Langkah strategis diambil oleh Universitas Bumigora (UBG) Mataram dalam memperkuat posisinya sebagai pusat unggulan akademik di wilayah Nusa Tenggara Barat melalui penguatan ekosistem publikasi ilmiah. Keberhasilan UBG Mataram dalam mengelola jurnal ilmiah berkualitas tinggi kini menjadi rujukan bagi berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yang terbaru dibuktikan dengan kunjungan kerja dan studi banding (benchmarking) dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kalimantan Selatan. Kunjungan yang berlangsung pada Rabu, 8 April ini, menandai babak baru dalam kolaborasi antarperguruan tinggi untuk meningkatkan standar diseminasi ilmu pengetahuan di tingkat nasional.

Delegasi dari Universitas Lambung Mangkurat dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), yang hadir bersama tim pengelola jurnal untuk mendalami mekanisme tata kelola publikasi yang diterapkan oleh UBG Mataram. Fokus utama dari pertemuan ini adalah untuk membedah praktik terbaik (best practices) yang memungkinkan UBG Mataram mempertahankan konsistensi kualitas artikel, proses penelaahan sejawat (peer-review) yang ketat, hingga keberhasilan menembus indeksasi SINTA (Science and Technology Index) yang bergengsi.

Transformasi Ekosistem Riset dan Publikasi di Universitas Bumigora

Sebagai institusi yang terus bertransformasi, Universitas Bumigora telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam membangun infrastruktur riset yang inklusif dan lintas disiplin. Pengelolaan jurnal di UBG tidak hanya terfokus pada satu rumpun ilmu, melainkan mencakup spektrum yang luas mulai dari teknologi informasi, kesehatan, pendidikan, ekonomi, hukum, hingga seni dan desain. Keberagaman ini menjadi daya tarik tersendiri bagi institusi luar untuk mempelajari bagaimana koordinasi dilakukan di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Hingga saat ini, UBG Mataram secara aktif mengelola 15 jurnal ilmiah yang seluruhnya dapat diakses secara terbuka (open access) oleh masyarakat akademik global. Prestasi yang paling menonjol adalah status akreditasi dari jurnal-jurnal tersebut. Tercatat, tiga jurnal telah berhasil meraih peringkat SINTA 2, yang merupakan tingkatan sangat tinggi dalam skala akreditasi nasional dan sering kali menjadi syarat utama bagi kenaikan jabatan fungsional dosen tingkat lanjut. Selain itu, terdapat empat jurnal yang berada di peringkat SINTA 3, enam jurnal di SINTA 4, sementara dua jurnal lainnya sedang dalam proses evaluasi dan akreditasi untuk masuk ke dalam sistem indeksasi tersebut.

Keberhasilan meraih SINTA 2 bagi tiga jurnal UBG bukanlah perkara mudah. Hal ini memerlukan konsistensi dalam frekuensi penerbitan, kualitas substansi artikel, diversitas penulis dari berbagai instansi nasional maupun internasional, serta kepatuhan terhadap etika publikasi ilmiah. Pencapaian ini memposisikan UBG Mataram sebagai salah satu pemimpin dalam pengelolaan jurnal di kawasan Indonesia Timur.

Kronologi dan Dinamika Kunjungan Benchmarking

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat utama kampus UBG Mataram tersebut berjalan dengan sangat dinamis dan informatif. Tim LPPM UBG Mataram, yang dipimpin oleh Lalu Ganda Rady Putra, menyambut delegasi ULM dengan memaparkan peta jalan (roadmap) pengembangan jurnal yang telah disusun sejak beberapa tahun lalu. Dalam paparannya, Lalu Ganda menekankan bahwa kunci utama keberhasilan pengelolaan jurnal terletak pada integritas editor dan reviewer, serta pemanfaatan teknologi Open Journal Systems (OJS) secara optimal.

Tim dari Universitas Lambung Mangkurat memberikan perhatian khusus pada bagaimana UBG mengelola jurnal lintas disiplin namun tetap menjaga kedalaman materi di masing-masing bidang. Sebagai prodi yang berbasis pada data dan analisis kuantitatif, Prodi Statistika ULM melihat potensi besar dalam kolaborasi riset di masa depan, terutama dalam mendukung metodologi penelitian di jurnal-jurnal kesehatan dan teknologi yang dimiliki oleh UBG.

Diskusi teknis juga mencakup strategi menghadapi tantangan dalam publikasi ilmiah, seperti upaya pencegahan plagiarisme melalui perangkat lunak pendeteksi, pengelolaan naskah yang masuk secara berlebihan (backlog), hingga cara meningkatkan sitasi artikel agar berdampak pada indeks institusi. Pihak ULM mengakui bahwa model manajemen yang diterapkan UBG sangat relevan untuk diadaptasi guna meningkatkan performa jurnal-jurnal di lingkungan FMIPA ULM.

Pentingnya Akreditasi SINTA dalam Arsitektur Pendidikan Tinggi Indonesia

Konteks di balik antusiasme benchmarking ini tidak lepas dari kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang menjadikan publikasi ilmiah sebagai salah satu indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi. SINTA, yang dikelola oleh pemerintah, menjadi barometer resmi untuk mengukur kualitas riset di Indonesia. Jurnal yang terindeks SINTA 2 dianggap memiliki standar yang mendekati jurnal internasional bereputasi seperti Scopus atau Web of Science.

Kelola 15 Jurnal, UBG Mataram Jadi Contoh Nasional

Bagi dosen dan peneliti, memublikasikan karya di jurnal SINTA 2 memberikan nilai angka kredit (KUM) yang signifikan untuk kenaikan pangkat. Oleh karena itu, ketersediaan wadah publikasi yang kredibel seperti yang dikelola oleh UBG Mataram menjadi sangat vital. Dengan memiliki 15 jurnal, UBG telah menyediakan "laboratorium ide" bagi ribuan peneliti di seluruh Indonesia untuk mendiseminasikan temuan mereka.

Ketua LPPM UBG Mataram, Lalu Ganda Rady Putra, menegaskan bahwa visi UBG adalah menjadi mitra strategis nasional. "Benchmarking ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi akademik yang lebih luas. Kami percaya bahwa dengan berbagi pengetahuan mengenai tata kelola jurnal, kita secara kolektif meningkatkan kualitas publikasi ilmiah Indonesia di mata dunia," ujarnya dalam sesi wawancara.

Dampak dan Implikasi Kolaborasi Lintas Institusi

Kerja sama antara UBG Mataram dan ULM diharapkan tidak berhenti pada level diskusi administratif saja. Terdapat rencana jangka panjang untuk melakukan pertukaran reviewer (mitra bestari) antar-institusi. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak dalam menjaga objektivitas penilaian naskah. Misalnya, pakar statistika dari ULM dapat menjadi reviewer bagi naskah-naskah kuantitatif di jurnal ekonomi atau teknologi UBG, dan sebaliknya.

Selain itu, kolaborasi ini membuka peluang bagi riset kolaboratif (joint research). Dalam era disrupsi saat ini, penelitian multidisiplin sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah-masalah kompleks di masyarakat. Integrasi ilmu statistika dari ULM dengan kepakaran teknologi informasi dan kesehatan dari UBG dapat menghasilkan inovasi baru, seperti pengembangan model data sains untuk kesehatan masyarakat atau analisis ekonomi digital di wilayah kepulauan.

Peningkatan mutu jurnal juga berdampak langsung pada daya saing lulusan. Mahasiswa di lingkungan UBG Mataram didorong untuk terlibat dalam penulisan artikel ilmiah bersama dosen, di mana jurnal-jurnal internal yang terakreditasi SINTA menjadi wadah pertama mereka dalam mengenal dunia publikasi profesional. Hal ini menciptakan budaya akademik yang kuat dan kompetitif sejak dini.

Tantangan Masa Depan: Menuju Indeksasi Internasional

Meskipun telah meraih kesuksesan di tingkat nasional melalui SINTA, UBG Mataram tidak berpuas diri. Target berikutnya yang dicanangkan oleh tim LPPM adalah mendorong jurnal-jurnal SINTA 2 untuk dapat terindeks secara internasional, khususnya di Scopus atau Clarivate Analytics. Langkah ini memerlukan kerja keras yang lebih besar, termasuk meningkatkan penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama dalam artikel dan merekrut dewan editor dari berbagai negara.

Kunjungan benchmarking dari Universitas Lambung Mangkurat ini memberikan suntikan motivasi bagi kedua belah pihak. Bagi ULM, mereka membawa pulang modul manajemen yang lebih efisien. Bagi UBG, pengakuan dari universitas negeri besar seperti ULM memvalidasi bahwa sistem yang mereka bangun berada di jalur yang benar.

Secara lebih luas, fenomena benchmarking ini menunjukkan tren positif di dunia pendidikan tinggi Indonesia, di mana universitas swasta dan negeri saling bahu-membahu tanpa adanya sekat kompetisi yang sempit. Semangat kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan sumber daya manusia yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menjaga Keberlanjutan Publikasi Berkualitas

Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan tersebut, kedua institusi menyepakati pentingnya menjaga keberlanjutan (sustainability) dari jurnal-jurnal yang dikelola. Di tengah maraknya fenomena jurnal predator yang merusak marwah akademik, komitmen UBG Mataram untuk tetap berada pada jalur publikasi yang etis dan berkualitas adalah hal yang patut diapresiasi.

Melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, Universitas Bumigora Mataram terus memposisikan diri sebagai mercusuar ilmu pengetahuan di Nusa Tenggara Barat. Ke depan, diharapkan lebih banyak lagi perguruan tinggi yang menjalin sinergi serupa, sehingga ekosistem riset di Indonesia semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa di kancah internasional. Dengan semangat "diseminasi untuk negeri", UBG Mataram membuktikan bahwa kualitas akademik tidak dibatasi oleh letak geografis, melainkan oleh dedikasi dan inovasi yang tiada henti dalam mengelola setiap karya ilmiah yang dihasilkan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *