Musibah kebakaran hebat yang melanda Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, pada Maret 2026 menyisakan duka mendalam bagi sedikitnya 30 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa hadir memberikan bantuan kemanusiaan. Aksi solidaritas ini menjadi cerminan komitmen partai dalam mendampingi masyarakat yang tertimpa bencana, sekaligus memicu wacana mengenai pentingnya penguatan sistem mitigasi dan pemulihan pascabencana di tingkat daerah.

Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., pada Senin, 23 Maret 2026. Bantuan senilai Rp25.000.000 tersebut merupakan atensi langsung dari Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Rahmad Hidayat. Meski disadari bahwa nilai bantuan tersebut tidak mampu mengganti seluruh kerugian materiil yang dialami warga, langkah ini diharapkan mampu menjadi stimulus untuk meringankan beban kebutuhan pokok para korban di masa awal pascabencana.

Kronologi dan Latar Belakang Peristiwa

Kebakaran di Desa Kalimango tercatat sebagai salah satu dari rangkaian insiden kebakaran yang cukup intens di Kabupaten Sumbawa dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Berdasarkan data internal DPC PDI Perjuangan, sepanjang Maret 2026 setidaknya telah terjadi tiga peristiwa kebakaran signifikan yang melibatkan total 34 rumah warga. Dua di antaranya terjadi di wilayah Kecamatan Alas, sementara satu insiden lainnya menimpa pemukiman di Kecamatan Moyo Hilir.

Kepadatan pemukiman di beberapa desa di Kecamatan Alas menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman. Minimnya akses jalan yang lebar dan jarak tempuh unit pemadam kebakaran (Damkar) seringkali menjadi kendala teknis yang menghambat respons cepat. Dalam insiden di Kalimango, api dengan cepat melahap bangunan semi-permanen yang didominasi material kayu, menyebabkan kerugian total bagi para penghuninya.

Komitmen Solidaritas dan Peran BAGUNA

Abdul Rafiq dalam keterangannya menegaskan bahwa kehadiran PDI Perjuangan di lokasi bencana merupakan instruksi langsung dari pimpinan partai sebagai bentuk nyata kehadiran partai di tengah kesulitan masyarakat. Selain bantuan tunai yang telah disalurkan, terdapat upaya lebih lanjut yang tengah dilakukan melalui jalur koordinasi vertikal.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H. Rahmad Hidayat, dikabarkan telah menjalin komunikasi intensif dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Fokus utama dari komunikasi tersebut adalah melibatkan Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPP PDI Perjuangan agar dapat memberikan dukungan tambahan bagi para korban. BAGUNA sendiri memiliki rekam jejak dalam memberikan bantuan logistik, layanan kesehatan, hingga trauma healing bagi masyarakat terdampak bencana di seluruh Indonesia.

Analisis Strategi Pemulihan Hunian: Skema Sharing Anggaran

Salah satu poin krusial yang diangkat oleh Abdul Rafiq adalah mengenai masa depan para korban pascaterbakarnya rumah mereka. Membangun kembali 30 unit rumah tentu membutuhkan alokasi anggaran yang tidak sedikit. Ia mengusulkan pendekatan holistik yang melibatkan kolaborasi lintas sektor agar beban pembiayaan tidak bertumpu pada satu pos anggaran saja.

Secara realistis, ia menilai bahwa standar pembangunan rumah layak huni bagi korban bencana membutuhkan anggaran minimal sekitar Rp50 juta per unit. Untuk mencapai angka tersebut dengan tetap menjaga akuntabilitas, ia menyarankan penerapan skema "sharing anggaran" atau pendanaan bersama. Komposisi pendanaan yang diusulkan melibatkan:

PDI Perjuangan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Alas, Usul Tambah Damkar
  1. Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Kabupaten Sumbawa: Mengingat sifat kejadian yang mendadak dan darurat, penggunaan pos BTT merupakan langkah hukum yang paling memungkinkan untuk segera dieksekusi.
  2. Dukungan Pemerintah Provinsi NTB: Sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi diperlukan untuk mempercepat akselerasi pemulihan infrastruktur pemukiman.
  3. Baznas Kabupaten Sumbawa: Melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai pihak penyalur bantuan sosial yang transparan dan tepat sasaran.

Menurut Rafiq, jika model kolaborasi ini dapat diimplementasikan, maka kualitas rumah yang dibangun akan jauh lebih baik dan tahan lama, sehingga para korban tidak hanya mendapatkan hunian sementara, tetapi hunian yang benar-benar layak huni sesuai standar kesehatan dan keamanan.

Urgensi Penguatan Infrastruktur Damkar di Kecamatan Alas

Selain isu pemulihan fisik rumah warga, insiden berulang di Kecamatan Alas memberikan catatan evaluasi penting bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa. Keberulangan musibah kebakaran di wilayah yang sama menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk mendesentralisasikan sarana penanggulangan kebakaran.

Saat ini, jarak antara pos pemadam kebakaran dengan pusat pemukiman di Desa Kalimango dinilai cukup jauh, sehingga waktu respon (response time) menjadi terlalu lambat. Abdul Rafiq secara tegas mendesak pemerintah daerah untuk mempertimbangkan penambahan unit mobil pemadam kebakaran yang ditempatkan khusus di wilayah kecamatan tersebut atau wilayah penyangga yang strategis.

"Ke depan, kita berharap ada penambahan unit Damkar yang layak di Kecamatan Alas. Ini bukan sekadar keinginan, melainkan kebutuhan mendesak agar respon terhadap kejadian kebakaran bisa lebih cepat dan potensi kerugian materiil maupun nyawa dapat diminimalisir," jelas Rafiq.

Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Korban

Dampak dari kebakaran ini tidak hanya bersifat material, melainkan juga psikologis. Kehilangan tempat tinggal berarti kehilangan rasa aman. Oleh karena itu, dukungan moral menjadi elemen yang tidak kalah penting dibandingkan dukungan finansial. DPC PDI Perjuangan Sumbawa berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di Desa Kalimango dan mendorong agar seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, segera mengambil langkah nyata.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa kini diharapkan segera melakukan pendataan valid terkait kerugian warga agar proses penganggaran melalui APBD dapat segera diproses. Transparansi dalam pendataan dan penyaluran bantuan nantinya akan menjadi kunci kepercayaan publik terhadap penanganan bencana di Sumbawa.

Gotong Royong sebagai Kekuatan Utama

Sebagai penutup, Abdul Rafiq mengajak seluruh elemen masyarakat, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha, untuk bersatu padu dalam semangat gotong royong. Musibah ini adalah ujian kolektif bagi masyarakat Sumbawa. Dukungan moral dan materiil dari pihak luar akan sangat berarti bagi para korban yang saat ini mungkin sedang dalam kondisi traumatis.

"Kita berharap saudara-saudara kita yang menjadi korban tetap tabah. Semoga ada hikmah di balik musibah ini. Mari kita terus bergotong royong, bahu-membahu meringankan beban mereka agar saudara-saudara kita bisa segera bangkit kembali," tutup Abdul Rafiq.

Langkah yang diambil oleh DPC PDI Perjuangan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi organisasi politik, lembaga kemanusiaan, dan sektor swasta lainnya untuk turut serta memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan Desa Kalimango. Sinergi antara kebijakan pemerintah, solidaritas politik, dan partisipasi masyarakat sipil merupakan formula terbaik dalam menangani dampak bencana di tingkat lokal. Dengan koordinasi yang tepat dan komitmen anggaran yang terukur, pemulihan kawasan pascakebakaran di Sumbawa diharapkan dapat segera terwujud dalam waktu dekat.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *