MATARAM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus secara intensif memperkuat kesiapan layanan energi di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di kawasan Mandalika, menjelang digelarnya ajang bergengsi MotoGP Mandalika 2026. Langkah komprehensif ini mencakup pemantauan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG), optimalisasi jalur distribusi, serta evaluasi kondisi pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk menjamin pasokan energi yang stabil bagi masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha selama periode acara internasional tersebut.

Peningkatan mobilitas yang signifikan diperkirakan terjadi seiring dengan gelaran MotoGP, yang akan menarik ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara serta meningkatkan aktivitas masyarakat lokal. Mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi ini, Pertamina telah menerapkan strategi pemantauan stok dan penyaluran BBM serta LPG secara berkala. Pendekatan ini didasarkan pada analisis pola konsumsi historis, proyeksi kebutuhan berdasarkan kalender acara, dan perkembangan permintaan di setiap kantong wilayah, terutama yang berdekatan dengan sirkuit dan jalur-jalur wisata utama.

Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kelancaran pasokan energi. "Kami terus melakukan monitoring stok secara ketat, mengoptimalkan setiap rute distribusi, dan memantau langsung kondisi penyaluran di lapangan," ujar Ahad. "Kesiapan ini merupakan wujud tanggung jawab kami untuk memastikan kebutuhan BBM dan LPG masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan, sekaligus menjadi bagian integral dalam mendukung kelancaran mobilitas seluruh pihak yang terlibat dalam gelaran MotoGP Mandalika."

Strategi Kesiapan Layanan Energi

Sebagai bagian dari strategi kesiapan layanan, Pertamina telah mengidentifikasi dan menyiagakan tujuh SPBU strategis yang terletak di jalur wisata utama serta rute menuju kawasan Mandalika. Tiga SPBU berada di wilayah Lombok Tengah, dua di Lombok Barat, dan dua lainnya berlokasi di Kota Mataram. Penempatan SPBU ini dipilih berdasarkan analisis trafik kendaraan dan potensi lonjakan permintaan selama periode acara.

Untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM yang diprediksi mencapai 20-30 persen lebih tinggi dari kondisi normal pada jalur-jalur vital tersebut, Pertamina telah menyiapkan strategi penambahan pasokan. Penyesuaian volume pasokan dilakukan secara dinamis, dengan mempertimbangkan throughput harian setiap SPBU dan tren permintaan yang terus berkembang. Fleksibilitas ini memungkinkan Pertamina untuk merespons kebutuhan yang meningkat secara cepat dan efisien.

Penguatan Infrastruktur Distribusi

Lebih lanjut, dari sisi logistik dan pasokan, Pertamina telah memastikan kesiapan armada transportasi yang krusial untuk mendukung kelancaran distribusi energi di seluruh NTB. Sebanyak lima armada kapal tanker dengan total kapasitas angkut sekitar 34.400 Kiloliter (KL) telah disiagakan. Armada ini terdiri dari kapal tipe Small Tanker II dengan kapasitas berkisar antara 3.500 hingga 6.499 deadweight tonnage (DWT), yang mampu melayani kebutuhan pasokan BBM ke wilayah kepulauan seperti NTB secara efisien.

Pertamina Patra Niaga Perkuat Stok BBM dan LPG Jelang MotoGP Mandalika

"Kami juga memastikan kesiapan armada kapal dan pola suplai yang terintegrasi untuk menjamin kebutuhan energi di wilayah NTB dapat terlayani dengan optimal," jelas Ahad. "Monitoring yang kami lakukan bersifat berkelanjutan, sehingga pola distribusi dapat disesuaikan secara proaktif dengan dinamika kondisi dan kebutuhan riil di lapangan. Ini mencakup pemantauan pergerakan distribusi mulai dari depot pengisian hingga titik penyaluran akhir di lembaga penyalur."

Optimalisasi Alur Distribusi dan Pelayanan SPBU

Manajemen distribusi dilakukan secara dinamis, menyesuaikan alokasi pasokan ke wilayah-wilayah yang menunjukkan peningkatan permintaan signifikan. Hal ini penting untuk mencegah potensi kelangkaan di satu titik sementara di titik lain terjadi surplus. Pendekatan ini memastikan bahwa seluruh sumber daya energi dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk melayani kebutuhan masyarakat dan wisatawan.

Selain ketersediaan stok, Pertamina juga memberikan perhatian khusus pada kualitas pelayanan di setiap SPBU. Pemantauan terhadap antrean kendaraan menjadi salah satu indikator penting. Peningkatan mobilitas kendaraan yang diprediksi menjelang dan selama MotoGP berpotensi menciptakan antrean panjang di beberapa SPBU. Untuk itu, Pertamina secara proaktif berkoordinasi dengan para pengelola SPBU. Tujuannya adalah untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal, antrean diatur dengan tertib, dan tidak sampai mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar area SPBU.

"Apabila terdeteksi adanya peningkatan antrean yang signifikan di SPBU, kami akan segera melakukan monitoring dan evaluasi mendalam untuk mengidentifikasi akar masalahnya," ungkap Ahad. "Kami juga mendorong para pengelola SPBU untuk menerapkan praktik terbaik dalam pelayanan dan manajemen antrean, sehingga seluruh konsumen, baik masyarakat maupun wisatawan, dapat memperoleh BBM dengan nyaman dan tanpa kendala."

Kesiapan Pasokan LPG

Tidak hanya BBM, kesiapan pasokan LPG juga menjadi fokus utama Pertamina, seiring dengan prediksi peningkatan aktivitas masyarakat dan sektor usaha kuliner serta pariwisata selama periode MotoGP. Pertamina menjamin kelancaran penyaluran LPG melalui jaringan agen dan pangkalan resmi yang tersebar di seluruh NTB. Pemantauan rutin dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok di tingkat penyalur, sekaligus mengantisipasi fluktuasi kebutuhan yang mungkin terjadi.

"Pertamina berkomitmen penuh untuk menjaga keandalan layanan energi selama gelaran MotoGP Mandalika," pungkas Ahad. "Kami terus menjalin koordinasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, kepolisian, dan pelaku usaha pariwisata, serta melakukan evaluasi berkala. Hal ini penting demi memastikan bahwa kebutuhan energi masyarakat, para wisatawan, dan pelaku usaha dapat terpenuhi dengan baik, sehingga penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 dapat berjalan sukses dan lancar."

Komitmen Pertamina ini mencerminkan kesiapan infrastruktur dan operasional dalam mendukung acara berskala internasional, sekaligus menegaskan peran vitalnya dalam menjaga stabilitas pasokan energi di wilayah NTB. Dengan persiapan matang ini, diharapkan gelaran MotoGP Mandalika 2026 dapat berjalan lancar tanpa kendala energi yang berarti.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *