Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) telah menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran sosial perusahaan dengan menyalurkan bantuan paket sembako. Sebanyak 52 lansia dhuafa di Desa Bajo Pulau, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menerima paket bantuan yang diharapkan dapat membantu mereka menyambut bulan penuh berkah ini dengan lebih layak dan penuh ketenangan. Program penyaluran bantuan ini merupakan bagian integral dari upaya PLN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara terorganisir oleh tim YBM PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima, yang berkolaborasi erat dengan jajaran pegawai PLN dari UP3 Bima serta Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sape. Langkah ini menunjukkan sinergi dan semangat gotong royong dalam mewujudkan kepedulian sosial. Tantangan Penyaluran di Wilayah Pesisir Pelaksanaan penyaluran bantuan di Desa Bajo Pulau menghadirkan tantangan logistik tersendiri. Mengingat lokasi desa yang terletak di wilayah pesisir dan terpisah oleh perairan, tim penyalur harus menempuh perjalanan melintasi lautan menggunakan perahu. Upaya ekstra ini dilakukan demi memastikan bahwa setiap paket sembako dapat diterima langsung oleh para penerima manfaat, menepis segala hambatan geografis demi tercapainya tujuan mulia program. Langkah ini menegaskan dedikasi PLN untuk menjangkau masyarakat di berbagai kondisi, bahkan di area yang sulit diakses. Setiap paket bantuan yang disalurkan berisi kebutuhan pokok yang sangat esensial, dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan para lansia, terutama selama periode Ramadan. Bantuan ini tidak hanya bersifat material semata, namun juga sarat makna sebagai wujud nyata kepedulian dan kehadiran PLN di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan yang seringkali luput dari perhatian. Pemberian bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi mereka dan memberikan semangat tambahan dalam menjalankan ibadah puasa. Komitmen PLN dalam Memperkuat Solidaritas Sosial General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, dalam pernyataannya menekankan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum yang sangat berharga untuk memperkuat solidaritas sosial dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama. Ia menyampaikan bahwa PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan energi kepedulian bagi masyarakat luas. "Melalui YBM PLN, kami ingin memastikan saudara-saudara kita, terutama yang berada di wilayah pesisir dan terpencil, dapat menikmati keindahan Ramadan dengan penuh harapan dan ketenangan," ujar Sri Heny Purwanti. Ia menambahkan bahwa program sosial semacam ini merupakan bagian tak terpisahkan dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan yang dijalankan secara berkelanjutan. Sri Heny Purwanti juga secara khusus mendorong seluruh insan PLN untuk terus memupuk dan menumbuhkan budaya berbagi dalam keseharian mereka. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban ekonomi para lansia dhuafa dan menjadi amal jariyah yang bernilai bagi seluruh pegawai PLN yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semangat ini mencerminkan nilai-nilai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada dampak positif bagi masyarakat. Semangat Kebersamaan dan Empati dari Insan PLN Senada dengan hal tersebut, Manajer PLN UP3 Bima, Syaiful Hannan, turut menegaskan bahwa kegiatan penyaluran bantuan ini merupakan manifestasi nyata dari semangat kebersamaan yang dipegang teguh oleh seluruh insan PLN dalam menyambut bulan suci Ramadan. Menurut pandangannya, bulan Ramadan adalah waktu yang sangat tepat untuk memperkuat rasa empati dan meningkatkan kepedulian sosial, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi membutuhkan. Suasana selama proses penyaluran bantuan berlangsung dengan sangat hangat dan penuh rasa kebersamaan. Tim YBM PLN beserta para pegawai PLN tidak hanya menyerahkan bantuan sembako, tetapi juga meluangkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan para lansia. Mereka mendengarkan cerita, keluh kesah, serta harapan dari para penerima manfaat. Momen ini menjadi sarana untuk saling berbagi doa dan harapan agar bulan Ramadan tahun ini membawa keberkahan yang berlimpah bagi semua. Para penerima manfaat pun tak lupa menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan oleh PLN. Para lansia dhuafa yang menerima bantuan mengungkapkan bahwa paket sembako tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, terutama di masa-masa sulit. Mereka berharap program-program sosial serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah terpencil dan pesisir yang seringkali menghadapi tantangan ekstra dalam kehidupan sehari-hari. Harapan ini menjadi motivasi bagi PLN untuk terus berinovasi dalam program-program pemberdayaan masyarakat. Implikasi Jangka Panjang dan Komitmen Berkelanjutan Melalui program penyaluran bantuan sembako ini, PLN UIW NTB kembali menegaskan komitmennya yang kuat untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kehadiran PLN tidak hanya sebatas pada penyediaan layanan kelistrikan yang andal dan terjangkau, tetapi juga melalui program-program sosial yang dirancang untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa PLN memahami perannya sebagai agen perubahan sosial yang turut berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Semangat berbagi yang terus diusung oleh YBM PLN diharapkan dapat menjadi katalisator dalam mempererat tali silaturahmi antarwarga dan antara perusahaan dengan masyarakat. Lebih dari itu, semangat ini juga diharapkan mampu menumbuhkan optimisme dan menghadirkan cahaya harapan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah. Keberlanjutan program-program seperti ini menjadi kunci dalam membangun ekosistem sosial yang lebih kuat dan peduli. Program YBM PLN ini merupakan salah satu bentuk nyata dari implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada aspek sosial dan lingkungan. Dengan menyasar kelompok lansia dhuafa di wilayah terpencil seperti Desa Bajo Pulau, PLN menunjukkan perhatiannya terhadap pemerataan pembangunan dan kesejahteraan di seluruh penjuru negeri. Hal ini sejalan dengan visi PLN untuk menjadi perusahaan energi terdepan di Asia Tenggara yang berorientasi pada pelanggan, unggul, dan berkelanjutan. Keberhasilan program ini juga tidak terlepas dari peran serta aktif para pegawai PLN yang menyisihkan sebagian rezekinya melalui YBM PLN. Dana yang terkumpul kemudian dikelola secara profesional untuk disalurkan kepada program-program yang tepat sasaran. Mekanisme ini menciptakan sebuah siklus kepedulian yang berkelanjutan, di mana setiap individu di dalam organisasi memiliki kesempatan untuk berkontribusi. Di samping bantuan sembako, YBM PLN juga kerap kali menyelenggarakan berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya, seperti bantuan pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi kerakyatan. Hal ini menunjukkan bahwa YBM PLN memiliki strategi yang komprehensif dalam menangani berbagai isu sosial yang dihadapi masyarakat. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih mendalam dan berkelanjutan. Penyaluran bantuan sembako ini menjadi pengingat bahwa di balik upaya penyediaan energi listrik yang krusial bagi kehidupan modern, PLN juga memiliki sisi kemanusiaan yang kuat. Keterlibatan langsung para pimpinan dan pegawai PLN di lapangan dalam setiap kegiatan penyaluran, seperti yang terjadi di Desa Bajo Pulau, semakin memperkuat ikatan emosional antara PLN dan masyarakat. Momen-momen interaksi langsung ini seringkali lebih berharga daripada sekadar nilai material bantuan yang diberikan. Seluruh rangkaian kegiatan ini mencerminkan komitmen PLN untuk terus menjadi mitra masyarakat yang handal dan peduli. Dengan terus menggulirkan program-program serupa, PLN UIW NTB tidak hanya berupaya meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga turut membangun fondasi masyarakat yang lebih kuat, berdaya, dan sejahtera di masa depan. Kehadiran PLN di Desa Bajo Pulau, meskipun dihadapkan pada tantangan geografis, membuktikan bahwa tidak ada jarak yang terlalu jauh untuk menjangkau mereka yang membutuhkan uluran tangan. (rl) Post navigation Peringati HPSN di Bulan Ramadan, PLN UIW NTB dan Pemkot Bima Hijaukan Pantai Kolo