LOMBOK TIMUR – Menegaskan komitmen pada kelestarian lingkungan dan warisan budaya, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nusa Tenggara Barat (NTB) berkolaborasi dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB, Forum Wartawan Lingkungan (FWL), dan Ikatan Keluarga Banyuwangi (IKAWANGI) Lombok, sukses menggelar kegiatan penghijauan dan bakti sosial di kawasan Mualan Benyer, Desa Telagawaru, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, pada Sabtu, 20 Juni 2026. Aksi ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap penyelenggaraan ritual budaya tahunan Molang Maliq Mualan Benyer yang diprakarsai oleh Pemerintah Desa Telagawaru bekerja sama dengan Perkumpulan Menduli Selayar. Penanaman 43 pohon yang terdiri dari berbagai jenis seperti Mahoni, Pohon Kupu-Kupu, Palem, Ketapang Kencana, dan Pohon Kenari, dilakukan di sekitar area mata air Mualan Benyer. Kawasan ini memegang peranan sakral dan dijaga ketat oleh masyarakat setempat, bahkan tengah dalam proses pengusulan menjadi Warisan Budaya Tak Benda ke Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Upaya ini mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga sumber daya alam yang beriringan dengan pelestarian tradisi leluhur. Sinergi Lintas Komunitas untuk Lingkungan dan Budaya Haji Rudi Hidayat, Dewan Pembina JMSI NTB sekaligus Sekretaris Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB, menyatakan bahwa kegiatan penghijauan dan bakti sosial merupakan program rutin yang digalakkan oleh asosiasi media siber NTB ini. Kolaborasi dengan INTI NTB telah terjalin erat, dan kali ini, fokus kegiatan dialihkan ke Mualan Benyer atas permintaan dari Perkumpulan Menduli Selayar yang dipimpin oleh Kang Akeu Surya Panji. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Desa Telagawaru, para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda yang hadir hari ini. Kehadiran kami di sini adalah wujud komitmen sosial dan lingkungan yang selama ini kami jalankan. JMSI NTB dan INTI memiliki kesamaan misi, terutama dalam kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini murni bersifat sosial dan tidak ada kaitannya dengan politik," ujar Haji Rudi. Ia menekankan bahwa program penghijauan dan bakti sosial yang dijalankan oleh JMSI dan INTI NTB bukanlah kegiatan sesaat, melainkan agenda berkelanjutan yang telah dilaksanakan di berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya, JMSI NTB juga telah melaksanakan kegiatan literasi media dan bakti sosial di Pondok Pesantren Azzainiyah Al-Majidiyah NW di Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur. Selain itu, sekitar 2.000 pohon cemara juga telah ditanam di kawasan Pantai Induk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, menunjukkan jangkauan dan konsistensi program mereka. Mualan Benyer: Jantung Spiritual dan Budaya Masyarakat Telagawaru Mata Air Mualan Benyer bukan sekadar sumber air bagi masyarakat Desa Telagawaru, melainkan sebuah entitas yang sangat penting dalam kehidupan spiritual dan budaya. Junaidi, Sekretaris Desa Telagawaru, menjelaskan bahwa kawasan ini menjadi pusat berbagai ritual adat yang telah diwariskan turun-temurun. Masyarakat Telagawaru memandang Mualan Benyer sebagai ruang sakral yang harus dijaga bersama, sehingga upaya pelestarian lingkungan di kawasan ini memiliki makna mendalam bagi keberlangsungan tradisi. "Selamat datang Bapak/Ibu yang hadir di tempat ini, Mata Air Mualan Benyer, Desa Telagawaru. Alhamdulillah, masyarakat mensakralkan tempat ini sebagai pusat ritual adat sekaligus sebagai semangat untuk bersama-sama menjaga mata air ini. Karena hidup ini butuh keseimbangan," tutur Junaidi, menyambut para peserta. Ia menambahkan bahwa keseimbangan antara manusia dan alam adalah prinsip fundamental yang terus dijaga oleh masyarakat setempat. Kesadaran akan kebersihan lingkungan dan kelestarian mata air merupakan tanggung jawab kolektif seluruh warga desa. Mualan Benyer menjadi lokasi penting untuk berbagai prosesi adat, mulai dari pengobatan tradisional, mandi pengantin, ritual molang maliq bagi anak pertama, khitanan, hingga berbagai ritual budaya lainnya. Keberadaan mata air ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Telagawaru. Pohon Pilihan untuk Kelangsungan Sumber Air Dalam upaya penghijauan di kawasan Mualan Benyer, pemilihan jenis pohon dan ukurannya menjadi perhatian khusus. Sebanyak 43 pohon ditanam dengan harapan dapat memperkuat ekosistem sekitar mata air dan mendukung keberlanjutannya. Pohon yang ditanam dipilih dengan ukuran yang relatif besar untuk meningkatkan peluang tumbuh dan bertahan hidup. "Perlu diingat, bahwa kami kalau menanam pohon biasanya yang sudah besar, karena tingkat hidupnya lebih besar lagi. Mudah-mudahan Allah SWT memberi izin kita, meridai kegiatan kita hari ini, dan memberkahi kita semua," harap Haji Rudi Hidayat, menekankan strategi penanaman yang mengutamakan keberhasilan jangka panjang. S. Wijanarko, Ketua Harian INTI NTB, turut mengapresiasi keramahan warga Desa Telagawaru, khususnya ibu-ibu dan anak-anak yang beraktivitas di Mualan Benyer. Ia berharap penanaman pohon ini akan membuat kawasan tersebut semakin hijau, sejuk, dan pohon-pohonnya tumbuh subur demi kelestarian mata air. Kolaborasi Lintas Sektor dan Dampak Jangka Panjang Aksi penghijauan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi sosial, komunitas budaya, insan pers, pegiat lingkungan, hingga pemerintah desa. Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi yang kuat dalam menjaga kelestarian alam dan warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Ketua Perkumpulan Seni Menduli Selayar, Akeu Surya Panji, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan berbagai pihak terhadap pelestarian lingkungan dan budaya di kawasan Mualan Benyer. Menurut Akeu, keterlibatan organisasi sosial dan masyarakat luas memberikan energi positif yang krusial bagi keberlanjutan tradisi adat. "Kami dari Lembaga Menduli Selayar mengucapkan rasa terima kasih atas kehadirannya dalam acara Molang Maliq Mualan Benyer, yang visinya antara lain dalam hal penghijauan dan pelestarian alam, sekaligus melestarikan ritual adat yang ada di sini. Semoga apa yang kita hajatkan dan niatkan ini diberkahi Allah SWT," ujar Akeu Surya Panji. Perkumpulan Seni Menduli Selayar sendiri dikenal aktif dalam menjaga keberlangsungan kesenian tradisional Kebangru’an, yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda. Komunitas ini juga berperan sebagai wadah pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami sejarah dan akar budaya lokal, memastikan tradisi tetap relevan dan hidup. Kehadiran berbagai perwakilan organisasi dan komunitas semakin memperkaya makna kegiatan ini. Di antaranya adalah Wakil Ketua INTI NTB S. Widjanarko, Ketua JMSI NTB H. Boy Mashudi, Sekretaris JMSI NTB Sukri Aruman, Anggota Dewan Pakar JMSI NTB Agus K. Saputra, Sekretaris Ikawangi Lombok Mansur, Ketua Forum Wartawan Lingkungan Indonesia (FWLI) NTB Saudi, serta perwakilan Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) PR Mataram. Bakti Sosial dan Penutup Acara yang Hangat Selain kegiatan penghijauan, bakti sosial juga menjadi bagian integral dari rangkaian acara. Secara simbolis, dilakukan serah terima 50 bingkisan berupa alas kaki dan mainan anak-anak kepada Sekretaris Desa Telagawaru, tokoh masyarakat, karang taruna, dan perwakilan anak-anak yang hadir di Mualan Benyer. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan sedikit kebahagiaan dan dukungan bagi masyarakat setempat, khususnya generasi muda. Acara semakin semarak dengan penampilan karaoke dari Ketua JMSI NTB dan perwakilan INTI. Momen kebersamaan ini menjadi penutup yang hangat sebelum dilanjutkan dengan prosesi penanaman pohon di sejumlah titik strategis di kawasan Mualan Benyer. Kegiatan ini tidak hanya meninggalkan jejak fisik berupa pohon-pohon yang ditanam, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan budaya untuk generasi mendatang. Upaya kolaboratif seperti ini menjadi model yang patut dicontoh dalam menghadapi tantangan pelestarian lingkungan dan budaya di era modern. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi masyarakat sipil, komunitas lokal, hingga media, diharapkan Mualan Benyer dapat terus lestari sebagai sumber kehidupan dan pusaka budaya yang berharga bagi NTB dan Indonesia. (rl/red) Post navigation Rumah Aspirasi PDI Perjuangan Lombok Timur Diresmikan: Komitmen Politik Kerakyatan dan Advokasi Berkelanjutan