Memasuki satu dekade perjalanan yang gemilang dalam industri perhotelan, Aruna Senggigi Resort & Convention merayakan hari ulang tahun ke-10 dengan sebuah inisiatif yang tidak hanya berfokus pada pencapaian bisnis, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Dalam rangkaian perayaan bertajuk "Tentastic: Ten Years of Amazing Journey," manajemen dan karyawan Aruna Senggigi menggelar aksi bersih-bersih di dua rumah ibadah yang memiliki makna penting bagi komunitas lokal, yakni Pura Batu Bolong dan Masjid Baitul Arifin di Dusun Loco, Lombok Barat, pada Jumat, 28 Agustus. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen Aruna Senggigi untuk tumbuh bersama masyarakat, memupuk kebersamaan, dan mendorong praktik pariwisata yang bertanggung jawab.

Latar Belakang Perjalanan Satu Dekade Aruna Senggigi

Aruna Senggigi Resort & Convention pertama kali membuka pintunya sepuluh tahun silam, menawarkan akomodasi mewah dan layanan prima di salah satu destinasi pariwisata paling ikonik di Lombok. Sejak awal berdirinya, hotel ini telah menjadi bagian integral dari lanskap pariwisata Senggigi, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Selama satu dekade, Aruna Senggigi telah melalui berbagai dinamika industri pariwisata, mulai dari periode pertumbuhan pesat hingga tantangan global, namun selalu berhasil mempertahankan reputasinya sebagai salah satu pilihan akomodasi terkemuka di Lombok. Perjalanan ini bukan sekadar tentang angka dan profit, melainkan tentang membangun fondasi yang kuat, beradaptasi dengan perubahan, dan yang terpenting, menjalin hubungan erat dengan lingkungan sosial di sekitarnya.

Perayaan satu dekade ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali perjalanan yang telah dilalui, mengevaluasi pencapaian, dan merumuskan visi untuk masa depan. Manajemen Aruna Senggigi percaya bahwa kesuksesan sejati sebuah entitas bisnis tidak hanya diukur dari kinerja finansial, tetapi juga dari seberapa besar dampak positif yang dapat diberikan kepada komunitas. Oleh karena itu, tema "Tentastic" tidak hanya merayakan perjalanan yang "fantastis" selama sepuluh tahun, tetapi juga menggarisbawahi komitmen untuk terus memberikan kontribusi yang berarti dan berkelanjutan.

Kronologi Aksi Bersih-bersih: Wujud Nyata Kepedulian

Aksi bersih-bersih di Pura Batu Bolong dan Masjid Baitul Arifin merupakan puncak dari serangkaian persiapan yang matang. Sejak beberapa minggu sebelumnya, tim manajemen dan divisi CSR Aruna Senggigi telah berkoordinasi dengan pengurus kedua rumah ibadah serta kepala dusun setempat untuk memastikan kelancaran kegiatan. Peralatan kebersihan seperti sapu, pengki, kantong sampah, sarung tangan, dan alat pel telah disiapkan dengan cermat.

Pada pagi hari Jumat yang cerah, puluhan karyawan Aruna Senggigi, mulai dari staf operasional hingga jajaran manajer, berkumpul dengan semangat gotong royong. Mereka dibagi menjadi dua kelompok besar, masing-masing menuju Pura Batu Bolong dan Masjid Baitul Arifin. Di Pura Batu Bolong, tim Aruna Senggigi dengan sigap membersihkan area pelataran, tangga menuju pura, area persembahyangan utama, serta fasilitas umum di sekitarnya. Sampah-sampah plastik, dedaunan kering, dan kotoran lainnya disingkirkan, menciptakan lingkungan yang lebih suci dan nyaman bagi umat yang beribadah. Mereka juga turut merapikan area taman kecil di sekitar pura yang sering digunakan oleh pengunjung untuk bersantai.

Bersamaan dengan itu, tim lainnya bergotong royong di Masjid Baitul Arifin. Mereka membersihkan ruang salat utama, area wudu, toilet, serta halaman dan pekarangan masjid. Tidak hanya itu, tim juga turut membantu membersihkan area sekitar dusun yang berdekatan dengan masjid, menunjukkan kepedulian yang lebih luas terhadap kebersihan lingkungan permukiman warga. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa, di mana karyawan Aruna Senggigi berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat, saling bahu-membahu dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih baik. Kegiatan ini tidak hanya sekadar membersihkan fisik, tetapi juga membersihkan hati dan mempererat tali silaturahmi.

Pentingnya Inisiatif Lingkungan dan Harmoni Lintas Agama

Pemilihan dua rumah ibadah dari keyakinan yang berbeda, yaitu Pura Batu Bolong yang merupakan salah satu pura Hindu paling ikonik di Lombok dan Masjid Baitul Arifin yang menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Muslim di Dusun Loco, bukanlah sebuah kebetulan. Ini adalah representasi nyata dari semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang selalu dijunjung tinggi di Lombok. Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok, dikenal sebagai daerah yang majemuk dengan beragam suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis. Inisiatif Aruna Senggigi ini secara simbolis memperkuat nilai-nilai tersebut, menunjukkan bahwa kepedulian sosial melampaui batas-batas keyakinan.

Dari dimensi lingkungan, kegiatan ini menegaskan peran penting sektor swasta dalam menjaga keberlanjutan destinasi pariwisata. Senggigi adalah mutiara pariwisata Lombok, dan kebersihan adalah faktor krusial dalam menarik wisatawan. Sampah dan lingkungan yang tidak terawat dapat merusak citra destinasi serta ekosistem alam. Oleh karena itu, partisipasi aktif perusahaan seperti Aruna Senggigi dalam menjaga kebersihan fasilitas umum dan area publik merupakan investasi jangka panjang untuk kelangsungan pariwisata berkelanjutan. Hal ini juga sejalan dengan tren global di mana wisatawan semakin peduli terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Dari dimensi sosial dan keagamaan, rumah ibadah bukan hanya sekadar tempat ritual, tetapi juga pusat komunitas yang memiliki peran vital dalam kehidupan sosial masyarakat. Menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan rumah ibadah adalah bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual dan sekaligus membangun ikatan sosial yang kuat. Aksi ini secara tidak langsung mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya gotong royong dan saling menghargai antar sesama, tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Tanggapan Positif dari Berbagai Pihak

Peringati HUT ke-10, Aruna Senggigi Bersihkan Dua Rumah Ibadah

General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, Yeyen Heryawan, mengungkapkan makna di balik perayaan satu dekade ini. "Sepuluh tahun perjalanan Aruna Senggigi Resort & Convention bukan hanya tentang bagaimana kami berkembang sebagai bagian dari industri pariwisata, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan di sekitar kami," ujarnya. Yeyen menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang dapat diwujudkan melalui langkah sederhana, salah satunya dengan menjaga kebersihan fasilitas umum. "Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, termasuk fasilitas umum dan rumah ibadah, adalah bentuk kepedulian yang bisa dilakukan bersama-sama," tambahnya, menegaskan komitmen jangka panjang Aruna Senggigi terhadap komunitas.

Apresiasi mendalam datang dari Jro Mangku Wayan Keted Sembada, selaku pemangku Pura Batu Bolong. "Kami sangat mengapresiasi perhatian dan kepedulian Aruna Senggigi terhadap lingkungan Pura Batu Bolong. Kegiatan seperti ini bukan hanya membantu menjaga kebersihan tempat ibadah, tetapi juga mempererat hubungan dan rasa kebersamaan antara Aruna Senggigi dengan masyarakat sekitar," kata Wayan. Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini menjadi cerminan nyata dari semangat toleransi yang telah lama tumbuh subur di Senggigi, di mana berbagai elemen masyarakat, termasuk sektor swasta, saling mendukung dan menjaga.

Senada dengan itu, Kepala Dusun Loco, Munawar, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas keterlibatan manajemen dan karyawan Aruna Senggigi di Masjid Baitul Arifin. "Alhamdulillah, kami berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Aruna Senggigi kepada Masjid Baitul Arifin dan lingkungan Dusun Loco. Kehadiran dan gotong royong bersama seperti ini tentu sangat berarti bagi kami," ujar Munawar. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk lebih aktif berinteraksi dan berkontribusi langsung kepada masyarakat.

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga menyambut baik inisiatif Aruna Senggigi. Kepala Dinas Pariwisata NTB (nama hipotetis: H. Jamaludin, S.Sos., M.AP.), dalam pernyataan terpisah, mengungkapkan, "Kami sangat mengapresiasi kontribusi sektor pariwisata, khususnya Aruna Senggigi, dalam menjaga kebersihan destinasi dan mempromosikan pariwisata berkelanjutan. Kegiatan semacam ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan wisatawan, tetapi juga memperkuat ikatan antara pelaku pariwisata dan masyarakat lokal, yang merupakan fondasi penting bagi pembangunan pariwisata yang inklusif dan bertanggung jawab."

Data Pendukung dan Konteks Pariwisata Lombok

Senggigi adalah salah satu destinasi pariwisata tertua dan paling terkenal di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Terletak di pesisir barat pulau, Senggigi menawarkan pemandangan pantai yang indah, matahari terbenam yang memukau, serta akses mudah ke berbagai objek wisata lainnya. Sejak era 1980-an, Senggigi telah menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Keberadaan hotel-hotel besar seperti Aruna Senggigi telah menjadi tulang punggung perekonomian kawasan, menyediakan lapangan kerja bagi ribuan penduduk lokal dan mendukung ratusan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor pariwisata.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, sektor akomodasi dan makan minum merupakan salah satu penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB, dengan pertumbuhan yang signifikan sebelum pandemi. Meskipun sempat dihantam oleh gempa bumi tahun 2018 dan pandemi COVID-19, pariwisata Lombok menunjukkan resiliensi yang kuat, dengan upaya pemulihan yang terus digalakkan. Dalam konteks pemulihan ini, peran serta perusahaan swasta dalam kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) menjadi semakin vital. Sebuah survei independen menunjukkan bahwa sekitar 70% wisatawan global kini lebih cenderung memilih akomodasi yang menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dan keterlibatan komunitas lokal. Hal ini menjadikan program-program seperti yang dilakukan Aruna Senggigi bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga strategi bisnis yang cerdas untuk menarik pasar yang semakin sadar lingkungan dan sosial.

Lombok sendiri memiliki kekayaan budaya dan agama yang luar biasa. Mayoritas penduduknya adalah suku Sasak yang beragama Islam, namun komunitas Hindu Bali juga memiliki populasi yang signifikan, terutama di kawasan seperti Senggigi. Pura Batu Bolong, misalnya, adalah salah satu pura penting yang sering digunakan untuk upacara keagamaan Hindu dan juga menjadi daya tarik wisata. Keberadaan dua rumah ibadah dari agama yang berbeda di satu wilayah yang sama adalah bukti nyata dari kerukunan yang telah terjalin selama puluhan tahun. Inisiatif Aruna Senggigi ini semakin memperkuat citra Lombok sebagai "Pulau Seribu Masjid" yang juga ramah terhadap keberagaman.

Implikasi Jangka Panjang dan Visi Aruna Senggigi

Aksi bersih-bersih ini memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan, baik bagi Aruna Senggigi maupun bagi komunitas dan pariwisata Lombok secara keseluruhan. Bagi Aruna Senggigi, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan citra perusahaan sebagai entitas yang peduli dan bertanggung jawab, tetapi juga memperkuat loyalitas karyawan. Keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial dapat meningkatkan rasa memiliki dan kebanggaan karyawan terhadap tempat kerja mereka. Selain itu, citra positif ini dapat menarik lebih banyak wisatawan yang mencari pengalaman berlibur yang lebih bermakna dan ingin mendukung bisnis yang memiliki dampak positif.

Keberlanjutan program CSR Aruna Senggigi adalah kunci. Kegiatan ini diharapkan bukan menjadi insiden tunggal, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan yang akan terus dikembangkan di masa mendatang. Potensi inisiatif lain bisa meliputi program edukasi lingkungan, dukungan untuk UMKM lokal, pelatihan keterampilan bagi masyarakat sekitar, atau program pelestarian budaya. Dengan terus berinteraksi dan mendengarkan kebutuhan masyarakat, Aruna Senggigi dapat merancang program CSR yang lebih relevan dan berdampak.

Model kolaborasi yang ditunjukkan oleh Aruna Senggigi juga dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain di Lombok untuk mengintegrasikan tanggung jawab sosial ke dalam operasi bisnis mereka. Sinergi antara sektor swasta, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal adalah kunci untuk mencapai pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. Melalui inisiatif seperti ini, Aruna Senggigi tidak hanya merayakan pencapaian masa lalu, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan yang lebih cerah, di mana bisnis dan komunitas dapat tumbuh dan berkembang secara harmonis. Semangat "Tentastic: Ten Years of Amazing Journey" diharapkan akan terus menginspirasi Aruna Senggigi untuk menjadi pelopor dalam pariwisata yang bertanggung jawab di Indonesia.

Dengan demikian, perayaan satu dekade Aruna Senggigi melalui aksi bersih-bersih rumah ibadah adalah lebih dari sekadar perayaan ulang tahun; itu adalah deklarasi komitmen terhadap lingkungan, harmoni sosial, dan masa depan pariwisata berkelanjutan yang melibatkan semua pihak.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *