Dinamika politik di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menghangat setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melakukan perombakan strategis pada struktur kepengurusan wilayah. Partai yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep tersebut secara resmi menunjuk Lalu Budi Suryata, seorang politisi senior yang sebelumnya dikenal sebagai mantan Sekretaris DPD PDIP NTB, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PSI NTB. Keputusan ini diambil sebagai langkah konsolidasi partai menjelang berbagai agenda politik strategis di masa depan.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) penunjukan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, kepada Lalu Budi Suryata di Jakarta pada Kamis, 19 Februari 2026. Selain menetapkan Lalu Budi sebagai nakhoda baru di tingkat wilayah, DPP PSI juga menunjuk I Putu Dedi Saputra untuk menduduki posisi Sekretaris DPW PSI NTB. Pergantian ini sekaligus mengakhiri masa jabatan Plt Ketua DPW PSI NTB sebelumnya yang dijabat oleh Wiryawan.

Konteks Latar Belakang dan Profil Lalu Budi Suryata

Penunjukan Lalu Budi Suryata bukanlah tanpa alasan. Sebagai mantan anggota DPRD NTB dan mantan Sekretaris DPD PDIP NTB, Budi membawa segudang pengalaman dalam manajemen partai dan penguasaan medan politik di wilayah NTB. Kepindahannya ke PSI memberikan sinyal kuat bahwa partai berlambang bunga mawar ini tengah melakukan "pembenahan" dengan menarik tokoh-tokoh berpengalaman untuk memperkuat basis massa di NTB.

Dalam dunia politik NTB, Lalu Budi Suryata dikenal sebagai sosok yang memiliki jaringan akar rumput yang luas. Kemampuannya dalam mengelola dinamika partai politik di tingkat provinsi menjadi modal berharga bagi PSI yang sedang berupaya meningkatkan elektabilitas dan kursi legislatif di wilayah tersebut. Bergabungnya tokoh dengan rekam jejak yang solid ke dalam jajaran pimpinan PSI di NTB dipandang sebagai strategi "akuisisi" talenta politik yang tepat untuk menyongsong target-target elektoral di masa mendatang.

Kronologi Konsolidasi dan Agenda Kerja 2026

Pasca menerima mandat sebagai Plt Ketua, Lalu Budi Suryata langsung tancap gas. Pertemuan intensif dengan Kaesang Pangarep di Jakarta tidak hanya sebatas seremonial penyerahan SK, melainkan ajang diskusi mendalam mengenai pemetaan kekuatan politik PSI di NTB. Budi menegaskan bahwa dirinya telah memaparkan berbagai kerja politik yang telah dilakukan, termasuk langkah koordinasi hingga ke tingkat RT/RW.

"Kami sampaikan kepada Ketum DPP PSI terkait kerja politik yang sudah kami lakukan. Fokus utama kami saat ini adalah membangun struktur yang solid dan mengakar," ujar Budi saat memberikan keterangan kepada media di Mataram, Jumat (20/2).

Adapun garis waktu kerja yang telah disusun oleh pengurus baru DPW PSI NTB adalah sebagai berikut:

Eks Sekretaris PDIP Jabat Plt Ketua PSI NTB
  1. Akhir Februari 2026: Fokus pada penyempurnaan struktur organisasi DPW PSI NTB. Targetnya adalah memastikan seluruh posisi dalam struktur organisasi terisi oleh kader yang kompeten.
  2. Awal Maret 2026: Memulai agenda koordinasi dan konsolidasi internal maupun eksternal. Tahapan ini mencakup penguatan perangkat organisasi serta pembentukan sayap-sayap partai di seluruh kabupaten/kota.
  3. Akhir April 2026: Pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang akan diselenggarakan di Sekretariat DPD PSI NTB. Forum ini akan menjadi ajang krusial untuk merumuskan program kerja strategis jangka panjang.
  4. Juli 2026: Rangkaian konsolidasi akan diturunkan ke tingkat kabupaten/kota melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di 10 wilayah administratif di seluruh Provinsi NTB.

Pesan Ketum Kaesang: Soliditas dan Ekspansi Kursi Legislatif

Dalam arahan khususnya, Kaesang Pangarep menekankan pentingnya soliditas partai sebagai fondasi utama. Bagi Kaesang, PSI tidak akan mampu bersaing di kancah nasional maupun daerah jika struktur organisasi di tingkat paling bawah, yakni RT/RW, tidak terbentuk dengan sempurna.

Kaesang memberikan target ambisius kepada Lalu Budi Suryata agar kader-kader PSI di NTB tidak hanya sekadar menjadi pelengkap, tetapi mampu menjadi kekuatan dominan di parlemen. Target ini meliputi penguasaan kursi pimpinan di DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, hingga delegasi partai untuk DPR RI. Instruksi ini menjadi indikator bahwa PSI di bawah komando baru di NTB dituntut untuk lebih agresif dalam menjaring suara dan merekrut kader berkualitas yang memiliki basis dukungan riil di daerah pemilihan masing-masing.

Implikasi dan Analisis Politik: Mengapa PSI Memilih Langkah Ini?

Langkah PSI mengganti Plt Ketua di NTB mencerminkan urgensi partai untuk berbenah diri. Dalam analisis politik, partai-partai baru atau partai dengan segmen pemilih muda seperti PSI sering kali menghadapi tantangan klasik berupa kurangnya infrastruktur organisasi di daerah. Dengan menunjuk Lalu Budi Suryata, PSI sedang melakukan langkah pragmatis namun efektif untuk menutup celah tersebut.

Pertama, penunjukan ini merupakan bentuk pengakuan PSI terhadap pentingnya tokoh lokal. Lalu Budi memiliki pengalaman legislatif yang teruji. Hal ini diharapkan mampu meminimalisir proses adaptasi dalam mengelola partai. Kedua, transisi dari "Plt" menuju "Definitif" yang direncanakan setelah kepengurusan rampung menunjukkan adanya sistem meritokrasi yang diterapkan. Budi tidak langsung disahkan sebagai ketua definitif, melainkan harus membuktikan kapabilitasnya dalam menyusun struktur organisasi terlebih dahulu.

Namun, tantangan besar tetap menghadang. PSI di NTB harus berhadapan dengan partai-partai besar yang telah mapan di wilayah tersebut. Basis pemilih di NTB yang cenderung memiliki karakteristik religius dan tradisional mengharuskan PSI untuk melakukan pendekatan yang lebih inklusif dan mampu beradaptasi dengan budaya lokal tanpa meninggalkan identitas partai sebagai partai yang progresif dan terbuka.

Masa Depan PSI NTB di Tangan Baru

Dengan rencana Rakerwil dan Rakerda yang sudah dipersiapkan, publik kini menunggu apakah Lalu Budi Suryata mampu membawa perubahan signifikan bagi PSI di NTB. Sinergi antara kebijakan pusat yang dibawa oleh Kaesang dan eksekusi taktis di tingkat daerah oleh Budi akan menjadi penentu keberhasilan PSI dalam kontestasi politik mendatang.

Bagi para pengamat politik di NTB, perubahan kepemimpinan ini adalah babak baru yang menarik. Jika struktur hingga ke tingkat RT/RW benar-benar terbentuk sesuai target pada bulan Maret, maka PSI NTB akan memiliki mesin politik yang cukup kuat untuk menghadapi berbagai agenda elektoral. Kunci keberhasilan, seperti yang diungkapkan oleh Lalu Budi, terletak pada kebersamaan dan kerja keras seluruh kader untuk memenangkan hati masyarakat di setiap sudut NTB.

Ke depannya, publik akan terus memantau apakah penunjukan Lalu Budi Suryata ini akan berdampak pada peningkatan kursi PSI secara signifikan di Pemilu mendatang atau hanya menjadi perombakan administratif biasa. Namun, satu hal yang pasti, langkah PSI untuk melakukan konsolidasi di awal tahun 2026 menunjukkan bahwa mereka tidak ingin kehilangan momentum dalam pertarungan politik di tanah air. Dengan target yang jelas, dukungan pusat yang kuat, dan kepemimpinan yang berpengalaman, PSI NTB kini berada dalam fase krusial transformasi organisasi yang akan menentukan nasib mereka di panggung politik masa depan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *