LOMBOK TIMUR – Bank NTB Syariah kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan hidup dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui partisipasi aktif dalam kegiatan penanaman mangrove. Aksi hijau ini dilaksanakan di kawasan Ekowisata Mangrove Paremas, Kabupaten Lombok Timur, pada tanggal 28 Juli 2026, yang bertepatan dengan momentum Hari Mangrove Sedunia dan menjadi bagian integral dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank NTB Syariah ke-62. Kegiatan kolaboratif ini merupakan wujud sinergi antara Bank NTB Syariah dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi peduli lingkungan. Keterlibatan utama datang dari organisasi nirlaba Coral Reef Care, yang memiliki fokus mendalam pada perlindungan dan pelestarian ekosistem laut, khususnya terumbu karang. Selain itu, Indonesia Biru Foundation (IBF), sebuah Non-Governmental Organization (NGO) yang berdedikasi pada konservasi laut, edukasi literasi kelautan, serta pemberdayaan masyarakat secara inklusif, turut memberikan kontribusi signifikan. Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Yayasan Bale Mangrove Lombok dan Pemerintah Desa Paremas, yang menjadi tuan rumah dan fasilitator di lapangan. Peresmian dan pelaksanaan kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Teknologi Informasi Bank NTB Syariah, Rully Feranata. Kehadirannya menunjukkan betapa pentingnya inisiatif ini bagi jajaran pimpinan bank. Turut hadir pula menyaksikan momen penting ini adalah perwakilan dari berbagai instansi pemerintah dan komunitas, termasuk perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Lombok Timur, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB dan Lombok Timur, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Dodokan Moyosari, Forum Daerah Aliran Sungai (FORDAS) NTB, serta perwakilan dari kalangan akademisi, tokoh masyarakat, dan komunitas mitra yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Komitmen ESG dalam Usia Ke-62 Dalam pidato sambutannya, Direktur Teknologi Informasi Bank NTB Syariah, Rully Feranata, menyampaikan bahwa aksi penanaman mangrove ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah kontribusi nyata bank dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam. Hal ini sejalan dengan semangat perayaan ulang tahun bank yang memasuki usia matang. "Kegiatan penanaman dan pelestarian mangrove pada hari ini terasa sangat istimewa bagi kami di Bank NTB Syariah," ujar Rully. "Selain sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kepedulian lingkungan dan keberlanjutan (Sustainability/ESG), aksi hijau hari ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Bank NTB Syariah ke-62 yang jatuh pada 5 Juli lalu." Rully Feranata lebih lanjut menekankan bahwa di usianya yang ke-62 tahun, Bank NTB Syariah tidak hanya memfokuskan diri pada pengembangan bisnis finansial dan inovasi teknologi digital yang berlandaskan prinsip syariah, tetapi juga secara sadar menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai prioritas strategis. Pertumbuhan dan perkembangan bank di masa depan harus berjalan selaras dengan kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat. "Di usia yang ke-62 tahun ini, Bank NTB Syariah tidak hanya berkomitmen untuk terus tumbuh dan bertransformasi memberikan pelayanan finansial berbasis syariah serta teknologi digital terbaik bagi masyarakat, tetapi kami juga ingin memastikan bahwa pertumbuhan lembaga ini berjalan selaras dengan kelestarian alam dan lingkungan sekitar," jelasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi visi Bank NTB Syariah untuk menjadi lembaga keuangan yang tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Peran Vital Mangrove dan Sinergi Lintas Sektor Lebih lanjut, Rully Feranata menyoroti pentingnya kawasan pesisir dan ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan alam, serta perlunya keterlibatan berbagai pihak dalam upaya konservasi. Mangrove, dengan segala fungsinya, memegang peranan krusial yang seringkali luput dari perhatian publik. "Semangat keberlanjutan ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak, baik pemerintah, komunitas pelestari lingkungan, akademisi, hingga sektor perbankan," pungkas Rully. Ia menekankan bahwa mangrove memiliki fungsi vital yang sangat beragam. Secara ekologis, hutan mangrove berfungsi sebagai benteng pertahanan alami pesisir yang efektif dalam mengurangi dampak abrasi dan gelombang pasang, melindungi infrastruktur daratan, serta mencegah intrusi air laut ke daratan. Selain itu, hutan mangrove juga berperan signifikan sebagai penyerap karbon (carbon sink) yang efektif, berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim global. Fungsi ekologis ini secara langsung berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. Hutan mangrove menjadi habitat alami bagi berbagai spesies biota laut seperti ikan, udang, dan kepiting, yang menjadi sumber mata pencaharian utama bagi nelayan dan masyarakat pesisir. Keberadaan hutan mangrove yang sehat juga mendukung sektor pariwisata ekologis, seperti ekowisata mangrove yang dikembangkan di Paremas, yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan produk lokal dan jasa pariwisata. "Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah nyata dan komitmen berkelanjutan kita dalam menjaga serta merawat bumi untuk generasi masa depan," ajak Rully, menekankan pentingnya pandangan jangka panjang dalam setiap upaya pelestarian lingkungan. Dampak Jangka Panjang dan Harapan Melalui kegiatan penanaman pohon mangrove ini, Bank NTB Syariah bersama para mitra konservasi berharap dapat menanamkan ribuan bibit mangrove yang akan tumbuh dan berkembang menjadi ekosistem yang kuat. Upaya ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif dalam jangka pendek, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pelestarian kawasan pesisir dan ekosistem laut di Kabupaten Lombok Timur dan Provinsi NTB secara keseluruhan. Dampak jangka panjang dari aksi ini meliputi: Peningkatan Ketahanan Pesisir: Hutan mangrove yang rimbun akan memperkuat garis pantai, mengurangi risiko erosi, dan melindungi komunitas pesisir dari bencana alam seperti tsunami dan banjir rob. Mitigasi Perubahan Iklim: Penyerapan karbon oleh pohon mangrove akan membantu mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, berkontribusi pada upaya global dalam mengatasi perubahan iklim. Pemulihan Keanekaragaman Hayati: Mangrove menyediakan habitat dan sumber makanan bagi berbagai spesies ikan, burung, dan satwa laut lainnya, sehingga mendukung keanekaragaman hayati di wilayah pesisir. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat: Hutan mangrove yang sehat akan meningkatkan hasil tangkapan nelayan dan membuka peluang pengembangan ekowisata yang berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. Peningkatan Kesadaran Lingkungan: Kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan peningkatan kesadaran bagi seluruh pihak yang terlibat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove. Kolaborasi yang terjalin antara Bank NTB Syariah, Coral Reef Care, Indonesia Biru Foundation, Yayasan Bale Mangrove Lombok, Pemerintah Desa Paremas, serta berbagai instansi pemerintah dan komunitas, menunjukkan model kemitraan yang efektif dalam menghadapi tantangan lingkungan. Kerjasama lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan program-program konservasi yang berkelanjutan dan berdampak luas. Latar Belakang dan Konteks Aksi Aksi penanaman mangrove ini tidak hanya dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Mangrove Sedunia dan HUT Bank NTB Syariah ke-62, tetapi juga sejalan dengan berbagai program nasional dan internasional yang berfokus pada restorasi ekosistem pesisir. Kawasan mangrove di Indonesia, termasuk di NTB, menghadapi berbagai ancaman seperti konversi lahan untuk tambak, pemukiman, industri, serta dampak perubahan iklim seperti kenaikan permukaan air laut dan peningkatan suhu. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas mangrove di Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam beberapa dekade terakhir akibat berbagai faktor tersebut. Oleh karena itu, inisiatif penanaman mangrove menjadi sangat penting untuk memulihkan dan memperluas tutupan mangrove, serta menjaga fungsi ekologis dan sosialnya. Kabupaten Lombok Timur, dengan garis pantai yang panjang dan keberadaan ekosistem mangrove yang signifikan, menjadi lokasi strategis untuk pelaksanaan program konservasi ini. Kawasan Ekowisata Mangrove Paremas sendiri merupakan salah satu area yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat edukasi dan wisata lingkungan, sekaligus menjadi benteng pertahanan alami bagi masyarakat pesisir. Bank NTB Syariah, sebagai salah satu lembaga keuangan daerah yang memiliki tanggung jawab sosial, menunjukkan kepemimpinannya dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnisnya. Komitmen terhadap ESG bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah keharusan bagi perusahaan yang ingin bertahan dan berkembang di era modern, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan. Pelibatan akademisi dalam acara ini juga memberikan nilai tambah, karena mereka dapat memberikan kajian ilmiah mengenai dampak penanaman mangrove, jenis bibit yang paling sesuai untuk lokasi tersebut, serta metode perawatan yang efektif. Hal ini memastikan bahwa program konservasi berjalan secara ilmiah dan terukur. Para tokoh masyarakat dan komunitas mitra pelestari lingkungan yang hadir, turut memberikan dukungan moral dan memperkuat sinyal positif bahwa upaya pelestarian mangrove mendapatkan dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa kesadaran lingkungan semakin meningkat dan masyarakat siap berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian alam. Dengan semangat kolaborasi yang kuat dan komitmen jangka panjang, Bank NTB Syariah bersama seluruh mitra berharap aksi penanaman mangrove ini akan menjadi tonggak awal dari upaya-upaya konservasi yang lebih besar dan berkelanjutan, demi masa depan pesisir Lombok yang lebih lestari dan sejahtera. Post navigation Satresnarkoba Polres Lombok Timur Ungkap Jaringan Sabu 33,45 Gram di Sekarteja dan Aikmel, Ancaman Hukuman Minimal 5 Tahun Penjara Mengintai