LOMBOK TIMUR – Objek wisata Otak Kokok Joben, yang berlokasi strategis di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), akan segera beralih pengelolaan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur berencana menyerahkan manajemen destinasi alam ini kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yaitu PT. Energi Selaparang. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan potensi pariwisata daerah, sekaligus menjawab berbagai tantangan pengelolaan yang selama ini dihadapi. Saat ini, proses perizinan prinsip untuk hak kelola kawasan tersebut tengah berjalan intensif di Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Proses Perizinan dan Target Pengelolaan Jangka Panjang

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Widayat, mengonfirmasi bahwa proses perizinan prinsip di Kementerian Kehutanan merupakan langkah krusial yang sedang dikejar. Ia menyatakan optimisme bahwa izin tersebut akan terbit dalam waktu dekat. Setelah izin prinsip dikeluarkan, PT. Energi Selaparang diharapkan dapat mengelola objek wisata Otak Kokok Joben untuk jangka waktu yang signifikan, diperkirakan mencapai 35 tahun. Periode pengelolaan yang panjang ini diharapkan memberikan kepastian hukum dan ruang gerak yang lebih luas bagi Pemkab Lombok Timur dalam merencanakan dan melaksanakan pengembangan pariwisata di area tersebut.

“Pengelolaan wisata Joben saat ini dalam proses perizinan prinsip di Kementerian Kehutanan untuk mendapatkan hak kelola kawasan,” terang Widayat. “Ditargetkan izin tersebut akan terbit dalam waktu dekat ini dengan masa pengelolaan sekitar 35 tahun. Sehingga hal ini akan membuat Pemkab Lotim lebih leluasa untuk mengembangkan wisata tersebut.”

Investasi dan Proyeksi Keuangan

Sebagai bagian dari komitmen pengembangan, Pemkab Lombok Timur telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp800 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dana ini telah disiapkan sejak tahun sebelumnya dan akan digunakan untuk berbagai inisiatif pengembangan. Investasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas fasilitas dan daya tarik wisata, tetapi juga memberikan keuntungan finansial yang berkelanjutan. Proyeksi awal menunjukkan bahwa investasi ini ditargetkan dapat mencapai titik impas (break event point – BEP) dalam kurun waktu delapan tahun ke depan.

“Setelah periode delapan tahun, akan dilakukan perjanjian ulang terkait pembagian keuntungan antara pihak pengelola dan BTNGR,” jelas Widayat. Perjanjian ulang ini penting untuk memastikan skema pembagian keuntungan yang adil dan menguntungkan bagi semua pihak, terutama dalam konteks kawasan konservasi.

Perubahan Skema Tarif dan Dampaknya bagi Pengunjung

Sebelumnya, skema pengelolaan di objek wisata Otak Kokok Joben berjalan melalui perizinan terpadu antara Balai Taman Nasional Rinjani (BTNGR) dan Dinas Pariwisata Lombok Timur. Dalam skema ini, tarif masuk dibagi antara Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp10.000 dan retribusi daerah sebesar Rp5.000. Namun, tarif gabungan sebesar Rp15.000 ini kerap mendapatkan keluhan dari masyarakat dan wisatawan yang menganggapnya terlalu mahal.

Widayat mengakui adanya keluhan tersebut, namun menjelaskan bahwa tarif yang berlaku saat ini sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku dan tidak dapat dinegosiasikan. Ia juga mengklarifikasi bahwa Pemkab Lombok Timur hanya memiliki kewenangan atas lahan parkir di kawasan tersebut, sementara pengelolaan kolam renang dan air terjun merupakan tanggung jawab BTNGR. Keterbatasan kewenangan langsung inilah yang menjadi salah satu alasan utama di balik perubahan skema pengelolaan.

“Kami hanya punya lahan parkir di sana (Joben). Sementara kolam renang dan air terjun itu milik TNGR. Tarif ini memang sesuai regulasi, dan regulasi itu tidak bisa kita negosiasikan,” tegasnya.

Dengan beralihnya pengelolaan kepada BUMD, diharapkan struktur bagi hasil yang lebih adil dapat tercipta. Perubahan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan wisatawan melalui pengembangan fasilitas, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah.

Landasan Hukum dan Keterbatasan Pengelolaan Langsung

PT. Energi Selaparang akan Ambil Alih Joben

Pengelolaan destinasi wisata melalui BUMD merupakan solusi yang diambil karena adanya keterbatasan regulasi yang tidak mengizinkan pemerintah daerah mengelola kawasan konservasi secara langsung. Pembentukan PT. Energi Selaparang sebagai entitas pengelola memberikan landasan hukum yang kuat bagi Pemkab Lombok Timur untuk berinvestasi dan mengembangkan potensi wisata Otak Kokok Joben secara profesional dan terstruktur. Ini sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik, di mana badan usaha negara atau daerah dapat berperan sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Tantangan Teknis dan Konsep Pengembangan Masa Depan

Direktur PT Energi Selaparang, Joyo Supeno, membenarkan bahwa proses perizinan prinsip di Kementerian Kehutanan masih dalam tahap penyelesaian. Ia mengungkapkan bahwa semua persyaratan administrasi dan teknis telah dipenuhi, namun terdapat kendala teknis yang dialami pada sistem Online Single Submission (OSS) akibat gangguan server.

“Masih proses izin prinsip. Semua persyaratan sudah dipenuhi. Ada kendala teknis di OSS, ada gangguan server,” ungkap Joyo. Ia menargetkan izin prinsip ini dapat terselesaikan pada tahun berjalan.

Ke depan, objek wisata Otak Kokok Joben akan dikembangkan dengan konsep wisata alam yang terintegrasi. Rencana pengembangan meliputi penyediaan berbagai sarana dan prasarana pariwisata yang modern dan menarik. Salah satu fokus utama adalah pembangunan area camping ground dan homestay yang diharapkan dapat meningkatkan durasi kunjungan wisatawan dan memberikan pengalaman menginap yang otentik di alam.

“Tamu-tamu nantinya tidak hanya terpaut melakukan tracking ke Sembalun saja. Tapi juga ada tempat wisata di bawah di Joben yang juga bisa dinikmati,” ujar Joyo. Pengembangan ini bertujuan untuk menciptakan destinasi yang beragam, tidak hanya menarik bagi para pendaki Rinjani, tetapi juga bagi wisatawan yang mencari relaksasi dan keindahan alam yang lebih mudah diakses. Dengan demikian, Otak Kokok Joben diharapkan dapat menjadi daya tarik pelengkap yang kuat bagi ekosistem pariwisata Lombok Timur secara keseluruhan.

Latar Belakang dan Potensi Otak Kokok Joben

Otak Kokok Joben sendiri memiliki daya tarik alam yang unik, dengan sumber air jernih yang mengalir dari mata air, kolam-kolam alami, dan air terjun kecil yang menyejukkan. Keberadaannya di kaki Gunung Rinjani menjadikannya titik singgah yang menarik bagi para pendaki maupun wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Lombok tanpa harus melakukan pendakian ekstrem. Lokasinya yang relatif mudah dijangkau juga menjadi nilai tambah.

Sebelumnya, pengelolaan yang terfragmentasi dan tarif yang dianggap memberatkan menjadi hambatan dalam pengembangan potensi penuh Otak Kokok Joben. Dengan adanya pengelolaan terpusat oleh BUMD, diharapkan ada sinergi yang lebih baik antara pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan masyarakat sekitar. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peluang ekonomi turunan.

Analisis Implikasi dan Harapan ke Depan

Perubahan skema pengelolaan ini berpotensi membawa angin segar bagi pariwisata Lombok Timur. Pengelolaan oleh BUMD PT. Energi Selaparang diharapkan mampu membawa profesionalisme, efisiensi, dan inovasi dalam pengembangan objek wisata. Investasi sebesar Rp800 juta yang dialokasikan menunjukkan keseriusan Pemkab Lombok Timur dalam menggarap potensi ini.

Jika proses perizinan berjalan lancar dan konsep pengembangan dapat dieksekusi dengan baik, Otak Kokok Joben memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Keberhasilan pengelolaan ini tidak hanya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga akan memperkuat citra Lombok Timur sebagai salah satu destinasi wisata terkemuka di Indonesia, melengkapi keindahan alam Rinjani yang sudah mendunia.

Selain itu, dengan adanya fasilitas tambahan seperti camping ground dan homestay, destinasi ini dapat menarik segmen pasar yang berbeda, termasuk wisatawan yang mencari pengalaman alam yang lebih mendalam dan terjangkau. Hal ini sejalan dengan tren pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan pengalaman otentik dan ramah lingkungan.

Namun, kesuksesan jangka panjang akan sangat bergantung pada kemampuan PT. Energi Selaparang dalam mengelola operasional sehari-hari, menjaga kelestarian lingkungan, serta berinovasi dalam menawarkan paket wisata yang menarik. Kerjasama yang solid dengan BTNGR dan masyarakat sekitar juga akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan potensi penuh objek wisata Otak Kokok Joben.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *