MATARAM – Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., pada Selasa, 2 Juni 2026, mengawali rangkaian agenda lapangan dengan kunjungan kerja perdana ke Polres Bima Kota. Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda NTB serta pengurus Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Barat. Kedatangan Kapolda beserta istri, Ny. Bulawan Widihastuti Kalingga, disambut hangat oleh Kapolres Bima Kota beserta jajaran, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bima, personel kepolisian, serta Bhayangkari Cabang Kota Bima.

Kunjungan kerja ini menandai langkah awal Irjen Pol. Kalingga dalam memetakan kondisi dan kesiapan satuan kewilayahan di NTB sejak resmi menjabat sebagai Kapolda NTB pada 17 Mei 2026. Rangkaian agenda yang padat mencakup berbagai kegiatan yang menyentuh aspek internal kepolisian maupun eksternal yang berorientasi pada masyarakat dan lingkungan.

Rangkaian Kunjungan Kerja: Dari Lingkungan hingga Kemanusiaan

Agenda pertama Kapolda di Polres Bima Kota adalah partisipasi dalam gerakan penanaman pohon perindang. Bersama Forkopimda dan jajaran kepolisian, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperindah dan menyegarkan lingkungan kantor, tetapi juga sebagai simbol komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan kawasan yang lebih hijau serta nyaman bagi personel maupun masyarakat yang berinteraksi. Penanaman pohon ini selaras dengan program pelestarian lingkungan yang semakin digalakkan oleh berbagai instansi pemerintah di Indonesia.

Selanjutnya, Irjen Pol. Kalingga beserta rombongan menyalurkan bantuan sosial. Bantuan ini diserahkan kepada sejumlah pihak, termasuk Warakawuri (janda veteran kepolisian), anggota Bhayangkari Dian Kemala, dan perwakilan masyarakat. Penyerahan bantuan sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap anggota keluarga besar Polri serta masyarakat luas, sekaligus menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan sinergitas antara institusi kepolisian dengan elemen masyarakat.

"Polri tidak hanya hadir saat penegakan hukum, tetapi juga ingin terus dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan," ujar Kapolda NTB, menegaskan filosofi pendekatan Polri yang humanis dan inklusif.

Perkuat Disiplin dan Pelayanan, Kapolda NTB Tinjau Langsung Polres Bima Kota

Penguatan Integritas dan Disiplin Personel

Aspek krusial lainnya dalam kunjungan kerja ini adalah penandatanganan pakta integritas oleh seluruh personel Polres Bima Kota. Pakta integritas ini mencakup komitmen untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, pelanggaran disiplin, serta pelanggaran kode etik profesi Polri. Langkah ini menunjukkan keseriusan kepemimpinan Polda NTB dalam membangun budaya kerja yang bersih, profesional, dan bebas dari penyimpangan.

Irjen Pol. Kalingga secara tegas menekankan bahwa integritas personel adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Beliau menyatakan, "Saya ingin seluruh personel menjaga kehormatan diri dan institusi. Tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba maupun pelanggaran yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat." Pernyataan ini mengindikasikan adanya penekanan kuat pada zero tolerance terhadap pelanggaran berat yang dapat merusak citra Polri.

Dalam sesi pengarahan kepada personel Polres Bima Kota dan personel Yon C Pelopor Satbrimob, Kapolda NTB kembali menggarisbawahi pentingnya profesionalisme, kedisiplinan, dan pelayanan yang humanis. Beliau mengingatkan agar seluruh personel senantiasa adaptif terhadap dinamika tugas kepolisian yang terus berkembang, serta mengedepankan pendekatan yang mengayomi dan melayani masyarakat.

Pengecekan Sarana Pendukung Operasional

Menjelang akhir kunjungannya, Irjen Kalingga bersama rombongan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sarana pendukung operasional kepolisian di Polres Bima Kota. Pengecekan meliputi gudang senjata api dan amunisi, ruang tahanan, ruang penjagaan, serta ruang pelayanan Call Center 110. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas tersebut berada dalam kondisi optimal, aman, dan siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.

"Pelayanan publik harus berjalan optimal. Sarana pendukung, keamanan tahanan, pengelolaan senjata api, hingga respons laporan masyarakat wajib mendapat perhatian serius," tegas Kapolda, menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan manajemen operasional dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pengecekan ini juga dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan potensi penyalahgunaan fasilitas atau kelalaian yang dapat berakibat fatal.

Profil Singkat Kapolda NTB

Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., resmi dilantik sebagai Kapolda NTB oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada tanggal 17 Mei 2026. Beliau merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992. Lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 2 November 1970, Irjen Pol. Kalingga tiba di NTB bersama istri pada 21 Mei 2026.

Perkuat Disiplin dan Pelayanan, Kapolda NTB Tinjau Langsung Polres Bima Kota

Sebelum menjabat sebagai Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga memiliki rekam jejak karir yang cemerlang di kepolisian, termasuk pengalaman di berbagai posisi strategis. Kunjungan kerjanya ke Polres Bima Kota, yang dilakukan kurang dari dua pekan setelah tiba di NTB, menunjukkan dedikasi dan komitmennya untuk segera memahami serta memperkuat jajaran kepolisian di wilayah tersebut.

Implikasi dan Proyeksi ke Depan

Kunjungan kerja Kapolda NTB ke Polres Bima Kota ini memiliki beberapa implikasi penting. Pertama, ini menunjukkan komitmen kepemimpinan baru untuk melakukan konsolidasi internal dan memastikan kesiapan operasional di tingkat satuan kewilayahan. Penekanan pada integritas dan disiplin personel mengisyaratkan upaya serius dalam memulihkan dan menjaga kepercayaan publik terhadap Polri, terutama pasca berbagai isu yang sempat mencoreng citra institusi.

Kedua, keterlibatan dalam kegiatan sosial dan lingkungan menegaskan arah kebijakan Polri yang semakin berorientasi pada kemitraan dengan masyarakat dan kepedulian terhadap isu-isu keberlanjutan. Hal ini sejalan dengan tuntutan masyarakat modern yang mengharapkan Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai agen perubahan positif di tengah masyarakat.

Ketiga, pengecekan sarana pendukung operasional adalah langkah preventif untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan wewenang, kelalaian, atau kegagalan dalam memberikan pelayanan. Ini mencakup aspek keamanan fisik, pengelolaan aset, hingga efektivitas sistem pelaporan dan tanggap darurat.

Dengan demikian, kunjungan kerja perdana Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah pernyataan sikap dan arah kebijakan yang jelas. Seluruh personel di jajaran Polda NTB diharapkan dapat mengimplementasikan nilai-nilai profesionalisme, integritas, dan pelayanan yang humanis dalam setiap pelaksanaan tugas, demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang optimal di seluruh wilayah NTB. Ke depan, diharapkan akan ada tindak lanjut berupa evaluasi berkala dan program-program inovatif lainnya yang didasarkan pada temuan selama kunjungan kerja ini.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *