Tanjung, Lombok Utara – Program Desa Berdaya Medana, inisiatif kolaboratif antara PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) dan Klub Baca Perempuan (KBP) Desa Medana, telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam satu tahun terakhir. Program ini tidak hanya berhasil menggerakkan roda ekonomi masyarakat, tetapi juga menciptakan siklus manfaat yang berkelanjutan, baik secara ekonomi maupun sosial, di Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bagaimana pemberdayaan berbasis potensi lokal dapat mentransformasi kehidupan masyarakat, terutama perempuan.

Latar Belakang dan Tantangan Awal

Desa Medana, sebagaimana banyak desa di wilayah NTB, menghadapi tantangan sosial dan ekonomi yang cukup kompleks. Data awal menunjukkan bahwa dari total 1.801 kepala keluarga di Desa Medana, sebanyak 671 KK atau 37,25 persen tergolong dalam kategori miskin atau tidak mampu. Angka ini menjadi refleksi dari kondisi ketidakberdayaan ekonomi yang meluas, diperparah dengan tingginya angka pengangguran. Tercatat 1.655 penduduk belum atau tidak memiliki pekerjaan, di mana 838 di antaranya adalah perempuan. Keterbatasan akses terhadap peluang ekonomi dan kurangnya pemberdayaan menjadi akar permasalahan yang coba diatasi oleh Program Desa Berdaya Medana.

Menyadari urgensi untuk mengatasi persoalan kemiskinan dan pengangguran, terutama di kalangan perempuan yang seringkali memiliki peran ganda dalam keluarga dan masyarakat, PLN UIW NTB berkolaborasi dengan Klub Baca Perempuan (KBP) yang sudah ada di Desa Medana. KBP, yang awalnya berfokus pada kegiatan literasi, didorong untuk bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi melalui pengembangan usaha yang memanfaatkan potensi sumber daya alam dan kearifan lokal. Fokus utama program adalah memberdayakan perempuan agar mampu menjadi pelaku utama dalam peningkatan kesejahteraan keluarganya dan komunitasnya.

Pengembangan Usaha Berbasis Potensi Lokal

Program Desa Berdaya Medana secara strategis memfokuskan pada pengembangan tiga sektor usaha utama yang memiliki potensi kuat di Desa Medana:

  1. Budidaya Jamur Tiram: Sektor ini dipilih karena kemudahan budidaya, potensi pasar yang terus meningkat, dan kebutuhan modal awal yang relatif terjangkau. Dengan dukungan PLN dan KBP, rumah-rumah jamur dibangun dan dikelola oleh kelompok perempuan.
  2. Produksi Virgin Coconut Oil (VCO): Pemanfaatan kelapa, yang merupakan komoditas pertanian yang umum di wilayah pesisir seperti Medana, menjadi dasar pengembangan usaha VCO. Proses produksi VCO yang higienis dan berkualitas tinggi menjadi kunci untuk menembus pasar yang lebih luas.
  3. Pengembangan Batik Sasak: Melestarikan dan mengembangkan warisan budaya lokal seperti Batik Sasak menjadi salah satu pilar program. Melalui pelatihan dan pendampingan, para perempuan dilatih untuk menghasilkan batik dengan motif khas Sasak yang memiliki nilai seni dan ekonomi tinggi.

Pendekatan yang digunakan dalam program ini bukan sekadar memberikan bantuan finansial atau material semata, melainkan lebih pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, transfer pengetahuan, serta fasilitasi akses pasar. Tujuannya adalah agar usaha yang dikembangkan dapat mandiri, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang terukur bagi para anggotanya.

Setahun Desa Berdaya Medana, PLN dan Klub Baca Perempuan Tumbuhkan Ekonomi yang Menghidupkan Aksi Sosial

Dampak Nyata dalam Satu Tahun Implementasi

Setelah berjalan selama satu tahun, Program Desa Berdaya Medana telah menunjukkan hasil yang membanggakan. Sekitar 58 anggota kelompok yang terlibat aktif dalam berbagai unit usaha ini telah merasakan peningkatan kesejahteraan yang signifikan.

  • Rumah Jamur Tiram: Unit usaha budidaya jamur tiram menjadi salah satu yang paling sukses. Saat ini, rumah jamur yang dikelola oleh KBP mampu menghasilkan panen hingga 900 kilogram per bulan. Dengan harga jual yang stabil, pendapatan kotor bulanan dari usaha ini mencapai kisaran Rp20 juta hingga Rp23 juta. Angka ini menunjukkan potensi ekonomi yang besar dari budidaya jamur, yang sebelumnya mungkin belum tergarap secara optimal.
  • Produksi Virgin Coconut Oil (VCO): Usaha produksi VCO juga menunjukkan performa yang baik. Rata-rata penjualan mencapai sekitar 68 botol per bulan, menghasilkan pendapatan kotor sekitar Rp1,9 juta. Meskipun angka ini terlihat lebih kecil dibandingkan usaha jamur, jangkauan pemasarannya sangat luas. Produk VCO dari Desa Medana tidak hanya diminati di Lombok dan berbagai wilayah lain di Indonesia, tetapi bahkan telah berhasil menembus pasar internasional, termasuk Singapura. Hal ini membuktikan kualitas produk yang mampu bersaing di pasar global.
  • Peningkatan Pendapatan Anggota: Ketua Klub Baca Perempuan, Nursida Syam, mengungkapkan rasa syukurnya atas dampak positif program ini. “Melalui intervensi pengembangan UMKM ini, dampaknya sangat signifikan bagi kurang lebih 58 orang anggota kami,” ujarnya. Peningkatan pendapatan ini tidak hanya berdampak pada kebutuhan primer, tetapi juga memberikan ruang bagi anggota untuk menabung, berinvestasi kembali dalam usaha, dan berkontribusi pada kegiatan sosial.

Siklus Manfaat: Ekonomi dan Sosial Beriringan

Salah satu aspek paling menarik dari Program Desa Berdaya Medana adalah mekanisme pembagian hasil usaha yang telah disepakati bersama oleh KBP dan anggotanya. Skema pembagian ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan program dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

  • 70% untuk Keberlanjutan Usaha: Sebesar 70 persen dari hasil penjualan usaha dikembalikan untuk menjaga keberlanjutan produksi. Dana ini digunakan untuk pembelian bahan baku, perawatan peralatan, pelatihan lanjutan, pengembangan varian produk, dan ekspansi usaha. Mekanisme ini memastikan bahwa usaha tidak hanya bergantung pada bantuan eksternal, tetapi memiliki fondasi keuangan yang kuat untuk terus berkembang.
  • 30% untuk Kegiatan Sosial: Sisa 30 persen dari hasil usaha dialokasikan untuk kegiatan sosial yang menyentuh berbagai elemen masyarakat yang membutuhkan. Inisiatif sosial ini meliputi:
    • Pasar Gratis: Sebagian hasil penjualan jamur digunakan untuk menyediakan kebutuhan pokok melalui pasar gratis. Kegiatan ini menjangkau sekitar 50 hingga 70 orang setiap pekannya, dengan prioritas utama diberikan kepada kelompok rentan seperti orang tua tunggal, anak yatim piatu, dan penyandang disabilitas.
    • Bantuan Air Bersih: Pada musim kemarau, kelompok juga menyisihkan sebagian hasil usaha untuk membeli dan menyalurkan air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan. Ini merupakan kontribusi vital bagi masyarakat yang terdampak krisis air.
    • Dukungan Literasi: Program ini juga terus mendukung kampanye gemar membaca dan mendistribusikan bahan bacaan kepada anak-anak di sekolah dan perpustakaan komunitas. Upaya ini sejalan dengan akar KBP sebagai penggerak literasi.

Mekanisme pembagian hasil ini mencerminkan filosofi pemberdayaan yang sesungguhnya, di mana keberhasilan ekonomi sebuah kelompok tidak hanya dinikmati secara individu, tetapi juga menjadi sumber daya untuk membantu sesama dan membangun komunitas yang lebih kuat.

Pernyataan dan Perspektif PLN UIW NTB

General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, menegaskan bahwa desain Program Desa Berdaya Medana dirancang secara strategis agar dukungan PLN tidak bersifat sementara. “Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama dari perubahan di desanya sendiri. Ketika usaha tumbuh, pendapatan masyarakat meningkat dan sebagian manfaatnya kembali untuk membantu masyarakat lainnya. Inilah semangat pemberdayaan yang ingin terus kami bangun bersama di Desa Medana,” ujar Yondri.

Pernyataan Yondri menggarisbawahi komitmen PLN untuk menciptakan dampak jangka panjang melalui program-program Corporate Social Responsibility (CSR). Pendekatan ini berfokus pada kemandirian masyarakat dan pembangunan ekosistem ekonomi lokal yang kuat, di mana setiap elemen saling berkontribusi.

Setahun Desa Berdaya Medana, PLN dan Klub Baca Perempuan Tumbuhkan Ekonomi yang Menghidupkan Aksi Sosial

Pengukuran Dampak: Social Return on Investment (SROI)

Untuk memastikan efektivitas dan dampak program, dilakukan pengukuran independen menggunakan metode Social Return on Investment (SROI). Hasil pengukuran menunjukkan nilai SROI sebesar 2,56. Ini berarti, untuk setiap Rp1 yang diinvestasikan dalam program ini, tercipta manfaat sosial dan ekonomi terukur senilai Rp2,56. Angka SROI yang positif dan signifikan ini menjadi indikator kuat bahwa Program Desa Berdaya Medana telah berhasil menciptakan nilai tambah yang substansial bagi masyarakat dan lingkungan.

Rencana Pengembangan di Tahun Kedua dan Seterusnya

Memasuki tahun kedua implementasinya, PLN UIW NTB bersama Klub Baca Perempuan bertekad untuk melanjutkan dan memperluas jangkauan Program Desa Berdaya Medana. Fokus pengembangan selanjutnya meliputi:

  • Penguatan Sentra UMKM Medana: Membangun infrastruktur dan sistem yang lebih memadai untuk sentra UMKM agar dapat menampung lebih banyak produk dan pelaku usaha.
  • Peningkatan Kapasitas Produksi: Melakukan inovasi dan penambahan kapasitas produksi untuk jamur tiram dan Batik Sasak guna memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
  • Pengembangan Tenun Bayan: Memperluas cakupan program dengan memasukkan pengembangan produk tenun khas Bayan, yang merupakan warisan budaya lain yang memiliki potensi ekonomi.
  • Diversifikasi dan Sertifikasi Produk: Mendorong diversifikasi produk turunan serta melakukan sertifikasi produk agar memiliki standar kualitas yang diakui dan diterima pasar yang lebih luas, termasuk standar halal dan BPOM jika relevan.
  • Perluasan Promosi dan Pemasaran: Mengintensifkan strategi promosi dan pemasaran, baik secara daring maupun luring, untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan membangun brand awareness yang kuat.

Seluruh pengembangan ini diarahkan untuk menjadikan kelompok masyarakat semakin mandiri dalam mengelola usaha mereka. Selain itu, program juga berupaya memastikan keberlanjutan kegiatan sosial yang telah terjalin erat dengan hasil usaha.

Kesimpulan: Model Pemberdayaan yang Inspiratif

Kolaborasi antara PLN UIW NTB dan Klub Baca Perempuan di Desa Medana telah membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan sekaligus membangun siklus manfaat yang berputar dari masyarakat dan kembali untuk masyarakat. Program Desa Berdaya Medana bukan hanya tentang menciptakan peluang ekonomi, tetapi juga tentang membangun kapasitas, memperkuat komunitas, dan menumbuhkan rasa kepedulian sosial. Keberhasilan program ini menjadi inspirasi bagi upaya pemberdayaan serupa di berbagai wilayah lain di Indonesia, menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, transformasi sosial-ekonomi dapat dicapai, bahkan di tengah tantangan yang kompleks. Desa Medana kini menjadi contoh nyata bagaimana listrik sebagai energi penggerak juga dapat menjadi energi penggerak perubahan sosial dan ekonomi yang positif.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *