DOMPU – PT Sumbawa Timur Mining (STM) secara resmi telah merampungkan pelaksanaan Program Partisipasi Desa (PPD) tahun 2025, sebuah inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang signifikan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Dompu. Penyerahan program yang bernilai total sekitar Rp1,26 miliar ini dilakukan dalam sebuah acara serah terima kepada Pemerintah Kabupaten Dompu, menandai komitmen jangka panjang STM dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah. Program ini menargetkan 12 desa, meliputi 8 desa di Kecamatan Hu’u dan 4 desa di Kecamatan Pajo, dengan fokus utama pada sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi lokal. Memperkuat Pilar Pembangunan: Latar Belakang dan Tujuan PPD Program Partisipasi Desa (PPD) merupakan manifestasi nyata dari visi STM untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat di wilayah operasionalnya. Diluncurkan pertama kali pada tahun 2017, PPD dirancang sebagai sebuah kerangka kerja partisipatif yang memungkinkan masyarakat desa secara langsung mengidentifikasi dan mengusulkan program-program prioritas mereka. Inisiatif ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan sebuah model kolaborasi yang selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Dompu (RKPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), serta Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). Dengan demikian, setiap program yang dilaksanakan melalui PPD memiliki legitimasi dan relevansi yang kuat dengan kebutuhan riil masyarakat serta arah pembangunan daerah. Fokus program pada tahun 2025 yang mencakup kesehatan, pendidikan, dan ekonomi adalah cerminan dari tantangan pembangunan dasar yang masih dihadapi banyak komunitas pedesaan di Indonesia, termasuk Dompu. Di sektor kesehatan, program PPD berupaya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan dasar, mulai dari penyediaan sarana air bersih hingga peningkatan fasilitas sanitasi. Dalam bidang pendidikan, program ini bertujuan untuk memperbaiki infrastruktur sekolah, menyediakan sarana belajar, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak-anak. Sementara itu, di sektor ekonomi, PPD mendorong inisiatif yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, seperti pelatihan keterampilan, dukungan alat pertanian, atau pengembangan usaha kecil. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa dampak program dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Kabupaten Dompu, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki karakteristik geografis dan demografis yang unik. Sebagian besar wilayahnya masih mengandalkan sektor pertanian dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi. Kehadiran investasi pertambangan berskala besar seperti yang dilakukan oleh STM membawa potensi ekonomi yang signifikan, namun juga tanggung jawab sosial yang besar untuk memastikan bahwa manfaat pembangunan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang berada di sekitar area proyek. PPD menjadi jembatan penting antara kegiatan industri dan kebutuhan masyarakat, menciptakan sinergi yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Mekanisme Partisipatif: Suara Masyarakat dalam Penentuan Prioritas Salah satu pilar kekuatan PPD adalah pendekatannya yang sangat partisipatif. Berbeda dengan program bantuan satu arah, PPD mengedepankan prinsip musyawarah desa (musdes) sebagai forum utama untuk menentukan usulan program prioritas. Proses ini melibatkan seluruh elemen masyarakat desa, termasuk tokoh adat, tokoh agama, perwakilan perempuan, pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya, untuk bersama-sama mengidentifikasi masalah, potensi, serta kebutuhan mendesak di desa mereka. Dari hasil musdes inilah, daftar program prioritas disusun dan diajukan kepada manajemen STM. Setelah usulan program disetujui, tahap implementasi menjadi tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pihak perusahaan. Di Kecamatan Hu’u, pelaksanaan program dikoordinasikan oleh Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), sementara di Kecamatan Pajo, peran ini diemban oleh Komite Pelaksana Desa (KPD). Kedua entitas ini, yang beranggotakan perwakilan masyarakat lokal, memiliki peran krusial dalam memastikan bahwa program berjalan sesuai rencana, anggaran digunakan secara transparan dan akuntabel, serta manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga. Model ini tidak hanya menjamin efektivitas program, tetapi juga membangun kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam mengelola pembangunan di desa mereka sendiri. Ini adalah bentuk pemberdayaan sejati, di mana masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga agen perubahan dan penggerak pembangunan. Momentum Penting: Detil Acara Serah Terima di Lapangan Polsek Hu’u Acara serah terima Program Partisipasi Desa tahun 2025 dilangsungkan dengan khidmat dan antusiasme tinggi di lapangan Polsek Hu’u pada hari Jumat, 12 Desember. Tanggal tersebut menjadi penanda resmi berakhirnya siklus program untuk tahun berjalan dan dimulainya periode baru untuk evaluasi serta perencanaan ke depan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam acara ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mencapai tujuan pembangunan. Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu, H. Khairul Insan, SE., MM., hadir mewakili Bupati Dompu, menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap inisiatif STM. Turut hadir pula Ketua DPRD Dompu Ir. Muttakun, yang kehadirannya menggarisbawahi dukungan legislatif terhadap program-program yang berdampak positif bagi masyarakat. Jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Hu’u, para kepala desa dari wilayah penerima manfaat, serta perwakilan masyarakat setempat juga memadati lokasi acara, menciptakan suasana kebersamaan dan optimisme. Dari pihak manajemen STM, Manajer Community Relations, Ulya Defretes, beserta tim yang terlibat dalam PPD, hadir untuk secara simbolis menyerahkan program kepada pemerintah daerah. Momen ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah deklarasi publik atas selesainya satu siklus program dan komitmen untuk melanjutkan kemitraan di masa mendatang. Apresiasi dan Harapan: Respon Pemerintah Daerah dan Manajemen STM Dalam sambutannya, Pj. Sekda Dompu, H. Khairul Insan, SE., MM., menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi PT Sumbawa Timur Mining. Ia menegaskan bahwa PPD adalah bukti nyata komitmen bersama antara pemerintah dan STM dalam mewujudkan masyarakat Dompu yang maju, sejahtera, religius, berkeadilan, dan berbudaya. Visi ini, yang menjadi panduan utama pembangunan daerah, menemukan relevansinya melalui program-program yang secara langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. "Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu menyampaikan apresiasi. Terima kasih atas kepedulian STM kepada masyarakat Kabupaten Dompu, khususnya di wilayah lingkar area proyek," ujar H. Khairul Insan. Ia menambahkan bahwa STM tidak hanya hadir untuk berinvestasi dalam sektor pertambangan, tetapi juga memberikan sentuhan sosial yang signifikan melalui program pengembangan masyarakat. Menurutnya, inisiatif semacam ini harus didukung secara penuh oleh pemerintah bersama masyarakat, sehingga investasi dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi kesejahteraan Dompu. Pj. Sekda juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pemanfaatan bantuan PPD. "Bantuan ini harus mampu kita manfaatkan dan berdayakan. Para kepala desa, tolong dikontrol agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan secara bertanggung jawab," pesannya, menegaskan perlunya pengawasan ketat untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program. Senada dengan Pj. Sekda, Manajer Community Relations STM, Ulya Defretes, menyatakan bahwa keberhasilan PPD tahun 2025 tidak lepas dari dukungan kuat pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat. Ia menyampaikan harapannya agar kolaborasi positif ini dapat terus terjalin demi terciptanya nilai kebermanfaatan yang semakin baik di masa mendatang. "Alhamdulillah, kami terus berupaya untuk berkontribusi, terlibat aktif dalam pembangunan daerah, sehingga STM dan masyarakat dapat terus tumbuh dan berkembang bersama-sama," ungkap Ulya Defretes, menggarisbawahi filosofi kemitraan yang menjadi landasan operasional perusahaan. Pernyataan ini menegaskan visi STM untuk tidak hanya menjadi entitas bisnis, tetapi juga bagian integral dari ekosistem sosial dan ekonomi Dompu. Dampak Nyata di Tingkat Desa: Kisah Keberhasilan dari Hu’u Salah satu desa yang menjadi penerima manfaat utama PPD adalah Desa Hu’u. Kepala Desa Hu’u, Mujahidin, S.Sos., memberikan testimoni langsung mengenai dampak positif yang dirasakan warganya. Menurut Mujahidin, manfaat PPD sangat luar biasa dan dirasakan langsung oleh masyarakat karena program-program yang dijalankan merupakan hasil musyawarah warga dengan alokasi anggaran yang tersedia. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut benar-benar responsif terhadap kebutuhan lokal. Mujahidin merinci beberapa bentuk program yang disepakati di Desa Hu’u pada PPD tahun 2025. Antara lain, pembuatan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang krusial untuk meningkatkan sanitasi dan kesehatan lingkungan desa. Selain itu, pengeboran air bersih menjadi program vital mengingat tantangan akses air bersih yang seringkali dihadapi masyarakat pedesaan. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dasar juga menjadi fokus, yang akan berdampak langsung pada kualitas belajar mengajar di sekolah-sekolah desa. Tidak ketinggalan, pengadaan mesin semprot pertanian merupakan inisiatif ekonomi yang sangat relevan bagi masyarakat Hu’u yang mayoritas bermatapencarian sebagai petani, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian mereka. Beberapa program lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik desa juga turut dilaksanakan, menunjukkan fleksibilitas dan adaptasi PPD terhadap kondisi lapangan. Implementasi proyek-proyek ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga membangun rasa kepemilikan dan kebersamaan di antara warga. Melalui keterlibatan aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan, masyarakat merasa memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan fasilitas yang dibangun. Hal ini adalah inti dari pemberdayaan komunitas, di mana solusi lahir dari akar rumput dan dikelola secara mandiri. PPD dalam Bingkai CSR: Strategi Berkelanjutan dan Pengakuan Nasional Program Partisipasi Desa (PPD) STM, yang telah berlangsung sejak tahun 2017, merupakan bagian integral dari strategi pengembangan masyarakat terintegrasi yang lebih luas di Kabupaten Dompu. Keberlanjutan program ini selama bertahun-tahun menunjukkan komitmen jangka panjang STM terhadap Corporate Social Responsibility (CSR) yang tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi juga pada penciptaan nilai bersama (creating shared value) bagi perusahaan dan masyarakat. PPD mencerminkan pemahaman bahwa keberhasilan operasi pertambangan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan komunitas di sekitarnya. Atas dedikasi dan dampak positifnya, PPD telah meraih berbagai pengakuan bergengsi di tingkat nasional, yang menegaskan posisi program ini sebagai salah satu praktik CSR terbaik di Indonesia. Pada tahun 2025, PPD sukses meraih Corporate Social Responsibility dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (CSR & PDB) Awards kategori Silver dari Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF), sebuah lembaga yang bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk mengapresiasi program-program yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan desa. Penghargaan ini menyoroti bagaimana PPD secara efektif mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di tingkat lokal, khususnya dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesehatan dan pendidikan, serta membangun kemitraan yang efektif. Tidak hanya itu, PPD juga meraih Top CSR Awards 2025 kategori Bintang 4 dari Top Business, sebuah penghargaan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang menunjukkan kinerja CSR unggul dan inovatif. Kategori Bintang 4 menandakan bahwa program PPD memiliki sistem, kebijakan, dan implementasi CSR yang sangat baik, selaras dengan strategi bisnis perusahaan, serta memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Pengakuan-pengakuan ini bukan hanya kebanggaan bagi STM, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan jangkauan program PPD di masa mendatang. Penghargaan ini juga menjadi bukti bahwa pendekatan partisipatif dan terintegrasi dalam program CSR dapat menghasilkan dampak yang transformatif bagi masyarakat. Menuju Masa Depan: Kolaborasi Berkelanjutan untuk Kemajuan Dompu Penyelesaian PPD tahun 2025 dan acara serah terima ini menandai sebuah tonggak penting, namun sekaligus membuka lembaran baru bagi kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan. Ke depan, tantangan pembangunan di Dompu akan terus berkembang, dan peran kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat akan menjadi semakin krusial. STM, melalui PPD dan program pengembangan masyarakat lainnya, diharapkan dapat terus menjadi katalisator bagi perubahan positif. Implikasi jangka panjang dari PPD sangatlah luas. Dengan investasi dalam kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, program ini tidak hanya mengatasi masalah-masalah mendesak tetapi juga membangun fondasi bagi kemandirian masyarakat. Peningkatan akses pendidikan akan menciptakan generasi muda yang lebih terampil dan berdaya saing. Perbaikan sanitasi dan kesehatan akan meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas. Dukungan ekonomi akan membuka peluang baru bagi peningkatan pendapatan dan pengurangan kemiskinan. Seluruh upaya ini selaras dengan cita-cita besar untuk menjadikan Dompu sebagai wilayah yang maju dan sejahtera. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan keberlanjutan program-program ini, baik melalui kebijakan yang mendukung maupun pengawasan yang efektif. Sementara itu, masyarakat diharapkan terus aktif berpartisipasi dalam perencanaan dan pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun, menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab. PT Sumbawa Timur Mining, sebagai mitra pembangunan, akan terus mengevaluasi dan mengadaptasi program-programnya agar tetap relevan dengan dinamika kebutuhan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi yang kuat, harapan untuk melihat Dompu yang lebih maju, berdaya, dan mandiri bukanlah sekadar impian, melainkan sebuah tujuan yang dapat dicapai bersama. Post navigation Sumbawa Menuju Sentra Gula Nasional: Antara Potensi Besar, Tantangan Logistik, dan Harapan Keadilan Bagi Petani