SELONG – Objek wisata Otak Kokok Joben yang terletak di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, dan berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), akan segera dikelola secara profesional oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Energi Selaparang. Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan potensi pariwisata alam yang dimiliki destinasi tersebut, sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pengunjung. Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Widayat, menjelaskan bahwa proses pengelolaan wisata Joben saat ini tengah berada dalam tahap pengajuan perizinan prinsip di Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Izin ini krusial untuk memperoleh hak kelola kawasan yang akan memberikan kewenangan lebih luas kepada Pemkab Lombok Timur dalam mengembangkan destinasi ini. “Pengelolaan wisata Joben saat ini dalam proses perizinan prinsip di Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk mendapatkan hak kelola kawasan,” terang Widayat kepada awak media pada Selasa (xx/xx/202x) [Catatan: Tanggal spesifik tidak tersedia dalam sumber, gunakan tanggal perkiraan atau biarkan generik]. Proses Perizinan dan Target Pengelolaan Jangka Panjang Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menargetkan izin prinsip pengelolaan ini dapat terbit dalam waktu dekat. Apabila izin tersebut telah dikeluarkan, PT. Energi Selaparang akan mendapatkan hak pengelolaan kawasan selama periode sekitar 35 tahun. Durasi pengelolaan yang panjang ini diharapkan akan memberikan kepastian dan ruang yang memadai bagi Pemkab Lombok Timur untuk merencanakan dan melaksanakan berbagai program pengembangan pariwisata secara berkelanjutan. Tahap perizinan yang sedang berjalan ini melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai otoritas pengelola kawasan konservasi. Proses ini mencakup peninjauan kelayakan teknis, administratif, dan lingkungan untuk memastikan bahwa pengembangan pariwisata tidak akan mengganggu kelestarian ekosistem TNGR. Investasi dan Proyeksi Keuangan Untuk mendukung pengembangan objek wisata Otak Kokok Joben, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp800 juta melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dana ini telah disiapkan sejak tahun sebelumnya, menunjukkan komitmen Pemkab dalam memajukan sektor pariwisata daerah. Investasi yang signifikan ini diharapkan mampu memberikan hasil yang optimal, dengan target mencapai titik impas atau break event point (BEP) dalam kurun waktu delapan tahun ke depan. Setelah periode delapan tahun, akan dilakukan evaluasi dan perjanjian ulang terkait pembagian keuntungan antara pihak pengelola, yaitu PT. Energi Selaparang, dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR). Mekanisme pembagian keuntungan ini akan dirancang agar adil dan menguntungkan kedua belah pihak, serta berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah dan pelestarian kawasan. “Setelah periode delapan tahun, akan dilakukan perjanjian ulang terkait pembagian keuntungan antara pihak pengelola dan BTNGR,” jelas Widayat. Transformasi Skema Tarif dan Pengelolaan Sebelumnya, skema pengelolaan di wisata Otak Kokok Joben berjalan melalui perizinan terpadu antara BTNGR dan Dinas Pariwisata. Dalam skema lama ini, tarif masuk dibagi dengan rincian Rp10.000 dialokasikan untuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Rp5.000 untuk daerah. Tarif ini, diakui oleh pihak Dinas Pariwisata, kerap menimbulkan keluhan dari masyarakat karena dinilai terlalu mahal. Widayat menjelaskan bahwa tarif yang berlaku sebelumnya sudah sesuai dengan regulasi yang ditetapkan. Keterbatasan Pemkab Lombok Timur dalam mengelola fasilitas di area tersebut menjadi salah satu faktor. “Kami hanya punya lahan parkir di sana (Joben). Sementara kolam renang dan air terjun itu milik TNGR. Tarif ini memang sesuai regulasi, dan regulasi itu tidak bisa kita negosiasikan,” ungkapnya. Keterbatasan ini menjadi dasar kuat untuk melakukan perubahan skema pengelolaan. Dengan adanya skema pengelolaan baru yang melibatkan BUMD, diharapkan dapat terjadi perbaikan yang signifikan. Tidak hanya dalam pengembangan fasilitas, tetapi juga dalam menciptakan struktur bagi hasil yang lebih adil. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan serta mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Konteks Hukum dan Alasan Pengelolaan Melalui BUMD Pengelolaan destinasi wisata Otak Kokok Joben melalui BUMD merupakan langkah yang ditempuh karena aturan perundang-undangan tidak mengizinkan pemerintah daerah untuk mengelola kawasan konservasi secara langsung. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku terkait pengelolaan kawasan Taman Nasional. Pembentukan BUMD sebagai entitas yang ditugaskan untuk mengelola objek wisata ini memberikan solusi legal dan profesional. PT. Energi Selaparang, sebagai BUMD yang ditunjuk, memiliki struktur organisasi dan kapabilitas yang memadai untuk menjalankan fungsi pengelolaan, pengembangan, dan pemasaran pariwisata sesuai dengan standar yang berlaku, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan kawasan konservasi. Perkembangan Terkini dan Kendala Teknis Direktur PT. Energi Selaparang, Joyo Supeno, mengonfirmasi bahwa proses pengajuan izin prinsip di Kementerian Kehutanan masih terus berjalan. Ia optimis bahwa izin tersebut akan dapat diselesaikan pada tahun ini. “Masih proses izin prinsip. Semua persyaratan sudah dipenuhi. Ada kendala teknis di OSS, ada gangguan server,” terang Joyo, merujuk pada sistem Online Single Submission (OSS) yang terkadang mengalami kendala teknis. Meskipun menghadapi kendala teknis minor, progress positif terus ditunjukkan. Pihak PT. Energi Selaparang telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis yang diminta oleh Kemenhut. Upaya terus dilakukan untuk mempercepat proses ini agar pengelolaan dapat segera dimulai. Visi Pengembangan Wisata Otak Kokok Joben Di bawah pengelolaan PT. Energi Selaparang, objek wisata Otak Kokok Joben akan dikembangkan dengan konsep wisata alam yang komprehensif. Pengembangan ini akan mencakup penambahan berbagai sarana dan prasarana pariwisata yang modern dan ramah lingkungan. Beberapa fasilitas yang direncanakan meliputi area camping ground yang nyaman dan aman, serta pembangunan homestay yang dapat memberikan pengalaman menginap yang otentik bagi para wisatawan. Dengan pengembangan ini, Otak Kokok Joben diharapkan tidak hanya menjadi destinasi persinggahan, tetapi juga menjadi tujuan utama pariwisata. Konsep ini akan melengkapi pengalaman wisatawan yang sebelumnya hanya terpaku pada aktivitas trekking ke Sembalun. Wisatawan akan memiliki pilihan atraksi alam yang beragam di area Joben, mulai dari keindahan air terjun, kolam alami, hingga fasilitas pendukung lainnya yang akan diciptakan. “Tamu-tamu nantinya tidak hanya terpaut melakukan tracking ke Sembalun saja. Tapi juga ada tempat wisata di bawah di Joben yang juga bisa dinikmati. Tahun ini izin prinsip itu selesai,” pungkas Joyo Supeno, menegaskan komitmennya untuk segera mewujudkan pengembangan destinasi ini. Dampak dan Implikasi Lebih Luas Pengelolaan Otak Kokok Joben oleh BUMD ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi Kabupaten Lombok Timur. Selain potensi peningkatan pendapatan daerah melalui retribusi dan pengembangan usaha ekonomi kreatif di sekitarnya, langkah ini juga akan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Transformasi pengelolaan ini juga berpotensi meningkatkan daya saing pariwisata Lombok Timur di kancah nasional maupun internasional. Dengan fasilitas yang lebih baik dan pelayanan yang profesional, Otak Kokok Joben diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang pada akhirnya akan turut berkontribusi pada perputaran roda ekonomi di wilayah tersebut. Lebih lanjut, pengelolaan yang lebih terstruktur melalui BUMD diharapkan mampu mengintegrasikan potensi alam dengan kebutuhan pariwisata modern, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola kawasan TNGR, dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi pariwisata yang berkelanjutan di Otak Kokok Joben. Sejarah Singkat Otak Kokok Joben Otak Kokok Joben sendiri merupakan destinasi wisata alam yang dikenal dengan keindahan air terjunnya yang bertingkat dan kolam-kolam alami yang jernih. Lokasinya yang berada di lereng Gunung Rinjani memberikan panorama alam yang memukau. Sejak lama, tempat ini menjadi favorit bagi para pencinta alam dan wisatawan yang mencari ketenangan serta keindahan alam yang masih terjaga. Namun, pengelolaan yang belum optimal dan skema tarif yang kurang fleksibel menjadi tantangan tersendiri dalam memaksimalkan potensi destinasi ini. Dengan adanya perombakan skema pengelolaan ini, diharapkan potensi alam Otak Kokok Joben dapat tergali sepenuhnya demi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam. Post navigation Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Timur Diklaim Mampu Tekan Angka Kemiskinan dan Dongkrak Ekonomi Lokal