GIRI MENANG, NTB – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (BI NTB) kembali mengukuhkan komitmennya dalam memastikan ketersediaan dan kelayakan Rupiah di seluruh penjuru negeri dengan menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Kegiatan berskala nasional yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 24 Mei 2026 ini merupakan hasil sinergi strategis antara BI NTB dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut. Pelaksanaan ERB 2026 tahun ini berfokus pada penjangkauan lima pulau terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu Pulau Moyo, Pusu Langgudu, Medang, Maringkik, dan Gili Gede. Pelaksanaan pelepasan secara resmi ERB 2026 dilakukan di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, pada hari Senin, 18 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh pejabat-pejabat kunci dari berbagai instansi, termasuk Kepala Perwakilan BI NTB Hario K Pamungkas, jajaran pimpinan TNI Angkatan Laut, perwakilan Pemerintah Provinsi NTB, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait lainnya yang turut memberikan dukungan moral dan logistik bagi kelancaran ekspedisi. Modal Kerja Penukaran Meningkat untuk Kebutuhan Masyarakat Dalam upaya memenuhi kebutuhan perputaran uang tunai yang layak edar di wilayah-wilayah terpencil, Bank Indonesia telah menyiapkan modal kerja penukaran uang yang signifikan. Raden Aga Nugraha, Analis Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang (DPU) Bank Indonesia, mengungkapkan bahwa pada pelaksanaan ERB 2026 ini, BI telah menyiapkan modal kerja penukaran sebesar Rp8,34 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 3,15 persen dibandingkan dengan modal kerja yang disiapkan pada pelaksanaan ekspedisi tahun sebelumnya, 2025. Peningkatan ini mencerminkan komitmen BI untuk terus meningkatkan cakupan dan kuantitas layanan penukaran uang guna menjangkau lebih banyak masyarakat di daerah 3T. "Pada ekspedisi kali ini, kami membawa modal kerja penukaran sebesar Rp8.340.000.000, angka ini meningkat 3,15 persen dibandingkan pelaksanaan tahun 2025," ujar Raden Aga Nugraha. Peningkatan ini sangat krusial mengingat tantangan geografis dan kebutuhan masyarakat di pulau-pulau terluar yang seringkali memiliki akses terbatas terhadap layanan perbankan konvensional. Mandat Kedaulatan Rupiah di Seluruh NKRI Pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) tidak lepas dari amanat undang-undang fundamental yang mengikat Bank Indonesia. Menurut Aga, ERB merupakan bagian integral dari mandat yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Undang-undang ini secara tegas mewajibkan Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan Rupiah yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tanpa terkecuali, termasuk wilayah kepulauan dan daerah-daerah terpencil yang memiliki tantangan aksesibilitas tinggi. Lebih lanjut, Aga menjelaskan bahwa tantangan geografis yang melekat pada kondisi kepulauan Indonesia, ditambah dengan keragaman tingkat pemahaman masyarakat terhadap peran dan nilai Rupiah, menjadi alasan mendasar mengapa edukasi dan layanan kas keliling melalui ERB menjadi sangat penting. Program ini tidak hanya bertujuan mendistribusikan uang tunai, tetapi juga sebagai sarana edukasi finansial dan sosialisasi pentingnya penggunaan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dan berdaulat di seluruh negeri. Rekam Jejak Kolaborasi Sukses dan Pengakuan Internasional Kolaborasi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat telah terjalin erat dan membuahkan hasil nyata sejak tahun 2012. Hingga akhir tahun 2025, sinergi kedua institusi ini tercatat telah berhasil melaksanakan sebanyak 150 kegiatan kas keliling yang menyasar wilayah 3T. Dampak dari kegiatan ini sangat signifikan, yaitu berhasil menjangkau total 766 pulau di seluruh Indonesia. Jumlah ini menunjukkan skala dan jangkauan program yang luar biasa dalam memastikan kedaulatan ekonomi nasional melalui distribusi Rupiah. Keberhasilan program ERB bahkan telah mendapatkan pengakuan di kancah internasional. Prestasi gemilang ini ditandai dengan perolehan penghargaan bergengsi, yaitu Currency Initiative Award, yang diserahkan dalam ajang Central Banking Awards 2024 di London. Penghargaan ini menjadi bukti konkret bahwa upaya Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan ekonomi melalui Rupiah di wilayah terpencil telah mendapat apresiasi dari komunitas perbankan global. Dukungan Penuh TNI AL: Menjaga Kedaulatan Ekonomi Negara Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram, Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo, menegaskan komitmen dan dukungan penuh dari jajaran TNI Angkatan Laut terhadap setiap pelaksanaan ERB. Menurutnya, partisipasi aktif TNI AL dalam program ini bukan hanya sekadar dukungan logistik dan personel, melainkan merupakan bagian integral dari upaya menjaga kedaulatan ekonomi negara. "Sinergi bersama Bank Indonesia merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan ekonomi melalui penggunaan Rupiah di wilayah 3T," tegas Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo. Kehadiran KRI Pulau Rimau-724 sebagai armada pengangkut tim ekspedisi dan logistik menunjukkan kesiapan TNI AL untuk menembus berbagai kondisi geografis demi memastikan Rupiah menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah dan Penguatan Nasionalisme Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi NTB, Lalu M Faozal, turut mengapresiasi konsistensi dan dedikasi Bank Indonesia serta TNI Angkatan Laut dalam menghadirkan layanan keuangan hingga ke pelosok daerah. Ia menekankan bahwa kegiatan ERB memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar layanan penukaran uang. "Kegiatan ini bukti pelayanan negara hadir secara adil. Rupiah layak edar di pelosok menjadi fondasi penting bagi inklusi keuangan dan kesejahteraan masyarakat NTB," ujar Lalu M Faozal. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ERB juga mengemban misi penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai konsep "Cinta, Bangga, Paham Rupiah" (CBP). Program edukasi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap mata uang nasional, kebanggaan sebagai pemilik Rupiah, serta pemahaman yang mendalam mengenai fungsi dan peran Rupiah dalam perekonomian. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam memperkuat rasa nasionalisme masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan, dengan mengingatkan mereka akan identitas bangsa yang tercermin melalui mata uangnya. Implikasi Jangka Panjang: Inklusi Keuangan dan Kesejahteraan Keberadaan Rupiah yang layak edar di seluruh penjuru negeri, termasuk di pulau-pulau terluar dan terpencil, merupakan fondasi krusial bagi terwujudnya inklusi keuangan. Ketika masyarakat di daerah 3T memiliki akses yang memadai terhadap uang tunai yang baik dan layak, mereka dapat berpartisipasi lebih aktif dalam kegiatan ekonomi, baik dalam skala mikro maupun makro. Hal ini pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Ekspedisi Rupiah Berdaulat, dengan jangkauannya yang luas dan misi edukasinya, secara langsung mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi disparitas pembangunan antarwilayah. Dengan memastikan bahwa Rupiah hadir secara adil di seluruh pelosok negeri, Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut turut berperan dalam membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dan inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah uang yang ditukar, tetapi juga dari dampak jangka panjangnya terhadap kemandirian ekonomi masyarakat dan penguatan kedaulatan bangsa. Post navigation PLN Group Gelar Rapat Alokasi Energi Juni 2026 untuk Sistem Lombok dan Tambora Guna Menjamin Keandalan Pasokan Listrik Iduladha 1447 H Pertamina Patra Niaga Ampenan Memasuki Fase Akhir Pendampingan Program TJSL Sembalun Agro Coffee (LUNACO), Menuju Kemandirian Penuh