PRAYA – Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi, melakukan kunjungan kerja strategis ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu, 20 Mei 2026. Kunjungan ini menandai langkah penting dalam upaya penguatan sinergi dan percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Provinsi NTB, sebuah wilayah yang terus menunjukkan potensi besar dalam transisi energi nasional.

Dalam lawatannya, Dirjen EBTKE didampingi oleh jajaran pimpinan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTB, termasuk General Manager Sri Heny Purwanti dan Senior Manager Perencanaan Sigit Hari Wibowo. Rombongan tersebut secara langsung meninjau operasional PLTS Sengkol, sebuah fasilitas pembangkit energi surya yang memiliki peran strategis dalam penyediaan listrik bersih di Pulau Lombok.

Kronologi Kunjungan dan Tinjauan Operasional

Kunjungan kerja yang dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026, ini diawali dengan kedatangan Dirjen EBTKE dan rombongannya di lokasi PLTS Sengkol. Setibanya di sana, mereka disambut oleh perwakilan manajemen PLN UIW NTB dan pihak pengelola PLTS Sengkol. Sesi awal meliputi diskusi singkat mengenai perkembangan EBT di NTB dan tantangan yang dihadapi, sebelum dilanjutkan dengan peninjauan lapangan.

Selama kunjungan lapangan, delegasi diajak untuk melihat langsung teknologi yang digunakan dalam PLTS Sengkol, alur operasional, serta kapasitas produksi energi. Peninjauan ini memberikan gambaran konkret mengenai bagaimana energi surya diubah menjadi listrik yang dapat disalurkan ke jaringan PLN. Interaksi dengan para teknisi dan operator di lapangan juga memberikan wawasan mendalam mengenai aspek teknis dan operasional pembangkit.

PLTS Sengkol: Kontributor Vital dalam Bauran Energi Bersih NTB

PLTS Sengkol merupakan salah satu proyek Independent Power Producer (IPP) yang dikelola oleh Vena Energy. Pembangkit ini telah beroperasi selama hampir tujuh tahun di Lombok, memberikan kontribusi signifikan terhadap bauran energi bersih di wilayah tersebut. Keberadaan PLTS Sengkol tidak hanya menambah kapasitas energi terbarukan, tetapi juga memperkuat keandalan sistem kelistrikan NTB dengan memanfaatkan sumber energi yang ramah lingkungan.

Secara teknis, PLTS Sengkol memiliki kapasitas terpasang sebesar 7 MWp (Megawatt peak). Pembangkit ini mencatat capaian capacity factor (CF) rata-rata yang cukup optimal, berkisar antara 15,6% hingga 22,5% per tahun. Angka ini menunjukkan tingkat efektivitas pemanfaatan energi surya yang tinggi di NTB, sebuah provinsi yang dianugerahi potensi radiasi matahari yang melimpah. Optimalisasi CF ini sangat penting untuk memastikan pengembangan pembangkit EBT dapat berjalan secara berkelanjutan dan ekonomis.

Apresiasi dan Harapan Dirjen EBTKE

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Dirjen EBTKE, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan apresiasi mendalam atas perkembangan pesat sektor energi bersih di NTB, khususnya dalam hal pemanfaatan energi surya. Beliau menekankan bahwa pengembangan EBT di wilayah kepulauan seperti NTB memiliki nilai strategis yang tinggi. Hal ini tidak hanya mendukung pencapaian target bauran energi terbarukan nasional, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam upaya global untuk mengurangi emisi karbon secara bertahap.

"NTB memiliki potensi luar biasa dalam pengembangan energi baru terbarukan, terutama energi surya. Kunjungan ini mempertegas komitmen kami untuk terus mendorong sinergi antara pemerintah, PLN, dan sektor swasta dalam mewujudkan target transisi energi," ujar Eniya Listiani Dewi.

Dirjen EBTKE Tinjau PLTS Sengkol, PLN UIW NTB Tegaskan Komitmen Percepatan Energi Bersih di Lombok

Lebih lanjut, Dirjen EBTKE berharap agar PLN UIW NTB terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk para pengembang swasta seperti Vena Energy dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini dianggap krusial untuk mengakselerasi pengembangan infrastruktur energi hijau. Pembangunan infrastruktur yang andal, efisien, dan berkelanjutan dinilai sebagai kunci utama untuk menciptakan sistem ketenagalistrikan yang lebih tangguh di masa depan.

Dukungan PLN dalam Transformasi Energi Hijau NTB

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan komitmen PLN untuk terus menjadi garda terdepan dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan di NTB. Dukungan ini diwujudkan melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak dan optimalisasi potensi energi lokal yang melimpah.

"Kunjungan Bapak/Ibu Dirjen EBTKE ini menjadi penyemangat tambahan bagi seluruh tim di PLN UIW NTB. Kami semakin termotivasi untuk terus menghadirkan sistem kelistrikan yang tidak hanya andal, tetapi juga semakin hijau dan berkelanjutan. Kami sangat optimistis bahwa pengembangan energi baru terbarukan di NTB akan terus tumbuh pesat, sejalan dengan target dan komitmen nasional menuju transisi energi bersih," ungkap Sri Heny Purwanti.

PLN UIW NTB secara aktif mendorong transformasi sektor kelistrikan melalui penguatan ekosistem energi bersih. Upaya ini diharapkan tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyediaan energi yang stabil dan terjangkau, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat melalui pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan lestari.

Implikasi dan Prospek Pengembangan EBT di NTB

Kunjungan kerja Dirjen EBTKE ke PLTS Sengkol ini memiliki beberapa implikasi penting bagi pengembangan energi baru terbarukan di NTB:

  1. Penguatan Sinergi Lintas Sektor: Kunjungan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara Kementerian ESDM, PLN, pengembang swasta (IPP), dan pemerintah daerah. Sinergi yang kuat menjadi fondasi utama untuk mengatasi berbagai tantangan dalam pengembangan EBT, mulai dari perizinan, pembiayaan, hingga integrasi ke jaringan listrik.
  2. Akselerasi Investasi EBT: Pengakuan dan apresiasi dari pemerintah pusat terhadap potensi EBT di NTB dapat memicu minat investor untuk menanamkan modal lebih lanjut. Keberhasilan PLTS Sengkol menjadi contoh nyata yang dapat direplikasi.
  3. Mendukung Target Energi Nasional: Dengan potensi matahari yang melimpah, NTB memiliki peran krusial dalam pencapaian target bauran energi terbarukan nasional sebesar 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050. Pengembangan EBT di NTB akan berkontribusi signifikan terhadap target tersebut.
  4. Keamanan Energi dan Pengurangan Emisi: Diversifikasi sumber energi ke EBT akan meningkatkan ketahanan energi NTB, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan secara langsung berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan emisi gas rumah kaca.
  5. Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Pengembangan proyek-proyek EBT seringkali membuka lapangan kerja baru, baik dalam tahap konstruksi maupun operasional, serta dapat mendorong pengembangan industri pendukung lokal.
  6. Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat: Penyediaan listrik yang andal dan bersih dari sumber EBT dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, dan membuka akses terhadap berbagai layanan dasar.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Meskipun prospek pengembangan EBT di NTB sangat cerah, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Di antaranya adalah optimalisasi tata kelola lahan untuk pembangunan pembangkit skala besar, pengembangan infrastruktur jaringan transmisi dan distribusi yang memadai untuk menampung energi dari sumber EBT yang bersifat intermiten, serta regulasi yang terus mendukung investasi di sektor ini.

Namun demikian, peluang yang ditawarkan oleh sumber daya alam NTB, terutama matahari dan angin, jauh lebih besar. Inovasi teknologi dalam penyimpanan energi (energy storage) juga menjadi area yang menjanjikan untuk mengatasi sifat intermiten energi surya dan angin, sehingga pasokan listrik dapat lebih stabil.

Kunjungan Dirjen EBTKE ini menjadi penanda penting dalam perjalanan NTB menuju masa depan energi yang lebih hijau, berkelanjutan, dan berdaulat. Dengan terus membangun sinergi dan komitmen yang kuat dari semua pihak, NTB berpotensi menjadi salah satu pionir dalam transisi energi bersih di Indonesia.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *