam dari Pemerintah Kabupaten Dompu kepada PT Sumbawa Timur Mining. Ia menekankan bahwa PPD adalah bukti nyata komitmen bersama dalam mewujudkan visi Dompu yang maju, sejahtera, religius, berkeadilan, dan berbudaya. Pernyataan ini menegaskan bahwa kontribusi STM bukan hanya sekadar kewajiban korporasi, melainkan sebuah investasi sosial yang selaras dengan cita-cita pembangunan daerah. Komitmen Pemerintah Daerah dan Tanggung Jawab Bersama Pj. Sekda Dompu, H. Khairul Insan, dalam pidatonya yang penuh semangat, menggarisbawahi peran PT Sumbawa Timur Mining sebagai mitra strategis pembangunan. Ia menyatakan bahwa STM tidak hanya hadir untuk berinvestasi dalam sektor pertambangan, tetapi juga memberikan sentuhan sosial yang signifikan melalui program pengembangan masyarakat. "Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu menyampaikan apresiasi. Terima kasih atas kepedulian STM kepada masyarakat Kabupaten Dompu, khususnya di wilayah lingkar area proyek," ujarnya, menyoroti dampak positif perusahaan di daerah sekitar operasionalnya. Menurut H. Khairul Insan, inisiatif semacam ini harus didukung penuh oleh pemerintah bersama masyarakat, sehingga iklim investasi dapat berjalan dengan baik dan pada gilirannya memberikan kontribusi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kesejahteraan warga. Ia juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan pemanfaatan yang optimal terhadap bantuan PPD. "Bantuan (PPD) ini harus mampu kita manfaatkan dan berdayakan. Para kepala desa, tolong dikontrol agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan secara bertanggung jawab," tegasnya, mengingatkan para pemimpin desa tentang peran mereka dalam memastikan transparansi dan efektivitas penggunaan dana program. Pesan ini bukan hanya seruan, melainkan juga penekanan pada pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan hasil-hasil program. Visi Keberlanjutan dari PT Sumbawa Timur Mining Manajer Community Relations STM, Ulya Defretes, menyampaikan bahwa kesuksesan PPD tahun 2025 tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat. Ia mengungkapkan harapannya agar kolaborasi positif yang telah terjalin ini dapat terus ditingkatkan demi terciptanya nilai kebermanfaatan yang semakin baik di masa mendatang. "Alhamdulillah, kami terus berupaya untuk berkontribusi, terlibat aktif dalam pembangunan daerah, sehingga STM dan masyarakat dapat terus tumbuh dan berkembang bersama-sama," ungkap Ulya, menegaskan filosofi perusahaan yang berorientasi pada pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Pernyataan ini mencerminkan visi jangka panjang STM untuk menjadi bagian integral dari kemajuan Dompu, bukan hanya sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai tetangga yang baik dan mitra pembangunan. Komitmen ini selaras dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan praktik pertambangan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Melalui PPD, STM berupaya menciptakan dampak positif yang melampaui batas-batas operasional pertambangan, membangun jembatan kepercayaan dan kemitraan strategis dengan komunitas lokal. Dampak Nyata di Tingkat Desa: Studi Kasus Desa Hu’u Desa Hu’u, sebagai salah satu penerima bantuan PPD dari STM, menjadi contoh konkret bagaimana program ini memberikan manfaat langsung yang signifikan bagi warganya. Kepala Desa Hu’u, Mujahidin, S.Sos., mengungkapkan apresiasinya dan menegaskan bahwa manfaat PPD benar-benar dirasakan oleh masyarakatnya. "Program ini sangat luar biasa dirasakan manfaatnya. Kegiatan yang dijalankan merupakan hasil musyawarah warga dengan alokasi anggaran yang ada," katanya, menyoroti proses bottom-up yang membuat program ini relevan. Bentuk-bentuk program yang disepakati di Desa Hu’u pada PPD tahun 2025 sangat beragam dan menyasar berbagai aspek kehidupan masyarakat. Ini termasuk pembuatan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang vital untuk meningkatkan sanitasi dan kesehatan lingkungan, pengeboran air bersih untuk menjamin ketersediaan air minum yang layak, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dasar yang krusial untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak-anak. Selain itu, program juga mencakup pengadaan mesin semprot pertanian, sebuah bantuan penting untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi sebagian besar warga desa. Mujahidin menambahkan bahwa keberagaman program ini menunjukkan fleksibilitas PPD dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan spesifik masing-masing desa, yang semuanya didasarkan pada keputusan kolektif warga. Rekam Jejak dan Pengakuan Nasional PPD Program Partisipasi Desa (PPD) bukan merupakan inisiatif baru. Sejak diluncurkan pada tahun 2017, PPD telah menjadi bagian tak terpisahkan dari program pengembangan masyarakat terintegrasi yang dijalankan STM di Kabupaten Dompu. Konsistensi dan keberlanjutan program selama bertahun-tahun ini telah membuahkan hasil yang membanggakan, tidak hanya dalam bentuk dampak positif di lapangan, tetapi juga dalam bentuk pengakuan dari lembaga-lembaga bergengsi di tingkat nasional. Atas nilai kebermanfaatannya yang tinggi dan model pelaksanaannya yang inovatif, PPD sukses meraih Corporate Social Responsibility dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (CSR & PDB) Awards 2025 kategori Silver. Penghargaan ini diberikan oleh Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) yang bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Pengakuan ini menegaskan bahwa PPD STM telah memenuhi standar tinggi dalam kontribusinya terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa, sejalan dengan agenda nasional dan global. Selain itu, PPD juga berhasil meraih Top CSR Awards 2025 kategori Bintang 4 dari Top Business, sebuah penghargaan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan dengan program CSR terbaik yang memiliki dampak signifikan terhadap pembangunan sosial. Kedua penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi STM, tetapi juga menjadi bukti bahwa model kemitraan dan pemberdayaan yang diusung PPD merupakan praktik terbaik yang patut dicontoh. Analisis Implikasi Jangka Panjang dan Prospek ke Depan Keberhasilan PPD STM di Dompu memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan bagi pembangunan daerah dan model kemitraan antara sektor swasta dan pemerintah. Pertama, program ini menunjukkan bahwa investasi perusahaan tambang tidak harus terbatas pada aspek ekonomi semata, tetapi dapat diperluas untuk menciptakan nilai sosial yang substansial. Dengan berinvestasi dalam kesehatan, pendidikan, dan ekonomi lokal, STM tidak hanya membangun citra positif, tetapi juga menciptakan lingkungan operasional yang lebih stabil dan kondusif melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kedua, model partisipatif PPD yang melibatkan musyawarah desa, KPMD, dan KPD adalah contoh nyata desentralisasi pembangunan yang efektif. Ini memperkuat kapasitas institusional di tingkat desa, mendorong kepemilikan program oleh masyarakat, dan memastikan alokasi sumber daya yang lebih efisien dan relevan. Ini adalah pendekatan yang sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Ketiga, pengakuan nasional melalui berbagai penghargaan CSR menegaskan posisi PPD STM sebagai benchmark atau standar praktik terbaik dalam program pengembangan masyarakat. Hal ini dapat mendorong perusahaan-perusahaan lain untuk mengadopsi model serupa dan memperkuat komitmen mereka terhadap tanggung jawab sosial. Implikasinya adalah terciptanya ekosistem pembangunan yang lebih kolaboratif, di mana sektor swasta menjadi motor penggerak pembangunan yang tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga berkontribusi aktif pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ke depan, tantangan bagi PT Sumbawa Timur Mining dan Pemerintah Kabupaten Dompu adalah menjaga keberlanjutan program ini, memperluas jangkauannya ke desa-desa lain yang membutuhkan, dan terus berinovasi dalam merespons dinamika kebutuhan masyarakat. Dengan fondasi yang kuat, rekam jejak yang terbukti, dan pengakuan yang diraih, PPD STM berpotensi menjadi salah satu model kemitraan pembangunan yang paling sukses di Indonesia, membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial dapat berjalan beriringan melalui kolaborasi yang tulus dan berorientasi pada masa depan. Post navigation Bank NTB Syariah Merespons Somasi Nasabah Terkait Transparansi Pembiayaan di Kantor Cabang Dompu Dompu, Simbol Harapan Swasembada Gula Nasional yang Terganjal Realitas Implementasi