SELONG – Alfarizi (12), seorang remaja laki-laki yang dilaporkan hilang tenggelam di dam sungai Desa Ketangga, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, akhirnya ditemukan pada Sabtu sore, 25 April. Peristiwa tragis ini berawal dari aktivitas bermain air yang berujung pada kecelakaan fatal, memicu operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang melibatkan berbagai elemen gabungan. Kronologi Kejadian Tragis di Dam Sungai Ketangga Peristiwa nahas yang merenggut nyawa Alfarizi terjadi sekitar pukul 14.00 WITA. Menurut keterangan saksi mata dan laporan yang diterima pihak berwenang, Alfarizi sedang asyik bermain air di sekitar pinggiran dam sungai. Dalam momen yang tak terduga, korban diduga terpeleset dan sempat terbentur bebatuan yang ada di dasar sungai sebelum akhirnya terseret arus dan tenggelam di pusaran air dam. Hilangnya Alfarizi secara mendadak membuat warga setempat panik. Kejadian ini segera dilaporkan kepada Kantor SAR Mataram melalui Pos SAR Kayangan. Menerima informasi penting tersebut, tim rescue dari Pos SAR Kayangan bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Mereka tidak hanya membawa personel yang terlatih, tetapi juga peralatan air yang memadai untuk mendukung upaya pencarian yang berpotensi memakan waktu dan tenaga. Operasi Pencarian Intensif dan Penemuan Jasad Korban Setibanya di lokasi, tim SAR segera melakukan penilaian situasi dan merencanakan strategi pencarian yang paling efektif. Mengingat kondisi dam sungai yang memiliki arus dan kedalaman yang tidak dapat diprediksi, tim SAR memutuskan untuk menggunakan teknik penyelaman sebagai metode utama untuk menemukan korban. Upaya pencarian dilakukan secara intensif selama beberapa jam. Personel SAR bekerja tanpa lelah, menjelajahi area dam sungai yang menjadi titik terakhir korban terlihat. Kondisi geografis dan karakteristik dam, seperti adanya pusaran air, menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat. Namun, dengan profesionalisme dan tekad yang kuat, mereka terus berusaha. Puncak dari operasi pencarian ini terjadi pada pukul 17.30 WITA. Setelah melakukan penyelaman mendalam, tim rescue Pos SAR Kayangan akhirnya berhasil menemukan titik keberadaan jasad Alfarizi. Korban ditemukan berada di dasar dam dengan perkiraan kedalaman sekitar 2 meter, tepat di area yang diduga menjadi lokasi pusaran air tempatnya tenggelam. Penyerahan Jasad dan Pernyataan Resmi dari Basarnas Setelah berhasil dievakuasi dari dasar dam, jasad Alfarizi segera dibawa ke rumah duka. Penyerahan dilakukan kepada pihak keluarga yang telah menunggu dengan penuh kecemasan. Kehadiran tim SAR dan penemuan jasad korban, meskipun dalam kondisi yang menyedihkan, setidaknya memberikan kepastian bagi keluarga dan kerabat Alfarizi. Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, yang bertindak mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi, memberikan pernyataan resmi mengenai jalannya operasi SAR. Dalam keterangannya, Darwis merinci keberhasilan timnya dalam menemukan korban. "Korban atas nama Alfarizi berhasil kami temukan pada pukul 17.30 WITA melalui proses penyelaman di kedalaman kurang lebih 2 meter, tepat di lokasi pusaran air tempat korban terakhir terlihat. Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga," ujar M. Darwis. Darwis juga menambahkan bahwa keberhasilan penemuan korban dalam waktu yang relatif cepat merupakan hasil dari sinergi yang solid antara berbagai pihak yang terlibat. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh unsur yang telah berpartisipasi aktif dalam operasi pencarian ini. Peringatan dan Imbauan kepada Masyarakat Menyikapi insiden yang terjadi, M. Darwis tidak lupa menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat, khususnya para orang tua. Ia menekankan perlunya peningkatan kewaspadaan dalam mengawasi anak-anak, terutama saat mereka beraktivitas di sekitar aliran sungai atau dam. "Kami menghimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sekitar aliran sungai atau dam, mengingat arus dan kondisi medan yang bisa berbahaya sewaktu-waktu," tegas Darwis. Peringatan ini sangat relevan mengingat potensi bahaya yang selalu mengintai di area perairan, terutama bagi anak-anak yang mungkin belum sepenuhnya menyadari risiko yang ada. Pentingnya pengawasan orang tua dan edukasi mengenai keselamatan air menjadi kunci untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Kolaborasi Lintas Sektor dalam Operasi SAR Operasi pencarian dan penyelamatan Alfarizi melibatkan kolaborasi yang erat antara berbagai instansi dan elemen masyarakat. Keberhasilan operasi ini tidak terlepas dari partisipasi aktif dan koordinasi yang baik di antara mereka. Unsur-unsur yang terlibat dalam operasi SAR ini meliputi: Tim Rescue Pos SAR Kayangan: Sebagai ujung tombak dalam operasi pencarian dan penyelamatan. SAR Unit Lombok Timur: Memberikan dukungan personel dan peralatan tambahan. Kepolisian Sektor (Polsek) Suela: Berperan dalam pengaturan keamanan dan koordinasi dengan masyarakat setempat. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Suela: Mewakili unsur TNI dalam membantu pengamanan dan mobilisasi sumber daya. Bintara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas) Suela: Memfasilitasi komunikasi antara aparat keamanan, masyarakat, dan tim SAR. Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Lombok Timur: Memberikan dukungan teknis terkait operasi di perairan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur: Menyediakan dukungan logistik dan koordinasi penanggulangan bencana. Masyarakat Setempat: Memberikan bantuan tenaga, informasi, dan dukungan moral yang sangat berharga. Sinergi lintas sektor ini menjadi bukti nyata pentingnya kerja sama dalam menghadapi situasi darurat. Kekuatan gabungan ini mampu merespons dengan cepat dan efektif, sehingga operasi pencarian dapat berjalan dengan lancar dan membuahkan hasil. Dengan ditemukannya jasad korban dan diserahkannya kepada keluarga, operasi SAR yang telah dilakukan dinyatakan selesai dan ditutup secara resmi. Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan bahaya yang terkandung di alam, serta pentingnya tindakan pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kecelakaan. Dampak dan Refleksi Peristiwa Kasus tenggelamnya Alfarizi di dam sungai Ketangga kembali menyoroti isu keselamatan di area perairan, khususnya bagi anak-anak. Insiden seperti ini seringkali terjadi akibat kombinasi beberapa faktor, mulai dari kelalaian pengawasan, kurangnya pemahaman akan bahaya arus dan kedalaman air, hingga kondisi alam yang tidak terduga. Pemerintah daerah dan pihak terkait memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan air. Kampanye edukasi mengenai risiko berenang di sungai, danau, atau dam, serta penyediaan fasilitas pengaman seperti rambu peringatan atau pagar pengaman di area yang berpotensi berbahaya, dapat menjadi langkah preventif yang efektif. Bagi orang tua, momen ini menjadi refleksi penting untuk selalu mendampingi dan mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama saat berada di dekat sumber air. Membekali anak dengan pengetahuan dasar tentang cara menyelamatkan diri jika terjadi keadaan darurat juga merupakan investasi keselamatan yang berharga. Keberhasilan tim SAR dalam menemukan korban dalam waktu yang relatif singkat patut diapresiasi, namun, harapan terbesar adalah agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pencegahan melalui edukasi dan pengawasan yang ketat adalah kunci utama untuk melindungi generasi muda dari bahaya tenggelam. Operasi SAR ini, meskipun berujung pada penemuan jenazah, menjadi pengingat kuat akan pentingnya kewaspadaan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan setiap individu. Post navigation Polres Lombok Barat Verifikasi Dugaan Tambang Emas Ilegal di Sekotong, Temukan Bekas Infrastruktur Terbengkalai Kejaksaan Negeri Lombok Timur Dalami Dugaan Korupsi Pengadaan Buku Dinas Pendidikan, 56 Saksi Diperiksa, Tersangka Segera Ditetapkan