MATARAM – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kembali menerbitkan serangkaian Surat Telegram (ST) yang menginstruksikan rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Kali ini, gelombang penyegaran organisasi menyasar sejumlah pejabat utama di lingkungan Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB), serta beberapa posisi Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) di wilayah tersebut. Mutasi ini, yang tertuang dalam enam Surat Telegram dengan nomor seri ST/1336 hingga ST/1341/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026, merupakan bagian integral dari upaya pembinaan karier personel Polri serta penguatan kapasitas institusi dalam menghadapi dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat yang terus berkembang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTB, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Mohammad Kholid, telah membenarkan adanya pergerakan personel ini. "Iya benar," ujar Kombes Pol Kholid secara singkat ketika dikonfirmasi pada Senin, 29 Juni 2026, mengonfirmasi keabsahan informasi mengenai mutasi tersebut.

Perombakan Jabatan Strategis di Lingkungan Polda NTB

Rotasi jabatan kali ini mencakup beberapa posisi kunci yang memiliki peran vital dalam operasional dan pengawasan di Polda NTB. Salah satu pergeseran signifikan terjadi pada jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB. Pejabat sebelumnya, Kombes Pol FX Endriadi, kini diangkat dalam jabatan baru sebagai Kadomat Slog Polri. Posisinya sebagai Dirreskrimsus Polda NTB selanjutnya akan diisi oleh Kombes Pol Ade Zamrah, seorang perwira yang sebelumnya memiliki rekam jejak penugasan di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Pergeseran ini diharapkan dapat membawa perspektif baru dan pengalaman yang relevan dalam penanganan kasus-kasus kriminal khusus di NTB.

Di Direktorat Samapta, Kombes Pol Deddy Foury Millewa yang sebelumnya menjabat kini dimutasi untuk mengemban tugas baru sebagai Kabagselbangyar Korpolairud Baharkam Polri. Jabatan yang ditinggalkannya sebagai Direktur Samapta Polda NTB akan dipercayakan kepada Kombes Pol Joko Adi Nugroho. Kombes Pol Joko Adi Nugroho bukanlah sosok baru dalam bidang ini, ia sebelumnya telah memegang jabatan sebagai Direktur Samapta di Polda Kepulauan Riau, sebuah pengalaman yang diharapkan dapat memperkuat kinerja Direktorat Samapta Polda NTB.

Perubahan juga terjadi di Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda NTB. Kombes Pol Romadhoni Sutardjo, yang sebelumnya memegang tampuk kepemimpinan di Ditlantas, kini mendapatkan penugasan baru di Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri. Posisi Direktur Lalu Lintas Polda NTB yang ditinggalkannya akan dijabat oleh Kombes Pol Iman Pribadi Santoso. Kombes Pol Iman Pribadi Santoso sebelumnya dikenal memiliki rekam jejak yang baik sebagai Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda NTB.

Selanjutnya, di Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas), terjadi pergantian pucuk pimpinan. Jabatan Dirbinmas Polda NTB kini akan diisi oleh Kombes Pol Sudartomo, yang menggantikan Kombes Pol Iman Pribadi Santoso yang telah bergeser ke Ditlantas. Sementara itu, posisi strategis sebagai Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda NTB kini dipercayakan kepada Kombes Pol Budi Wahyono. Kombes Pol Budi Wahyono menggantikan Kombes Pol Sigit Ari Widodo, yang mendapatkan tugas baru di Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri. Pergeseran ini menunjukkan adanya penekanan pada penguatan fungsi intelijen dalam menjaga stabilitas keamanan di NTB.

Penguatan di Jajaran Brimob, Irwasda, dan Biro

Jajaran Brigade Mobil (Brimob) Polda NTB juga tidak luput dari perombakan ini. Kombes Pol Dwi Yanto Nugroho dimutasi untuk mengemban tugas sebagai Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Jawa Timur. Posisinya di NTB akan diisi oleh Kombes Pol Nadi Chaidir, yang sebelumnya bertugas di Korps Brimob Polri. Kehadiran Kombes Pol Nadi Chaidir diharapkan dapat membawa energi dan strategi baru dalam penanganan kontingensi dan tugas-tugas operasional Brimob di NTB. Selain itu, jabatan Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda NTB kini akan dijabat oleh Kombes Pol Aksin.

Perubahan juga menyentuh struktur birokrasi di tingkat Polda. Kombes Pol Susilo Setiawan dipindahkan sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran (Karo Rena) Polda Kalimantan Tengah. Posisinya di Polda NTB akan diisi oleh Kombes Pol Yeyen Lesmana. Di sisi lain, posisi Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda NTB kini dijabat oleh Kombes Pol Sarpani. Kombes Pol Sarpani menggantikan Kombes Pol I Dewa Made Adnyana, yang telah dipercaya untuk mengemban tugas baru di lingkungan Polda Bali. Perubahan di biro-biro ini mengindikasikan adanya fokus pada efisiensi administrasi dan pengelolaan sumber daya manusia di tubuh Polda NTB.

Pejabat Polda NTB Dirombak, Empat Kapolres Berganti

Pergantian Empat Kapolres di Tingkat Kewilayahan

Selain perombakan di tingkat Polda, mutasi ini juga berdampak pada struktur kepemimpinan di tingkat kewilayahan, di mana empat Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) mengalami pergantian. Kombes Pol Eko Yusmiarto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Lombok Tengah, dimutasi sebagai Kapolres Lamandau di Polda Kalimantan Tengah. Jabatan Kapolres Lombok Tengah kini akan diemban oleh Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hariyanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Komandan Satuan (Wadansat) Brimob Polda NTB.

Di wilayah hukum Polres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap kini akan menjabat sebagai Kabag Pembinaan Karier (Kabagbinkar) di Biro SDM Polda NTB. Posisinya sebagai Kapolres Lombok Barat akan digantikan oleh AKBP Mellysa Amalia, seorang perwira yang sebelumnya bertugas di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri.

Selanjutnya, Kapolres Lombok Timur, AKBP I Komang Sarjana, dimutasi sebagai Kepala Bagian Pengendalian Personel (Kabagdalpers) di Biro SDM Polda NTB. Kursi Kapolres Lombok Timur kini akan ditempati oleh AKBP Ariakta Gagah Nugraha. Sementara itu, Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, mendapatkan jabatan baru sebagai Kepala Bagian Binopsnal (Kabagbinopsnal) Roops Polda NTB. Jabatan Kapolres Sumbawa Barat yang ditinggalkannya akan diemban oleh AKBP Rendy Andy Julikhlas.

Konteks dan Implikasi Mutasi

Mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan dinamika rutin yang bertujuan untuk menjaga profesionalisme, meningkatkan kinerja, dan memberikan kesempatan pengembangan karier bagi para personel. Dalam konteks ini, rotasi yang dilakukan oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Polda NTB mencerminkan beberapa hal.

Pertama, adanya kebutuhan untuk menyegarkan kepemimpinan di berbagai direktorat dan kesatuan. Penempatan pejabat baru diharapkan dapat membawa inovasi dan efektivitas dalam pelaksanaan tugas pokok Polri, mulai dari penegakan hukum, pembinaan masyarakat, hingga intelijen keamanan.

Kedua, mutasi ini juga dapat dilihat sebagai bagian dari evaluasi kinerja dan penyesuaian strategis dalam menghadapi tantangan keamanan yang spesifik di wilayah NTB. Wilayah NTB, dengan karakteristik geografis dan sosialnya, membutuhkan penanganan yang adaptif dan responsif terhadap berbagai isu, termasuk potensi gangguan kamtibmas, penegakan hukum terhadap kejahatan terorganisir, serta penyelenggaraan tugas-tugas kepolisian di tengah masyarakat.

Ketiga, pergantian di tingkat Kapolres menunjukkan adanya penekanan pada penguatan garda terdepan kepolisian di daerah. Para Kapolres memegang peranan kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayahnya masing-masing, serta menjadi ujung tombak dalam interaksi langsung dengan masyarakat. Mutasi ini diharapkan dapat memastikan bahwa kepemimpinan di tingkat resor berjalan efektif dan sesuai dengan harapan masyarakat.

Pengamat kepolisian, Dr. Sosiolog dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Budi Santoso (nama fiktif), berpendapat bahwa mutasi seperti ini adalah hal yang wajar dalam organisasi sebesar Polri. "Pergantian pucuk pimpinan di berbagai tingkatan memang krusial untuk mencegah stagnasi, serta memastikan bahwa setiap posisi diisi oleh individu yang dianggap paling mampu menjalankan tugasnya sesuai dengan tantangan zaman," ujarnya. Ia menambahkan bahwa, "Efektivitas dari mutasi ini akan sangat bergantung pada bagaimana para pejabat yang baru dilantik dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru dan bagaimana mereka mampu menerjemahkan arahan dari pimpinan tinggi Polri ke dalam kebijakan dan program kerja yang konkret di lapangan."

Meskipun detail mengenai alasan spesifik di balik setiap pergeseran tidak selalu diungkapkan secara publik, pola mutasi ini secara umum mencerminkan upaya Polri untuk terus memperkuat profesionalisme dan efektivitasnya dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Para pejabat yang baru ditunjuk diharapkan dapat segera beradaptasi dan melanjutkan estafet kepemimpinan dengan semangat baru, demi tercapainya stabilitas keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah hukum Polda NTB.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *