GIRI MENANG – Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat, sebuah institusi krusial dalam administrasi pertanahan nasional, secara resmi menyelenggarakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Kantor dari Putu Juni Swasta, S.SiT., M.H. kepada Catur Bowo Susbiarto, S.SiT., M.H. Acara penting ini dilangsungkan pada Senin, 8 Juni 2026, di aula Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat dan dihadiri oleh seluruh jajaran pegawai, menandai babak baru dalam upaya peningkatan kualitas layanan pertanahan di wilayah tersebut. Sertijab ini bukan sekadar formalitas pergantian pucuk pimpinan, melainkan representasi dari komitmen berkelanjutan Badan Pertanahan Nasional (BPN) di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk memastikan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan tugas serta fungsi strategisnya, terutama dalam mendukung pembangunan daerah dan memberikan kepastian hukum hak atas tanah kepada masyarakat.

Signifikansi Serah Terima Jabatan dalam Administrasi Pertanahan

Serah terima jabatan adalah proses esensial dalam setiap organisasi, khususnya di sektor publik. Bagi BPN, proses ini menjamin kesinambungan program kerja, penyegaran kepemimpinan, dan adaptasi terhadap tantangan yang terus berkembang. Pergantian kepala kantor di tingkat kabupaten/kota seperti Lombok Barat memiliki dampak langsung terhadap pelayanan publik dan implementasi kebijakan agraria di lapangan. Kantor Pertanahan adalah garda terdepan dalam urusan pendaftaran tanah, penerbitan sertifikat, penyelesaian sengketa, hingga penataan ruang. Oleh karena itu, sosok kepala kantor memegang peranan vital dalam menggerakkan seluruh elemen organisasi untuk mencapai target-target yang ditetapkan, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Kehadiran pemimpin baru diharapkan membawa inovasi, semangat kerja, dan strategi adaptif untuk menghadapi dinamika pertanahan yang kompleks, mulai dari isu sengketa, konflik, hingga percepatan program strategis nasional seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan Reforma Agraria.

Mengenang Dedikasi Putu Juni Swasta dan Aspirasi untuk Masa Depan

Dalam momen perpisahannya, Putu Juni Swasta, yang telah mendedikasikan masa kepemimpinannya di Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat, menyampaikan ungkapan terima kasih yang tulus kepada seluruh jajaran pegawai. Ia menyoroti pentingnya dukungan dan kerja sama tim yang telah terjalin erat selama masa baktinya. "Teman-teman semua agar tetap bisa mengutamakan dan membantu Kepala Kantor yang baru agar Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat ke depan dapat menjadi lebih baik dan semakin maju," ujarnya, menekankan pentingnya transisi yang mulus dan dukungan penuh kepada pemimpin yang baru. Pesan ini mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat, yang menjadi fondasi utama bagi keberhasilan setiap organisasi.

Putu Juni Swasta juga berbagi refleksi mengenai upaya-upaya yang telah dilakukannya untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Baginya, kenyamanan dan kelengkapan sarana prasarana kerja adalah investasi penting dalam peningkatan kinerja pegawai. "Harapannya teman-teman dapat bekerja dengan nyaman sehingga mampu meningkatkan kinerja dan memberikan hasil yang lebih baik bagi organisasi," tambahnya. Lingkungan kerja yang nyaman, didukung oleh fasilitas yang memadai, memang terbukti berkorelasi positif dengan motivasi kerja, produktivitas, dan kualitas hasil kerja. Selama masa kepemimpinannya, Putu Juni Swasta diketahui telah menginisiasi beberapa perbaikan infrastruktur dan peningkatan fasilitas digital di kantor, yang bertujuan untuk mempercepat proses layanan dan mengurangi birokrasi, sejalan dengan arahan BPN untuk mewujudkan layanan pertanahan yang modern dan terintegrasi.

Visi dan Prioritas Kepala Kantor Baru: Kolaborasi sebagai Kunci Sukses

Catur Bowo Susbiarto, sebagai nahkoda baru Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat, memulai sambutannya dengan memberikan apresiasi tinggi kepada Putu Juni Swasta atas dedikasi dan capaian yang telah diraih. Ia mengakui bahwa pondasi yang kuat telah diletakkan, dan tugasnya kini adalah membangun di atas pondasi tersebut dengan inovasi dan semangat baru. Dalam pidatonya, Catur Bowo Susbiarto dengan tegas menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan sinergi seluruh pegawai. "Kinerja dan target yang diberikan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu atau dua bagian saja, melainkan target kantor secara keseluruhan. Oleh karena itu, seluruh unsur, baik teknis maupun ketatausahaan, harus bekerja bersama-sama untuk mengakselerasi pencapaian target yang telah ditetapkan," tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan pemahaman mendalam tentang sifat pekerjaan di BPN yang bersifat interdependen, di mana setiap seksi dan bagian memiliki peran krusial dalam rantai proses layanan.

Lebih lanjut, Catur Bowo menekankan bahwa pemahaman yang seragam terhadap target organisasi adalah modal utama. "Pemahaman yang sama terhadap target organisasi akan menjadi modal penting dalam menyelesaikan seluruh program dan kegiatan secara optimal hingga akhir tahun anggaran," katanya. Ini mencakup pemahaman akan target Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang ambisius, penyelesaian sengketa tanah, hingga peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari layanan pertanahan. Target tahunan yang ditetapkan oleh Kanwil BPN Provinsi NTB dan BPN pusat, misalnya, dapat mencapai puluhan ribu bidang tanah untuk sertifikasi melalui PTSL, serta ratusan kasus sengketa yang harus diselesaikan. Tanpa kerja sama yang solid dan pemahaman yang sama dari seluruh tim, pencapaian target-target ini akan menjadi sebuah tantangan besar.

Lombok Barat sebagai Kantor Pertanahan Tipe A: Tantangan dan Ekspektasi

Salah satu poin penting yang diangkat oleh Catur Bowo adalah posisi Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat sebagai Kantor Pertanahan Tipe A di Nusa Tenggara Barat (NTB). Klasifikasi "Tipe A" ini bukanlah sekadar label, melainkan indikasi dari volume layanan yang sangat tinggi dan ekspektasi masyarakat yang besar terhadap kualitas pelayanan. Lombok Barat, dengan potensi pariwisata yang terus berkembang, sektor pertanian yang vital, serta proyek-proyek pembangunan infrastruktur, secara alami menghasilkan volume transaksi dan kebutuhan layanan pertanahan yang signifikan. Diperkirakan setiap tahunnya, Kantor Pertanahan Lombok Barat menangani lebih dari 15.000 permohonan layanan, mulai dari pendaftaran hak baru, balik nama, pengukuran, hingga layanan informasi pertanahan. Angka ini jauh di atas rata-rata kantor pertanahan tipe B atau C, yang menuntut kapasitas sumber daya manusia dan sistem kerja yang lebih robust.

"Kita harus bekerja bersama, mulai dari front office hingga back office. Seluruh petugas harus memiliki pemahaman yang sama terhadap prosedur dan persyaratan layanan sehingga proses pelayanan dapat berjalan lebih efektif dan tidak menimbulkan pengulangan berkas yang tidak diperlukan," ungkap Catur Bowo. Pernyataan ini menyoroti perlunya standardisasi layanan dan peningkatan kompetensi di setiap lini. Petugas di front office adalah wajah pertama BPN bagi masyarakat, sehingga pemahaman yang kuat tentang prosedur dan persyaratan akan mencegah kesalahan di awal, mengurangi waktu tunggu, dan meningkatkan kepuasan pemohon. Sementara itu, petugas back office yang menangani proses teknis dan administrasi harus memastikan efisiensi dan akurasi dalam setiap tahapan, mulai dari pengukuran, pemeriksaan data, hingga penerbitan sertifikat.

Peran Strategis Kantor Pertanahan dalam Pembangunan Daerah

Sertijab Digelar, Catur Bowo Lanjutkan Kepemimpinan di Kantah Lombok Barat

Keberadaan Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat tidak hanya sebatas penyedia layanan administrasi, melainkan juga pilar penting dalam mendukung pembangunan daerah secara keseluruhan. Dengan wilayah yang mencakup pesisir, dataran rendah, hingga perbukitan, Lombok Barat memiliki beragam karakteristik pertanahan yang kompleks. Program-program seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang bertujuan untuk mendaftarkan seluruh bidang tanah di Indonesia, memiliki dampak ekonomi yang luar biasa. Data menunjukkan bahwa tanah yang bersertifikat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi, mudah diakses sebagai agunan, dan mengurangi potensi sengketa. Di Lombok Barat, target PTSL untuk tahun 2026 diperkirakan mencapai 10.000 bidang tanah, sebuah angka ambisius yang membutuhkan mobilisasi sumber daya yang besar.

Selain PTSL, Kantor Pertanahan juga berperan aktif dalam program Reforma Agraria, yang bertujuan untuk menata kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih adil dan merata. Ini mencakup redistribusi tanah kepada petani gurem, penyelesaian konflik agraria, dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tanah. Keberhasilan program-program ini akan secara langsung berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, investasi daerah, dan stabilitas sosial.

Dukungan IKAWATI dalam Mendorong Kinerja Organisasi

Selain serah terima jabatan kepala kantor, acara tersebut juga menjadi momen penting bagi Ikatan Istri Karyawan dan Karyawati (IKAWATI) Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat. Serah Terima Jabatan Ketua IKAWATI dari Ibu Ketut Putu Juni kepada Ibu Elly Herlia Catur turut dilaksanakan. IKAWATI, sebagai organisasi pendamping, memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan sosial, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga pegawai. Dalam konteks BPN, IKAWATI seringkali terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan yang memperkuat citra positif instansi, serta mendukung program-program kantor melalui kegiatan sukarela.

Peran IKAWATI tidak hanya terbatas pada kegiatan internal. Mereka seringkali menjadi jembatan komunikasi antara keluarga pegawai dan manajemen, serta turut serta dalam kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat. Misalnya, kegiatan penyuluhan tentang pentingnya sertifikat tanah kepada ibu-ibu di desa, atau program-program lingkungan. Keberlanjutan kepemimpinan di IKAWATI memastikan bahwa dukungan moril dan kegiatan sosial untuk keluarga besar Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat tetap berjalan optimal, menciptakan suasana kekeluargaan yang harmonis dan mendukung kinerja para pegawai.

Tanggapan dan Harapan dari Pemangku Kepentingan

Pergantian kepemimpinan ini tentu menarik perhatian berbagai pihak. Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang tidak dapat hadir secara langsung namun mengirimkan perwakilannya, menyampaikan pesan dukungan. "Kami dari Kanwil BPN NTB sangat mengapresiasi kinerja Bapak Putu Juni Swasta selama ini dan menyambut baik Bapak Catur Bowo Susbiarto. Kantor Pertanahan Lombok Barat adalah salah satu ujung tombak kami di provinsi ini, dengan dinamika dan volume layanan yang tinggi. Kami berharap kepemimpinan baru dapat terus berinovasi, meningkatkan pelayanan, dan mengakselerasi program-program strategis nasional," ujar perwakilan Kanwil BPN NTB.

Dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, yang diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, juga menyampaikan harapannya. "Kolaborasi antara Kantor Pertanahan dengan Pemerintah Daerah sangat vital, terutama dalam perencanaan tata ruang, investasi, dan penyelesaian isu-isu agraria. Kami berharap dengan kepemimpinan Bapak Catur Bowo Susbiarto, sinergi ini dapat semakin kuat untuk mewujudkan pembangunan Lombok Barat yang berkelanjutan dan berkeadilan," tuturnya.

Perwakilan masyarakat, melalui ketua salah satu organisasi petani lokal, mengungkapkan optimisme. "Kami berharap pelayanan pertanahan semakin mudah diakses, cepat, dan transparan. Banyak dari kami para petani masih membutuhkan kepastian hukum atas tanah, dan program PTSL sangat membantu. Semoga Bapak Kepala Kantor yang baru dapat terus mendengarkan aspirasi masyarakat," kata seorang perwakilan warga yang turut hadir.

Tantangan ke Depan dan Proyeksi Kantor Pertanahan Lombok Barat

Meskipun telah banyak capaian, Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat tetap dihadapkan pada sejumlah tantangan. Digitalisasi layanan adalah salah satu prioritas utama BPN secara nasional, yang memerlukan adaptasi teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Transformasi menuju "Kantor Pertanahan Modern" yang bebas korupsi, transparan, dan berbasis digital, menuntut investasi pada sistem informasi dan pelatihan pegawai. Selain itu, penanganan sengketa dan konflik pertanahan yang seringkali kompleks dan sensitif, memerlukan pendekatan yang cermat, mediasi yang efektif, dan koordinasi antarlembaga. Isu tumpang tindih lahan, klaim masyarakat adat, hingga pemanfaatan tanah untuk investasi besar, menjadi pekerjaan rumah yang tak pernah usai.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, kepemimpinan Catur Bowo Susbiarto diharapkan dapat memetakan prioritas dengan cermat. Fokus pada peningkatan kualitas SDM, penguatan integritas, dan optimalisasi teknologi akan menjadi kunci. Pengembangan sistem pengaduan yang responsif, penyediaan informasi pertanahan yang akurat dan mudah diakses, serta kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, akan menjadi strategi penting untuk mewujudkan pelayanan pertanahan yang prima.

Dengan pergantian kepemimpinan ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat diharapkan dapat melangkah maju dengan semangat baru. Sinergi antara pemimpin baru, seluruh jajaran pegawai, dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan akan menjadi kekuatan pendorong untuk mencapai target-target ambisius, meningkatkan kualitas pelayanan, dan pada akhirnya, memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Lombok Barat yang lebih maju dan masyarakatnya yang sejahtera.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *