The Mandalika, sebuah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang menjadi salah satu lokomotif pariwisata Indonesia, secara resmi menyambut kepemimpinan baru. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), entitas pengelola utama kawasan ini, menunjuk I Made Pari Wijaya sebagai General Manager (GM) definitif The Mandalika. Penunjukan ini menandai transisi penting dalam upaya mempercepat pengembangan, memperkuat kinerja operasional, dan meningkatkan daya tarik investasi di KEK yang berlokasi di Praya, Lombok Tengah ini. Serah terima jabatan (sertijab) dilaksanakan dalam sebuah upacara resmi yang berlangsung di Pullman Lombok Mandalika Beach Resort pada Minggu, 3 Mei 2026. Pari Wijaya menggantikan Agus Setiawan, yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas Sementara (PGS) GM The Mandalika. Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar rotasi internal biasa, melainkan sebuah langkah strategis yang dirancang untuk memastikan kesinambungan dan akselerasi visi The Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia berbasis sportainment, leisure, dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Profil dan Visi General Manager Baru: I Made Pari Wijaya I Made Pari Wijaya bukanlah sosok asing di lingkungan ITDC maupun The Mandalika. Bergabung dengan ITDC sejak 1 Agustus 2006, rekam jejaknya menunjukkan perjalanan karier yang kaya dan progresif, dimulai dari staf operasional di The Nusa Dua, kawasan pariwisata terkemuka di Bali yang juga dikelola ITDC. Selama hampir dua dekade pengabdiannya, Pari Wijaya telah mengemban berbagai peran strategis yang memberinya pemahaman komprehensif tentang pengelolaan dan pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi. Perjalanan kariernya mencakup posisi-posisi penting seperti Kasi Perencanaan, Kepala Bagian Pengembangan, hingga Vice President Operation The Nusa Dua. Sejak tahun 2019, pengalaman dan keahliannya dialihkan ke The Mandalika, di mana ia dipercaya menjabat sebagai Vice President Operation. Dalam kapasitas ini, Pari Wijaya memainkan peran krusial dalam tata kelola operasional kawasan, memastikan kesiapan layanan, dan mendukung suksesnya berbagai event internasional yang diselenggarakan di KEK Mandalika, termasuk seri balap MotoGP dan World Superbike (WSBK) yang telah mengangkat nama Mandalika ke kancah global. Latar belakang pendidikannya di bidang Teknik Arsitektur dari Universitas Udayana menjadi fondasi kuat dalam pemahamannya tentang perencanaan spasial, desain kawasan, dan pengembangan infrastruktur pariwisata yang berkelanjutan. Lebih dari itu, Pari Wijaya juga memiliki keterlibatan aktif dalam sejumlah inisiatif penting ITDC. Ia menjadi bagian dari Tim Transisi BTDC (Bali Tourism Development Corporation) menjadi ITDC pada tahun 2008, menunjukkan peran sentralnya dalam evolusi perusahaan. Sejak tahun 2024, ia juga memegang peran strategis sebagai bagian dari Design Committee The Mandalika, yang bertanggung jawab memastikan kualitas estetika dan fungsionalitas desain di kawasan. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Ketua Tim Penyelesaian Lahan dan Ketua Tim Aktivasi Bazaar, menunjukkan kemampuannya dalam menangani tantangan kompleks terkait kepemilikan lahan dan mendorong inisiatif pengembangan ekonomi kreatif. Dalam pernyataannya, Pari Wijaya menegaskan komitmennya terhadap amanah baru ini. "Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan penuh komitmen," ujarnya. Ia menyadari kompleksitas tinggi KEK Mandalika, yang menuntut penguatan tata kelola operasional dan kolaborasi yang solid dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah (Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Lombok Tengah), komunitas lokal, investor, hingga mitra strategis. "Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk mendorong pertumbuhan revenue, guna memastikan The Mandalika tetap menjadi destinasi unggulan yang kompetitif di tingkat global," tambahnya, menggarisbawahi fokus pada efisiensi operasional dan peningkatan pendapatan. Pari Wijaya juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan The Mandalika sebagai generator pertumbuhan pariwisata di Lombok, menekankan pentingnya sinergi antara pengelola dan masyarakat setempat untuk menciptakan manfaat yang inklusif dan berkelanjutan. Dedikasi dan Kontribusi Pemimpin Sebelumnya: Agus Setiawan Sebelum kedatangan Pari Wijaya, tampuk kepemimpinan sementara The Mandalika dipegang oleh Agus Setiawan sebagai Pelaksana Tugas Sementara (PGS) GM. Dedikasi Agus Setiawan terhadap pengembangan The Mandalika telah terukir sejak awal. Ia bergabung dengan ITDC pada 1 Februari 2013 dan mengawali kariernya langsung di The Mandalika, menjadikannya salah satu saksi dan pelaku utama dalam evolusi kawasan ini dari lahan kosong menjadi destinasi pariwisata kelas dunia yang mulai dikenal secara global. Sebelum menjabat sebagai PGS GM, Agus mengemban amanah sebagai Vice President Project Engineering & Construction. Posisi ini sangat vital dalam fase pembangunan awal dan pengembangan infrastruktur di KEK Mandalika. Dengan latar belakang pendidikan Teknik Sipil dari Universitas Mataram, Agus memiliki keahlian mendalam dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana dan standar internasional. Perannya sangat penting dalam mendukung pembangunan berbagai fasilitas strategis di kawasan, termasuk Pertamina Mandalika International Circuit, hotel-hotel bintang lima, fasilitas penunjang pariwisata, dan aksesibilitas yang memadai. Kontribusinya secara langsung memastikan kesiapan infrastruktur yang kokoh untuk menopang berbagai kegiatan dan event berskala internasional yang telah dan akan diselenggarakan. Agus Setiawan menyampaikan apresiasi yang tulus atas dukungan seluruh pihak selama masa kepemimpinannya. "Menjadi bagian dari perjalanan pengembangan The Mandalika menjadi pengalaman yang amat berharga," ucapnya. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dan pemangku kepentingan yang telah bahu-membahu membangun kawasan ini hingga mencapai progres yang signifikan seperti sekarang. "Saya percaya, di bawah kepemimpinan yang baru, The Mandalika akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pariwisata nasional," tambahnya, menunjukkan optimisme dan harapan besar terhadap masa depan kawasan di bawah arahan I Made Pari Wijaya. Pernyataan ini mencerminkan semangat kolaborasi dan transisi yang mulus demi kemajuan The Mandalika. Konteks Strategis KEK Mandalika dalam Peta Pariwisata Nasional KEK Mandalika bukan sekadar proyek pengembangan biasa. Ditetapkan sebagai salah satu dari sepuluh "Bali Baru" atau Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) oleh pemerintah Indonesia, The Mandalika memiliki peran strategis dalam peta jalan pembangunan pariwisata nasional. Kawasan seluas 1.175 hektar ini didesain sebagai destinasi pariwisata terintegrasi yang menggabungkan keindahan alam pesisir selatan Lombok dengan fasilitas modern, berfokus pada konsep sportainment, leisure, dan MICE. Tujuannya adalah untuk mendiversifikasi daya tarik pariwisata Indonesia, mengurangi ketergantungan pada satu destinasi, dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pengembangan The Mandalika di bawah payung ITDC, yang kini menjadi bagian dari holding BUMN Pariwisata dan Pendukung InJourney, mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendiversifikasi dan memperkuat sektor pariwisata Indonesia. Tujuan utamanya adalah menarik lebih banyak wisatawan mancanegara maupun domestik, menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan meningkatkan pendapatan daerah serta negara. KEK Mandalika juga menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Sejak ditetapkan sebagai KEK pada tahun 2014, The Mandalika telah mengalami percepatan pembangunan yang luar biasa. Puncaknya adalah pembangunan Pertamina Mandalika International Circuit yang berhasil menyelenggarakan balapan MotoGP dan World Superbike (WSBK) sejak tahun 2022. Event-event ini tidak hanya menarik jutaan pasang mata dari seluruh dunia tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Lombok dan sekitarnya. Data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta lembaga terkait menunjukkan bahwa setiap penyelenggaraan MotoGP di Mandalika mampu menggerakkan ekonomi lokal hingga triliunan rupiah dan menarik ratusan ribu pengunjung. Misalnya, penyelenggaraan MotoGP 2022 disebut-sebut menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp 4,5 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja lokal yang substansial dan peningkatan pendapatan UMKM di sekitar kawasan. Namun, pengembangan KEK Mandalika juga dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk optimalisasi investasi non-sirkuit, pengembangan akomodasi dan fasilitas pendukung lainnya agar sebanding dengan event internasional, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Penunjukan General Manager definitif seperti I Made Pari Wijaya diharapkan mampu memberikan arah yang lebih jelas dan implementasi yang lebih fokus untuk mengatasi tantangan tersebut, sekaligus memaksimalkan potensi yang ada. Implikasi Penunjukan dan Proyeksi Masa Depan The Mandalika Transisi kepemimpinan di The Mandalika memiliki implikasi penting bagi arah pengembangan kawasan di masa depan. Dengan latar belakang operasional dan arsitektur yang kuat, serta pengalaman panjang di The Nusa Dua dan The Mandalika, I Made Pari Wijaya membawa perspektif yang komprehensif dalam mengelola kompleksitas KEK ini. Penguatan Tata Kelola Operasional: Fokus Pari Wijaya pada "penguatan tata kelola operasional" sangat relevan. KEK Mandalika, dengan beragam fasilitas dan event internasional, membutuhkan sistem operasional yang efisien, responsif, dan berstandar kelas dunia. Ini mencakup manajemen fasilitas, layanan pengunjung, keamanan, kebersihan, dan koordinasi antar berbagai pihak. Dengan pengalaman sebagai VP Operation, Pari Wijaya diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas operasional secara signifikan, memastikan pengalaman terbaik bagi wisatawan dan penyelenggara event. Optimalisasi Pemanfaatan Lahan dan Pertumbuhan Pendapatan: Pernyataan "mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk mendorong pertumbuhan revenue" menunjukkan prioritas pada aspek bisnis dan keberlanjutan finansial kawasan. Ini bisa berarti menarik lebih banyak investor untuk mengembangkan hotel, resor, pusat perbelanjaan, pusat hiburan, dan atraksi lainnya di lahan-lahan yang tersedia yang belum optimal. Optimalisasi ini juga mencakup pengembangan produk-produk pariwisata baru yang dapat menarik segmen pasar yang lebih luas dan meningkatkan lama tinggal wisatawan. Sebagai contoh, diversifikasi event selain balap motor, pengembangan wisata bahari, ekowisata, atau kegiatan berbasis budaya lokal bisa menjadi fokus untuk memperkaya pengalaman pengunjung. Peningkatan Daya Tarik Investasi: Penunjukan GM definitif dengan rekam jejak yang solid memberikan sinyal positif bagi calon investor. Kepemimpinan yang stabil, visioner, dan berpengalaman sangat krusial dalam menarik investasi berskala besar. Pari Wijaya, dengan pengalamannya dalam pengembangan dan perencanaan, diharapkan dapat menyusun strategi yang lebih menarik bagi investor, mungkin dengan menawarkan paket investasi yang lebih kompetitif, memfasilitasi proses perizinan yang lebih efisien, atau menjamin iklim investasi yang kondusif. ITDC, sebagai pengembang, memiliki target untuk terus menarik investasi signifikan ke The Mandalika, dengan potensi nilai investasi mencapai puluhan triliun rupiah dalam beberapa tahun ke depan untuk mengembangkan berbagai fasilitas pendukung dan akomodasi. Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan: Pentingnya "kolaborasi yang solid dengan seluruh stakeholder" adalah kunci. Pengembangan KEK tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi antara ITDC, pemerintah daerah, masyarakat lokal, pelaku UMKM, dan komunitas adat adalah fundamental untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Pari Wijaya diharapkan dapat membangun jembatan komunikasi yang lebih kuat, memastikan bahwa manfaat ekonomi dari The Mandalika dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat sekitar, serta mengintegrasikan kearifan lokal dalam pengembangan kawasan. Visi Sportainment dan Pariwisata Berkelanjutan: ITDC melalui The Mandalika terus memposisikan diri sebagai destinasi sportainment kelas dunia. Di bawah kepemimpinan baru, diharapkan akan ada lebih banyak event olahraga dan hiburan berskala internasional yang diselenggarakan, tidak hanya balap motor. Ini akan semakin memperkuat citra Mandalika dan menarik segmen wisatawan yang beragam. Selain itu, aspek pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan juga akan menjadi fokus, sejalan dengan tren global dan komitmen Indonesia terhadap pembangunan hijau, memastikan bahwa pengembangan pariwisata tidak merusak keindahan alam dan budaya lokal. Peran InJourney dan Masa Depan Pariwisata Indonesia Penunjukan ini juga harus dilihat dalam konteks yang lebih luas dari peran InJourney sebagai Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung. InJourney memiliki mandat untuk mengelola dan mengembangkan ekosistem pariwisata di Indonesia, termasuk melalui entitas seperti ITDC. Dengan penunjukan GM yang kuat di The Mandalika, InJourney menunjukkan komitmennya untuk memastikan bahwa aset-aset strategis pariwisata dikelola secara profesional dan menghasilkan dampak maksimal bagi negara. InJourney memiliki visi untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata unggulan di tingkat global, dan The Mandalika adalah salah satu pilar utama untuk mencapai tujuan tersebut. Melalui strategi yang terintegrasi, InJourney berupaya meningkatkan konektivitas, mengembangkan produk pariwisata yang inovatif, dan meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh destinasi yang dikelolanya. Pengalaman I Made Pari Wijaya di dua KEK yang berbeda, The Nusa Dua dan The Mandalika, memberinya keunggulan dalam memahami dinamika pasar pariwisata dan tantangan operasional di berbagai lokasi, menjadikannya figur yang tepat untuk memimpin The Mandalika menuju puncak potensinya. Transisi kepemimpinan dari Agus Setiawan kepada I Made Pari Wijaya di General Manager The Mandalika adalah sebuah langkah strategis yang menggarisbawahi komitmen ITDC dan InJourney untuk terus memajukan KEK Mandalika. Dengan rekam jejak yang terbukti dalam operasional dan pengembangan kawasan, Pari Wijaya diharapkan mampu membawa The Mandalika ke tingkat pertumbuhan berikutnya, memastikan optimalisasi aset, peningkatan kualitas layanan, dan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. Kolaborasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan dan fokus pada visi sportainment kelas dunia akan menjadi kunci keberhasilan The Mandalika dalam menjadi generator pertumbuhan ekonomi dan kebanggaan pariwisata nasional di panggung global. Penunjukan ini bukan hanya sekadar pergantian posisi, melainkan sebuah investasi pada masa depan pariwisata Indonesia yang lebih cerah dan berdaya saing. Post navigation Balita Lau Gio Diduga Hanyut di Selokan Kejaksaan Lombok Tengah Perluas Penyelidikan: Selain Perampasan Aset Koruptor, Kepatuhan LHKPN Pejabat Kini Jadi Sorotan