Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) secara resmi melepas tiga orang peserta didik terbaik yang akan membawa panji Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ke kancah nasional. Ketiga siswa tersebut terpilih setelah melalui seleksi ketat untuk berlaga dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Nasional tahun 2026. Acara pelepasan yang berlangsung khidmat ini digelar di halaman Kantor Dinas Dikbud Lombok Barat pada Kamis, 13 Agustus 2026, menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengembangan bakat non-akademik generasi muda di wilayah tersebut.

Ketiga delegasi Lombok Barat yang akan bertarung di tingkat nasional tersebut terdiri dari dua siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan satu siswi jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka adalah Aqilah Ima Shabira, siswi berbakat dari SDN 2 Perampuan yang akan berkompetisi di cabang olahraga atletik putri. Selanjutnya adalah Raya Dias Aprizal, siswa SDN 1 Selat yang juga akan turun di cabang atletik putra. Melengkapi formasi tersebut, Jesiva Calista Putri, siswi SMPN 1 Gerung, akan mewakili NTB pada cabang olahraga bulu tangkis putri jenjang SMP. Keberhasilan ketiganya menembus fase nasional merupakan bukti nyata dari kualitas pembinaan atlet pelajar yang mulai merata di berbagai pelosok kecamatan di Lombok Barat.

Proses Seleksi dan Persiapan Menuju Nasional

Keberhasilan Aqilah, Raya, dan Jesiva bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari proses seleksi yang panjang dan berjenjang. O2SN merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) di bawah naungan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Sebelum dinyatakan lolos ke tingkat nasional, para atlet ini harus menjuarai seleksi di tingkat sekolah, kemudian berlanjut ke tingkat kecamatan, kabupaten, hingga akhirnya menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi NTB.

Di tingkat provinsi, persaingan sangatlah kompetitif mengingat NTB dikenal sebagai salah satu lumbung atlet nasional, khususnya untuk cabang olahraga atletik. Aqilah dan Raya harus bersaing dengan perwakilan dari sembilan kabupaten/kota lainnya di NTB sebelum akhirnya dipastikan memegang tiket nasional. Persiapan yang dilakukan pun tidak main-main. Di bawah bimbingan guru olahraga dan pelatih masing-masing, para siswa ini telah menjalani pemusatan latihan mandiri yang intensif selama beberapa bulan terakhir untuk meningkatkan stamina, teknik, serta mental bertanding.

Kepala Dinas Dikbud Lombok Barat, H. L. Najamuddin, dalam sambutannya saat acara pelepasan menekankan pentingnya kepercayaan diri bagi para atlet muda ini. Ia menyatakan bahwa tampil di level nasional adalah kesempatan langka yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengukur kemampuan diri sekaligus memperluas jejaring pertemanan dengan siswa-siswi dari seluruh pelosok Indonesia. Najamuddin didampingi oleh Sekretaris Dinas, Hairuddin, serta jajaran kepala bidang di lingkup Dikbud Lobar, memberikan suntikan semangat agar para siswa tidak merasa terbebani oleh target, namun tetap memberikan performa maksimal.

Dukungan Satuan Pendidikan dan Peran Strategis Sekolah

Sekolah sebagai garda terdepan dalam identifikasi bakat memegang peranan krusial. Hj. Baiq Srijali, Kepala SDN 2 Perampuan, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian Aqilah Ima Shabira. Menurutnya, keberhasilan Aqilah adalah sejarah bagi SDN 2 Perampuan. Pihak sekolah berkomitmen untuk terus mendukung setiap minat dan bakat siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik, sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang memberikan ruang luas bagi pengembangan potensi unik setiap anak.

"Kami sangat bangga. Aqilah adalah contoh nyata bahwa keterbatasan fasilitas di tingkat lokal tidak menjadi penghalang bagi seorang siswa untuk berprestasi hingga tingkat nasional selama ada kemauan keras dan dukungan yang tepat dari sekolah serta orang tua," ujar Srijali saat memberikan keterangan pers pada Jumat, 14 Agustus 2026. Ia menambahkan bahwa pihak sekolah telah memberikan dispensasi dan dukungan moral agar Aqilah dapat fokus berlatih tanpa meninggalkan kewajiban belajarnya.

Lebih lanjut, Srijali menekankan bahwa prestasi di bidang olahraga harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti sportivitas, disiplin, kerja keras, dan kejujuran yang dipelajari di lapangan olahraga diharapkan dapat membentuk kepribadian siswa yang tangguh di masa depan. Ia berharap Aqilah tidak cepat berpuas diri dan menjadikan ajang O2SN Nasional ini sebagai batu loncatan untuk karier atletik yang lebih profesional di masa mendatang, bahkan hingga ke jenjang Pekan Olahraga Nasional (PON) atau ajang internasional.

Aqilah Siswi SDN 2 Perampuan Wakili NTB di Ajang O2SN Tingkat Nasional

O2SN sebagai Pilar Desain Besar Olahraga Nasional (DBON)

Penyelenggaraan O2SN tingkat nasional tahun 2026 ini juga merupakan bagian dari implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Pemerintah pusat menempatkan atletik dan bulu tangkis sebagai cabang olahraga unggulan yang diproyeksikan untuk meraih medali di ajang Olimpiade. Dengan terpilihnya perwakilan dari Lombok Barat di dua cabang ini, daerah tersebut secara tidak langsung berkontribusi dalam penyediaan basis data atlet potensial nasional sejak usia dini.

Cabang atletik, khususnya untuk jenjang SD, biasanya melombakan nomor kids’ athletics yang memadukan berbagai kemampuan dasar seperti lari, lompat, dan lempar. Sementara itu, bulu tangkis tetap menjadi primadona dengan standar persaingan yang sangat tinggi di Indonesia. Partisipasi Jesiva Calista Putri dari SMPN 1 Gerung menunjukkan bahwa pembinaan bulu tangkis di Lombok Barat tetap konsisten menghasilkan talenta yang mampu bersaing dengan atlet-atlet dari klub besar di kota-kota lain.

Kehadiran ajang seperti O2SN juga memiliki implikasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan para siswa. Sertifikat juara atau partisipasi di tingkat nasional dapat digunakan sebagai instrumen dalam Jalur Prestasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di jenjang pendidikan berikutnya. Hal ini memberikan jaminan bagi para atlet bahwa prestasi olahraga mereka akan dihargai dan membantu mereka mendapatkan akses ke sekolah-sekolah unggulan yang memiliki fasilitas pembinaan olahraga lebih lengkap.

Harapan dan Dampak bagi Daerah

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap keberangkatan tiga duta olahraga ini dapat menjadi inspirasi bagi ribuan siswa lainnya di Bumi Patut Patuh Patju. Keberhasilan mereka membuktikan bahwa sistem pendidikan di daerah mampu melahirkan individu yang kompetitif di level nasional. Dinas Dikbud Lobar juga berkomitmen untuk terus memperbaiki sarana dan prasarana olahraga di sekolah-sekolah agar deteksi bakat dapat dilakukan secara lebih sistematis sejak kelas-kelas awal.

Selain aspek kompetisi, keberangkatan para siswa ini ke Jakarta (atau kota penyelenggara nasional lainnya) juga membawa misi promosi daerah. Mereka adalah duta budaya yang membawa identitas masyarakat Lombok Barat yang ramah, sopan, dan memiliki semangat juang tinggi. Kepala Dinas Dikbud, H. L. Najamuddin, menutup pesan pelepasannya dengan slogan yang menggugah: "Dari Lombok Barat, untuk Indonesia." Kalimat ini mengandung makna bahwa kontribusi daerah kecil sangat berarti dalam membangun prestasi olahraga bangsa secara keseluruhan.

Secara sosial, dukungan dari orang tua juga menjadi faktor penentu. Kehadiran ibu dari Aqilah Ima Shabira saat acara pelepasan menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara lingkungan rumah dan sekolah. Tanpa restu dan dukungan materi serta moral dari keluarga, sulit bagi atlet cilik untuk bisa bertahan dalam rutinitas latihan yang berat. Oleh karena itu, apresiasi juga diberikan kepada para orang tua yang telah mendedikasikan waktu mereka untuk mengantar jemput anak berlatih dan memberikan nutrisi yang cukup demi menunjang performa atletik mereka.

Penutup: Menyongsong Masa Depan Atlet Muda NTB

Lombok Barat kini menantikan kabar baik dari Jakarta. Apapun hasil yang akan diraih oleh Aqilah, Raya, dan Jesiva di tingkat nasional nanti, mereka telah tercatat sebagai pahlawan olahraga bagi sekolah dan daerahnya. Pengalaman bertanding di level nasional akan memberikan perspektif baru bagi mereka tentang betapa luasnya persaingan dan betapa pentingnya konsistensi dalam berlatih.

Diharapkan, sekembalinya mereka dari ajang O2SN Nasional, pengalaman tersebut dapat ditularkan kepada rekan-rekan sejawatnya. Dinas Dikbud Lobar berencana untuk menjadikan para atlet berprestasi ini sebagai ikon pelajar inspiratif di sekolah masing-masing untuk memicu minat siswa lain dalam berolahraga. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan, tidak mustahil jika di masa depan, nama-nama seperti Aqilah, Raya, dan Jesiva akan menghiasi podium-podium kejuaraan olahraga internasional, membawa nama harum Indonesia di mata dunia.

Keberhasilan ini adalah kemenangan bagi ekosistem pendidikan di Lombok Barat yang mampu menyeimbangkan antara tuntutan kurikulum akademik dengan pengembangan talenta minat dan bakat. Perjalanan ketiga siswa ini menuju O2SN Nasional 2026 adalah bukti bahwa dengan kerja keras, sinergi, dan doa, mimpi besar anak-anak daerah untuk mengguncang panggung nasional bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *