PRAYA – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) secara resmi menunjuk I Made Pari Wijaya sebagai General Manager (GM) The Mandalika, sebuah langkah strategis yang diharapkan akan mengakselerasi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata tersebut. Penunjukan ini ditandai dengan serah terima jabatan yang berlangsung di Pullman Lombok Mandalika Beach Resort pada Minggu, 3 Mei 2026. Pari Wijaya menggantikan Agus Setiawan, yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas Sementara (PGS) GM The Mandalika. Transisi kepemimpinan ini menandai komitmen ITDC untuk memperkuat kinerja operasional, meningkatkan daya tarik investasi, dan memastikan keberlanjutan KEK Mandalika sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata Indonesia.

Pergantian Kepemimpinan Strategis di Jantung Pariwisata NTB

Pergantian pucuk pimpinan di The Mandalika bukan sekadar rotasi jabatan biasa, melainkan cerminan dari dinamika dan kebutuhan strategis dalam pengelolaan salah satu proyek pariwisata nasional yang paling ambisius. KEK Mandalika, yang berlokasi di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah ditetapkan sebagai salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP) oleh pemerintah Indonesia, dengan visi menjadi pusat pariwisata sportainment kelas dunia. Kawasan seluas sekitar 1.034 hektar ini dikembangkan dan dikelola oleh ITDC, anak perusahaan dari BUMN Holding Pariwisata dan Pendukung InJourney, yang memiliki rekam jejak panjang dalam mengembangkan destinasi pariwisata terintegrasi seperti The Nusa Dua di Bali.

Penunjukan Pari Wijaya, yang memiliki pengalaman mendalam di ITDC, diharapkan mampu memberikan dorongan baru bagi pengembangan kawasan. Latar belakangnya yang kuat di bidang operasional dan pengembangan kawasan pariwisata, baik di The Nusa Dua maupun The Mandalika, menjadikannya figur yang tepat untuk memimpin kompleksitas pengelolaan KEK ini. Dalam beberapa tahun terakhir, The Mandalika telah berhasil menarik perhatian dunia dengan menjadi tuan rumah ajang balap motor internasional seperti MotoGP dan World Superbike (WSBK), yang tidak hanya mempromosikan destinasi tetapi juga mendorong pembangunan infrastruktur pendukung yang masif. Namun, tantangan untuk menarik investasi non-balap, mengembangkan amenitas pariwisata yang beragam, dan memastikan manfaat ekonomi dirasakan oleh masyarakat lokal tetap menjadi prioritas utama.

Jejak Karier dan Kontribusi Agus Setiawan

Agus Setiawan, yang kini menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan, telah menjadi bagian integral dari perjalanan ITDC sejak 1 Februari 2013, dengan mengawali kariernya langsung di The Mandalika. Sebelum menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sementara (PGS) GM, Agus mengemban amanah penting sebagai Vice President Project Engineering & Construction. Dengan latar belakang pendidikan Teknik Sipil dari Universitas Mataram, Agus memiliki peran krusial dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas strategis di kawasan The Mandalika.

Kontribusinya sangat signifikan dalam memastikan kesiapan berbagai fasilitas, terutama menjelang dan selama penyelenggaraan event internasional. Pembangunan sirkuit Mandalika, akses jalan, drainase, utilitas dasar, hingga penataan lanskap kawasan adalah sebagian kecil dari proyek-proyek yang berada di bawah pengawasannya. Keahlian teknis dan pemahamannya yang mendalam tentang konstruksi telah membantu ITDC mewujudkan visi infrastruktur kelas dunia di Mandalika. Selama masa kepemimpinannya sebagai PGS GM, Agus juga fokus pada pemeliharaan operasional harian dan memastikan transisi proyek-proyek pembangunan ke fase operasional berjalan lancar.

Dalam sambutannya pada acara serah terima jabatan, Agus Setiawan menyampaikan apresiasi tulus atas dukungan seluruh pihak selama masa kepemimpinannya. "Menjadi bagian dari perjalanan pengembangan The Mandalika adalah pengalaman yang amat berharga. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh tim dan stakeholder yang bersama-sama membangun kawasan ini hingga mencapai progres seperti sekarang," ujarnya. Ia juga menyatakan harapannya pada keberlanjutan pengembangan kawasan ke depan, "Saya percaya, di bawah kepemimpinan yang baru, The Mandalika akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pariwisata nasional." Pernyataan ini mencerminkan semangat kolaborasi dan optimisme terhadap masa depan KEK Mandalika.

Profil dan Visi General Manager Baru: I Made Pari Wijaya

I Made Pari Wijaya bukan nama baru di lingkungan ITDC. Ia telah bergabung dengan perusahaan pengembang destinasi pariwisata ini sejak 1 Agustus 2006, mengawali kariernya di The Nusa Dua sebagai staf operasional. Perjalanan kariernya yang panjang dan progresif menunjukkan kapasitas serta pemahamannya yang komprehensif terhadap pengelolaan kawasan pariwisata terintegrasi.

Selama bertugas di ITDC, Pari Wijaya telah mengemban berbagai peran strategis, mulai dari Kasi Perencanaan, Kepala Bagian Pengembangan, hingga Vice President Operation The Nusa Dua. Pengalaman di The Nusa Dua, sebuah destinasi pariwisata terkemuka yang telah matang, memberinya bekal berharga dalam tata kelola, pengembangan amenitas, dan hubungan dengan investor serta masyarakat. Sejak tahun 2019, Pari dipercaya untuk memegang jabatan sebagai Vice President Operation The Mandalika, dengan fokus utama pada tata kelola operasional dan pengembangan kawasan pariwisata di KEK ini. Perannya sangat vital dalam mendukung kesiapan layanan dan penyelenggaraan event internasional, memastikan setiap aspek operasional berjalan mulus dan sesuai standar global.

ITDC Tunjuk Pari Wijaya sebagai GM The Mandalika, Dorong Pengembangan dan Daya Tarik Investasi Kawasan

Selain itu, Pari Wijaya juga memegang peran strategis lainnya, termasuk sebagai bagian dari Design Committee The Mandalika sejak tahun 2024, yang menunjukkan keterlibatannya dalam perencanaan arsitektur dan tata ruang kawasan. Ia juga merupakan anggota Tim Transisi BTDC (Bali Tourism Development Corporation) menjadi ITDC pada tahun 2008, serta pernah menjabat sebagai Ketua Tim Penyelesaian Lahan dan Ketua Tim Aktivasi Bazaar. Dengan latar belakang pendidikan Teknik Arsitektur dari Universitas Udayana, Pari Wijaya membawa kombinasi unik antara visi desain, pemahaman teknis, dan keahlian operasional.

Dalam pidato perdananya sebagai GM The Mandalika, Pari Wijaya menyampaikan komitmen penuhnya. "Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan penuh komitmen. KEK Mandalika memiliki kompleksitas yang sangat tinggi, sehingga diperlukan penguatan tata kelola operasional dan kolaborasi yang solid dengan seluruh stakeholder," tegasnya. Ia juga menguraikan arah pengembangan kawasan ke depan, "Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk mendorong pertumbuhan revenue, guna memastikan The Mandalika tetap menjadi destinasi unggulan yang kompetitif di tingkat global. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan The Mandalika sebagai generator pertumbuhan pariwisata di Lombok." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara aspek bisnis, operasional, dan sosial dalam mencapai tujuan pembangunan Mandalika.

Implikasi Strategis bagi Pengembangan Mandalika dan Pariwisata Nasional

Transisi kepemimpinan ini memiliki implikasi strategis yang luas bagi pengembangan KEK Mandalika dan pariwisata Indonesia secara keseluruhan. ITDC, sebagai pengelola utama, menunjukkan komitmennya untuk terus mendorong Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia berbasis sportainment. Ini berarti fokus tidak hanya pada penyelenggaraan event-event internasional berskala besar, tetapi juga pada pengembangan ekosistem pariwisata yang lebih holistik dan berkelanjutan.

Salah satu prioritas utama adalah menarik investasi lebih lanjut. KEK Mandalika memiliki potensi besar untuk pengembangan hotel, resort, fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition), taman hiburan, dan berbagai amenitas pariwisata lainnya. Dengan pengalaman Pari Wijaya dalam pengembangan dan operasional kawasan, diharapkan akan tercipta iklim investasi yang lebih kondusif dan efisien. Optimalisasi pemanfaatan lahan yang belum tergarap juga menjadi kunci untuk meningkatkan pendapatan kawasan dan memberikan nilai tambah bagi investor. Data menunjukkan bahwa KEK Mandalika masih memiliki banyak lahan yang siap untuk dikembangkan, dan manajemen baru diharapkan dapat mempercepat proses ini dengan strategi yang inovatif.

Selain itu, peningkatan kualitas layanan adalah elemen krusial untuk menjadikan Mandalika kompetitif di tingkat global. Hal ini mencakup mulai dari kebersihan dan kenyamanan fasilitas, keramahan staf, hingga pengalaman menyeluruh bagi wisatawan. Pari Wijaya, dengan latar belakang operasionalnya yang kuat, diharapkan dapat menerapkan standar layanan kelas dunia yang akan meningkatkan kepuasan pengunjung dan citra destinasi.

Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, masyarakat lokal, pelaku usaha pariwisata, dan investor, akan menjadi kunci keberhasilan. KEK Mandalika dirancang untuk menjadi "generator pertumbuhan pariwisata" bagi Lombok dan NTB. Ini berarti menciptakan lapangan kerja lokal, memberdayakan UMKM, dan memastikan masyarakat sekitar merasakan manfaat langsung dari pengembangan pariwisata. Dengan sinergi yang kuat, Mandalika dapat menjadi model pembangunan pariwisata berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Mandalika dalam Konteks InJourney dan Masa Depan Pariwisata Indonesia

Penunjukan I Made Pari Wijaya sebagai GM The Mandalika juga perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas sebagai bagian dari strategi InJourney sebagai BUMN Holding Pariwisata dan Pendukung. InJourney dibentuk untuk mengkonsolidasikan aset-aset pariwisaga negara dan menciptakan sinergi antar destinasi, bandara, dan layanan pendukung pariwisata lainnya. Dengan adanya pimpinan yang berpengalaman dan memiliki visi yang jelas di Mandalika, diharapkan akan terjadi peningkatan kontribusi terhadap tujuan nasional InJourney untuk memperkuat ekosistem pariwisata Indonesia dan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara maupun domestik.

Mandalika, dengan sirkuit balapnya yang ikonik dan keindahan alamnya yang memukau, memiliki potensi unik untuk memadukan pariwisata olahraga dengan pariwisata bahari dan budaya. Namun, tantangan seperti konektivitas, promosi yang lebih gencar, dan pengembangan produk pariwisata yang lebih beragam tetap harus diatasi. Manajemen baru di bawah Pari Wijaya diharapkan mampu merumuskan strategi yang adaptif dan responsif terhadap dinamika pasar pariwisata global.

Pada akhirnya, keberhasilan The Mandalika tidak hanya akan diukur dari jumlah event internasional atau investasi yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana kawasan ini mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Lombok, meningkatkan kesejahteraan, dan mengangkat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang ramah, inovatif, dan berkelas dunia. Dengan kepemimpinan baru ini, ITDC dan seluruh pemangku kepentingan di Mandalika optimistis dapat mencapai tujuan tersebut dan menjadikan KEK Mandalika sebagai permata pariwisata di timur Indonesia.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *