MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi mengumumkan hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau pejabat eselon II. Pengumuman yang tertuang dalam Surat Keputusan Panitia Seleksi bernomor 800.123/615/BKD/2026 ini menetapkan tiga kandidat terbaik untuk masing-masing posisi strategis di lingkungan Pemprov NTB. Proses seleksi yang ketat ini telah mengerucutkan puluhan pendaftar menjadi segelintir nama yang memiliki peluang terbesar untuk menduduki jabatan-jabatan krusial yang akan menentukan arah kebijakan pembangunan di berbagai sektor. "Ya, benar. Saat ini sedang dalam proses wawancara di ruangan Miq Gubernur," ungkap Ketua Panitia Seleksi Terbuka Pengisian JPT Pratama Provinsi NTB Tim 1, Prof. Dr. Riduan Mas’ud, M.Ag., kepada Radar Lombok, mengonfirmasi tahapan akhir seleksi. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa para kandidat yang berhasil menembus tiga besar kini tengah menjalani tahapan wawancara akhir, yang merupakan bagian penting dari penentuan kelayakan dan kesesuaian mereka dengan jabatan yang dilamar. Proses seleksi JPT Pratama ini merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi yang terus digalakkan oleh Pemerintah Provinsi NTB. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa penempatan pejabat di posisi strategis didasarkan pada kompetensi, integritas, dan rekam jejak yang teruji, bukan berdasarkan pertimbangan non-teknis. Seleksi terbuka ini diharapkan dapat menghasilkan aparatur sipil negara (ASN) yang profesional, berkinerja tinggi, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah. Perebutan Posisi Strategis: Profil Tiga Besar Kandidat Persaingan ketat mewarnai berbagai posisi penting yang dibuka dalam seleksi ini. Di sektor pertanian, untuk posisi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, tiga nama yang berhasil masuk daftar terbaik adalah Dr. H. Ahmad Fathoni, SP., MT; Lalu Mirza Amir Hamzah Bapuangam, SP., MM; dan Taufiek, ST., MT. Keberhasilan mereka menunjukkan kompetensi di bidang pertanian dan ketahanan pangan, yang merupakan sektor vital bagi kesejahteraan masyarakat NTB. Posisi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga juga memunculkan nama-nama yang kompetitif. Tiga besar diisi oleh Dedy Rosadi, S.Pd., M.Si; Dr. Syamsul Hadi, M.Pd; dan H. Hasni, SE., M.Ak. Keempatnya diharapkan dapat membawa inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan serta pengembangan potensi pemuda dan olahraga di NTB. Sektor infrastruktur dan permukiman tidak kalah sengit. Jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR, Perumahan dan Kawasan Permukiman) akan diperebutkan oleh Ilham Ardiansyah, ST., MT; Lalu Kusuma Wijaya, ST., MT; dan Muhammad Abduh, ST., M.Sc. Posisi ini sangat krusial dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan di seluruh NTB. Sektor ekonomi dan kebudayaan juga menjadi sorotan. Untuk posisi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, tiga nama yang lolos seleksi adalah Bowo Susatyo, S.Sos., MT; Lalu Wiranata, SIP., MA; dan Najib, SH., MH. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan akan diisi oleh salah satu dari tiga kandidat terbaik: Chandra Aprinova, AKS., MP; Haeruddin, S.Pd., M.Pd; dan Muhamad Ihwan, S.Sos., M.Si. Kedua dinas ini memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan melestarikan kekayaan budaya NTB. Di sektor lingkungan hidup dan kehutanan, tiga besar untuk jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah Burhan, SP., MM; Didik Mahmud Gunawan Hadi, ST., MS; dan Samsiyah Samad, S.Hut., MS. Mereka akan bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan di NTB. Direktur RSUD dan Wakil Direktur: Persaingan Sengit di Sektor Kesehatan Sektor kesehatan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), juga menjadi arena persaingan yang intens. Untuk posisi Direktur RSUD, tiga kandidat terbaik yang bersaing adalah drg. H. Asrul Sani, M.Kes; dr. H. Emirald Isfihan, MARS., MH; dan dr. H. Suriyadi, Sp.An-TI, FISQua. Keberhasilan mereka menunjukkan kapabilitas dalam memimpin institusi pelayanan kesehatan yang vital bagi masyarakat. Persaingan tidak berhenti di tingkat direktur. Jabatan Wakil Direktur RSUD, kepala biro di Sekretariat Daerah (Setda), serta jabatan strategis lainnya juga telah mengerucut ke tiga besar kandidat. Untuk posisi Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan pada RSUD, tiga kandidat yang bersaing ketat adalah Baiq Nelly Kusumawati Ma’ruf, Bowo Susatyo, S.Sos., MT, dan dr. Ng Phi Shi. Menariknya, Baiq Nelly Kusumawati adalah kakak kandung Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dan saat ini menjabat sebagai Asisten III Setda Kota Mataram. Sementara itu, untuk posisi Wakil Direktur Umum dan Operasional pada RSUD, nama-nama yang masuk tiga besar adalah Erick Widodo, ST; H. Abdullah, S.Kep.Ns., MM; dan Srianingsih, S.ST., M.Kes. Proses seleksi ini juga menyita perhatian terkait beberapa kandidat yang memiliki hubungan keluarga dengan pejabat publik. Nama Staf Ahli Bupati Bima, Afifuddin, yang sebelumnya lolos tahap administrasi, gagal melaju ke tiga besar untuk posisi Wakil Direktur Umum dan Operasional RSUD NTB. Afifuddin diketahui merupakan paman dari Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri. Kegagalannya menunjukkan bahwa proses seleksi berjalan objektif dan tidak dipengaruhi oleh faktor kedekatan. Di bagian lain, untuk jabatan Wakil Direktur SDM, Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian pada RSUD, tiga kandidat terbaik yang bersaing adalah dr. Laily Indrayanti Yusuf, I Putu Artawan Prayoga, S.Kep.Ns., MM, serta Wahyu Hidayat, S.STP., MAP. Sedangkan untuk posisi Wakil Direktur Pelayanan pada RSUD, tiga nama yang berhasil menembus tahap akhir adalah dr. Adi Wira Perdana, dr. Wahyu Wirawan Triyono, M.Kes, dan dr. Wiwik Nurlaela. Sekretariat Daerah: Persaingan di Jantung Administrasi Pemerintahan Lingkup Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi NTB juga menjadi arena persaingan yang tidak kalah ketat. Untuk jabatan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat pada Setda, tiga besar diisi oleh Amir, S.Pd., M.Pd; Chandra Aprinova, AKS., MP; dan M. Zuhudy Kadran, S.STP., MM. Biro ini memiliki peran penting dalam koordinasi program-program kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, posisi Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan pada Setda juga menghadirkan persaingan sengit dengan kandidat diantaranya, Charisma Putra, S.PL; Dadang Fajar, S.STP., MM; dan Yus Harudian Putra, S.STP. Biro ini bertugas dalam pengelolaan administrasi umum dan dukungan bagi pimpinan daerah. Proses Seleksi dan Konteks Latar Belakang Proses seleksi terbuka JPT Pratama di Pemprov NTB ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan peraturan pelaksanaannya, yang mengamanatkan agar pengisian jabatan struktural dilakukan secara terbuka dan kompetitif. Tujuannya adalah untuk menciptakan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan bebas dari praktik KKN. Tahapan seleksi biasanya meliputi beberapa tingkatan, dimulai dari pengumuman lowongan, pendaftaran, seleksi administrasi, assessment kompetensi (meliputi tes psikologi, tes tertulis, dan simulasi), hingga wawancara oleh tim seleksi. Untuk JPT Pratama, seringkali juga melibatkan wawancara akhir dengan Pejabat Pembina Kepegawaian (dalam hal ini Gubernur) dan tim penilai independen. Dalam konteks NTB, seleksi ini menjadi krusial mengingat peran strategis para pejabat eselon II dalam menerjemahkan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur menjadi program kerja nyata. Tantangan pembangunan di NTB cukup kompleks, mulai dari upaya pengentasan kemiskinan, pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, penataan ruang, hingga mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim. Oleh karena itu, dibutuhkan figur-figur pemimpin yang memiliki kapasitas, integritas, dan visi jauh ke depan. Garis Waktu dan Tahapan Berikutnya Proses seleksi ini diperkirakan telah berjalan selama beberapa bulan terakhir. Dimulai dari pengumuman formasi, pendaftaran calon, verifikasi administrasi, pelaksanaan assessment kompetensi, hingga tahap wawancara yang sedang berlangsung saat ini. Setelah tahapan wawancara ini selesai, tim seleksi akan menyusun laporan akhir dan menyampaikan rekomendasi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian. Keputusan akhir mengenai siapa yang akan dilantik secara resmi akan berada di tangan kepala daerah. Proses ini biasanya melibatkan pertimbangan dari berbagai aspek, termasuk hasil penilaian dari tim seleksi, rekam jejak kandidat, dan kesesuaian dengan kebutuhan organisasi. Setelah keputusan final ditetapkan, akan dilanjutkan dengan proses pelantikan yang dijadwalkan oleh pemerintah provinsi. Implikasi dan Analisis Singkat Hasil seleksi terbuka JPT Pratama ini memiliki implikasi yang luas bagi jalannya pemerintahan di NTB. Pejabat yang terpilih akan memegang kendali atas unit kerja esensial yang berdampak langsung pada pelayanan publik dan pembangunan daerah. Keberhasilan mereka dalam mengelola dinas masing-masing akan menjadi tolok ukur efektivitas pemerintahan provinsi. Seleksi yang transparan dan akuntabel seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja birokrasi. Selain itu, penempatan pejabat berdasarkan kompetensi akan mendorong budaya kerja yang sehat, di mana prestasi menjadi ukuran utama. Di sisi lain, proses ini juga menyoroti pentingnya independensi tim seleksi dan komitmen pimpinan daerah untuk memilih yang terbaik tanpa intervensi. Adanya kandidat yang memiliki kedekatan dengan pejabat publik, seperti dalam kasus Baiq Nelly Kusumawati dan Afifuddin, meskipun yang terakhir gagal, selalu menjadi sorotan publik. Namun, fakta bahwa proses seleksi tetap berjalan hingga tahapan akhir dan adanya kandidat yang tidak lolos meski memiliki hubungan keluarga, dapat diinterpretasikan sebagai upaya untuk menjaga integritas proses seleksi. Secara keseluruhan, pengumuman tiga besar kandidat JPT Pratama ini menandai babak krusial dalam proses regenerasi kepemimpinan di Pemprov NTB. Pilihan akhir yang akan diambil oleh Gubernur akan sangat menentukan arah pembangunan dan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor strategis dalam beberapa tahun ke depan. Masyarakat NTB akan menantikan hasil final dan bagaimana para pejabat terpilih ini akan bekerja untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Post navigation Gelombang Penutupan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di NTB Mengkhawatirkan, Ratusan Dapur Disuspensi Akibat Pelanggaran Standar dan Kasus Menonjol Benda Misterius Mirip Torpedo di Perairan Gili Trawangan Dipastikan Bukan Bahan Peledak, Melainkan Instrumen Oseanografi