DOMPU – PT Sumbawa Timur Mining (STM) telah merampungkan pelaksanaan Program Partisipasi Desa (PPD) tahun 2025, sebuah inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang signifikan dengan total anggaran mencapai sekitar Rp1,26 miliar. Penutupan program ini secara resmi ditandai dengan acara serah terima kepada Pemerintah Kabupaten Dompu pada Jumat, 12 Desember 2025. Program strategis ini menjangkau 8 desa di Kecamatan Hu’u dan 4 desa di Kecamatan Pajo, dengan fokus utama pada penguatan kapasitas masyarakat serta pengembangan sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi lokal. PPD ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, melainkan juga cerminan komitmen jangka panjang PT STM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah operasionalnya. Latar Belakang dan Filosofi Program Partisipasi Desa Program Partisipasi Desa (PPD) yang diinisiasi oleh PT Sumbawa Timur Mining sejak tahun 2017 merupakan salah satu pilar utama dari strategi pengembangan masyarakat terintegrasi perusahaan di Kabupaten Dompu. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, PT STM memahami betul pentingnya membangun hubungan harmonis dan berkelanjutan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. PPD dirancang tidak hanya sebagai bentuk bantuan finansial, melainkan sebagai upaya pemberdayaan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapannya. Filosofi di balik PPD adalah menciptakan kemandirian desa melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan lokal, sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah. Program ini secara khusus dirancang untuk bersinergi dengan dokumen perencanaan pembangunan pemerintah daerah dan desa, yakni Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Dompu, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), serta Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). Pendekatan ini memastikan bahwa setiap proyek yang diusulkan dan dilaksanakan melalui PPD memiliki landasan yang kuat dalam rencana pembangunan desa dan mendukung prioritas pembangunan yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat. Dengan demikian, PPD bukan sekadar program "sumbangan", melainkan sebuah investasi sosial yang terintegrasi dalam kerangka pembangunan daerah, memastikan relevansi dan keberlanjutan dampak positifnya. Mekanisme Implementasi yang Partisipatif dan Berjenjang Keunikan PPD terletak pada mekanisme implementasinya yang sangat partisipatif. Usulan program prioritas yang akan menerima bantuan PPD sepenuhnya ditentukan melalui proses musyawarah desa. Musyawarah desa merupakan forum penting di mana seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, perwakilan perempuan, pemuda, hingga kelompok-kelompok profesi, berkumpul untuk mengidentifikasi masalah, menentukan kebutuhan mendesak, dan merumuskan solusi yang paling sesuai dengan kondisi dan potensi desa mereka. Pendekatan "bottom-up" ini memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar mencerminkan aspirasi dan kebutuhan riil masyarakat, bukan ditentukan dari atas. Setelah usulan program disepakati dalam musyawarah desa dan kemudian disetujui oleh manajemen PT STM melalui proses evaluasi yang ketat, tahap implementasi program dilaksanakan oleh entitas lokal yang diberdayakan. Untuk desa-desa di Kecamatan Hu’u, pelaksanaan program dipercayakan kepada Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD). Sementara itu, untuk desa-desa di Kecamatan Pajo, Komite Pelaksana Desa (KPD) mengambil peran kunci dalam mengkoordinasikan dan menjalankan proyek-proyek yang telah disepakati. KPMD dan KPD adalah organisasi lokal yang beranggotakan warga desa, yang dilatih dan didampingi untuk mengelola program dari perencanaan hingga pelaporan. Pemberdayaan KPMD dan KPD ini menjadi indikator kuat bahwa PPD tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga membangun kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia di tingkat desa, menciptakan efek berganda yang berkelanjutan. Serah Terima PPD 2025: Simbol Komitmen Bersama Acara serah terima Program Partisipasi Desa tahun 2025 menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah berlangsung. Bertempat di lapangan Polsek Hu’u pada Jumat, 12 Desember 2025, acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari unsur pemerintahan dan masyarakat. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu, H. Khairul Insan, SE., MM., hadir mewakili Bupati Dompu, menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif ini. Turut hadir pula Ketua DPRD Dompu, Ir. Muttakun, yang kehadirannya menegaskan dukungan legislatif terhadap program-program pengembangan masyarakat. Jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Hu’u, para kepala desa dari kedua kecamatan penerima manfaat, serta ratusan masyarakat setempat yang antusias, memadati lokasi acara, mencerminkan besarnya harapan dan apresiasi terhadap PPD. Dari pihak manajemen PT STM, Manajer Community Relations, Ulya Defretes, beserta tim yang terlibat langsung dalam program, hadir untuk secara simbolis menyerahkan hasil program kepada Pemkab Dompu. Kehadiran para pihak ini menggarisbawahi kolaborasi multipihak yang menjadi kunci keberhasilan PPD, mulai dari perusahaan sebagai penyedia dana, pemerintah sebagai regulator dan fasilitator, hingga masyarakat sebagai penerima manfaat dan pelaksana program. Momen serah terima ini bukan hanya formalitas, melainkan sebuah penegasan kembali komitmen bersama untuk terus membangun Dompu yang lebih baik. Apresiasi dan Harapan dari Pemerintah Daerah Dalam sambutannya, Pj. Sekda Dompu, H. Khairul Insan, SE., MM., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan PPD oleh PT STM. Ia menegaskan bahwa PPD adalah bukti nyata komitmen bersama antara pemerintah dan PT STM dalam mewujudkan masyarakat Dompu yang maju, sejahtera, religius, berkeadilan, dan berbudaya. Visi ini menjadi landasan bagi setiap upaya pembangunan di Dompu, dan PPD dianggap sebagai salah satu instrumen penting untuk mencapai tujuan tersebut. "Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu menyampaikan apresiasi. Terima kasih atas kepedulian STM kepada masyarakat Kabupaten Dompu, khususnya di wilayah lingkar area proyek," ujarnya dengan penuh penghargaan. H. Khairul Insan juga menambahkan bahwa kehadiran PT STM tidak hanya terbatas pada investasi ekonomi semata, tetapi juga memberikan sentuhan sosial yang mendalam melalui program pengembangan masyarakat. Menurutnya, inisiatif semacam ini harus didukung sepenuhnya oleh pemerintah bersama masyarakat, sehingga investasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi kesejahteraan umum. Pj. Sekda Dompu juga menekankan pentingnya pemanfaatan dan pengelolaan bantuan PPD secara bertanggung jawab. "Bantuan (PPD) ini harus mampu kita manfaatkan dan berdayakan. Para kepala desa, tolong dikontrol agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan secara bertanggung jawab," pesannya kepada para kepala desa yang hadir. Penekanan pada akuntabilitas dan pemanfaatan optimal ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar memberikan dampak positif yang maksimal dan berkelanjutan bagi masyarakat. Komitmen Berkelanjutan dari PT STM Manajer Community Relations PT STM, Ulya Defretes, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang tak henti-hentinya dari pemerintah dan masyarakat, yang telah memungkinkan PPD tahun 2025 terlaksana dengan sukses. Ia berharap agar kolaborasi positif ini dapat terus terjalin di masa mendatang, demi terciptanya nilai kebermanfaatan yang semakin luas dan mendalam. "Alhamdulillah, kami terus berupaya untuk berkontribusi, terlibat aktif dalam pembangunan daerah, sehingga STM dan masyarakat dapat terus tumbuh dan berkembang bersama-sama," ungkap Ulya Defretes. Pernyataan ini menegaskan visi PT STM untuk tidak hanya menjadi entitas bisnis, tetapi juga menjadi bagian integral dari komunitas, tumbuh dan berkembang seiring dengan kemajuan masyarakat di sekitarnya. Komitmen ini selaras dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial. Dampak Nyata di Tingkat Desa: Studi Kasus Desa Hu’u Salah satu desa yang merasakan langsung manfaat dari PPD adalah Desa Hu’u. Kepala Desa Hu’u, Mujahidin, S.Sos., memberikan testimoni mengenai dampak positif program ini bagi warganya. Ia menyatakan bahwa manfaat PPD sangat luar biasa dan dirasakan langsung oleh warga. Bentuk program yang disepakati di Desa Hu’u pada PPD tahun 2025 sangat beragam dan menyentuh berbagai aspek kehidupan dasar masyarakat. Di antaranya adalah pembuatan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL), yang berperan krusial dalam meningkatkan sanitasi dan kesehatan lingkungan desa, mengurangi risiko penyebaran penyakit berbasis air. Program pengeboran air bersih juga menjadi prioritas utama, mengingat akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang vital bagi setiap rumah tangga, berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, PPD juga fokus pada peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dasar, yang mencakup renovasi atau pembangunan fasilitas sekolah, penyediaan alat peraga, atau pengadaan buku-buku pelajaran. Investasi di sektor pendidikan ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan generasi muda desa. Di sektor ekonomi, pengadaan mesin semprot pertanian menjadi salah satu program yang sangat dinantikan oleh para petani. Alat-alat pertanian modern ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Desa Hu’u. Mujahidin, S.Sos., menegaskan bahwa "Kegiatan yang dijalankan merupakan hasil musyawarah warga dengan alokasi anggaran yang ada," sekali lagi menekankan pendekatan partisipatif yang menjadi kekuatan utama PPD. Pengakuan dan Implikasi Lebih Luas Keberhasilan PPD PT STM tidak hanya diakui di tingkat lokal, tetapi juga mendapatkan pengakuan bergengsi di tingkat nasional. Atas nilai kebermanfaatannya yang signifikan, PPD sukses meraih Corporate Social Responsibility dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (CSR & PDB) Awards 2025 kategori Silver dari Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF). ISSF adalah platform terkemuka yang bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk mengapresiasi praktik-praktik terbaik dalam tanggung jawab sosial perusahaan yang berdampak pada pembangunan desa. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa PPD PT STM telah memenuhi standar tinggi dalam kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di pedesaan. Tidak hanya itu, PPD juga dianugerahi Top CSR Awards 2025 kategori Bintang 4 dari Top Business, sebuah lembaga yang memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan dengan kinerja CSR terbaik di Indonesia. Penghargaan ini menegaskan kontribusi PPD dalam pembangunan sosial di Kabupaten Dompu dan menempatkan PT STM sebagai salah satu perusahaan terkemuka dalam praktik tanggung jawab sosial korporasi. Pengakuan dari dua institusi kredibel ini menjadi validasi atas efektivitas, transparansi, dan dampak positif yang dihasilkan oleh PPD PT STM, serta menginspirasi perusahaan lain untuk mengadopsi model serupa dalam upaya pembangunan masyarakat. Implikasi dari keberhasilan PPD ini melampaui sekadar program bantuan. PPD menunjukkan bagaimana kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menciptakan model pembangunan yang holistik dan berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik tetapi juga membangun kapasitas lokal, memperkuat ikatan sosial, dan menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap hasil pembangunan. Ini adalah contoh nyata bagaimana investasi sosial dapat menjadi katalisator bagi transformasi positif di wilayah-wilayah yang membutuhkan, memperkuat fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan keadilan sosial. Keberlanjutan PPD di masa depan diharapkan akan terus membawa manfaat yang lebih besar, menjadikan Dompu sebagai contoh keberhasilan pembangunan yang didorong oleh kemitraan strategis. Post navigation Potensi Sumbawa sebagai Pusat Gula Nasional: Tantangan Logistik dan Keadilan Ekonomi Petani Ambisi Swasembada Gula Terganjal di Dompu: Gelar Kawasan Tebu Nasional Tanpa Aksi Konkret