SELONG – Semangat pengabdian yang membara tak mengenal usia. Supiandi, seorang pemuda berusia 36 tahun, memutuskan untuk terjun langsung dalam kontestasi pemilihan Kepala Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, dengan membawa visi yang matang untuk memajukan desanya. Keputusan ini bukanlah sebuah langkah impulsif, melainkan buah dari refleksi mendalam atas pengalaman panjangnya dalam berbagai kegiatan sosial dan keterlibatannya di ranah politik lokal. Ia mengidentifikasi adanya ketimpangan sosial dan permasalahan kesejahteraan yang masih menghantui sebagian besar masyarakat Labuhan Pandan, dan melihat dirinya sebagai agen perubahan yang dapat berkontribusi dalam pembangunan desa. "Sebagai pemuda, saya melihat situasi dan kondisi di tengah masyarakat, terutama terkait ketimpangan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Inilah yang mendorong saya untuk maju sebagai calon Kades Labuhan Pandan," ujar Supiandi dalam sebuah kesempatan wawancara. Ia menegaskan bahwa usia muda bukanlah sekadar angka, melainkan potensi energi yang harus diarahkan untuk mencari solusi inovatif dan menghadirkan perubahan positif di lingkungan tempat tinggalnya. Pengalaman langsungnya dalam berbagai kegiatan sosial telah memberinya pemahaman mendalam mengenai berbagai kebutuhan mendasar masyarakat, mulai dari akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, kualitas pendidikan yang lebih baik, hingga perbaikan kondisi ekonomi. "Dari kegiatan sosial itulah muncul keinginan saya untuk maju dan membuat perubahan di Desa Labuhan Pandan," tuturnya, menggarisbawahi bahwa motivasi utamanya adalah untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan desanya. Ia melihat Labuhan Pandan memiliki potensi sumber daya alam dan kekayaan budaya yang belum sepenuhnya tergarap. Sektor pariwisata, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pertanian, serta kelautan disebutnya sebagai pilar kekuatan desa yang masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Memaksimalkan Potensi Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat Salah satu fokus utama Supiandi adalah pengembangan sektor pariwisata yang dinilainya memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyadari bahwa pengembangan sektor ini tidak bisa berjalan sendiri dan memerlukan sinergi kuat dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, pemerintah daerah, hingga partisipasi aktif masyarakat. "Desa kita punya banyak potensi, pertama pariwisata, UMKM, pertanian dan kelautan. Kami sebagai anak muda melihat potensi ini sangat besar, terutama pariwisata yang punya potensi untuk menyejahterakan masyarakat," jelas Supiandi. Selain pariwisata, Supiandi juga menyoroti pentingnya pengembangan hasil pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi sebagian besar warga. Komoditas seperti padi, pisang, dan kelapa memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika dikelola dengan baik. Ia memberikan contoh bagaimana pisang, yang saat ini banyak dijual dalam bentuk mentah ke luar daerah, dapat diolah menjadi produk bernilai tambah seperti keripik pisang. Proses pengolahan di tingkat desa tidak hanya akan meningkatkan nilai jual produk, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. Hal serupa juga ia sampaikan mengenai potensi kelapa. Alih-alih hanya menjual kelapa mentah ke luar negeri, Supiandi mengusulkan agar desa dapat mengembangkan industri pengolahan kelapa menjadi minyak. "Kalau saya terpilih, kita akan membentuk kelompok untuk mengolah kelapa menjadi minyak. Hasilnya nanti bisa dipasarkan melalui BUMDes," katanya, menunjukkan rencananya untuk memanfaatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai sarana pemasaran produk unggulan desa. Gagasan ini merupakan bagian dari upaya Supiandi untuk menjadikan pembangunan ekonomi masyarakat sebagai salah satu prioritas utama jika ia dipercaya memimpin desa. Jaminan Akses Kesehatan dan Pendidikan: Fondasi Pembangunan Manusia Sebelum memutuskan untuk maju sebagai calon kepala desa, Supiandi telah aktif melakukan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu program yang telah ia jalankan adalah membantu masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, khususnya dalam pengurusan kepesertaan BPJS Kesehatan. Dengan kemudahan akses ini, masyarakat diharapkan tidak lagi terbebani oleh biaya pengobatan dan dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak tanpa kendala finansial. Perhatian Supiandi juga meluas ke sektor pendidikan. Ia menyadari bahwa masih banyak masyarakat di Labuhan Pandan yang menghadapi kesulitan dalam membiayai pendidikan anak-anak mereka, bahkan hingga jenjang perguruan tinggi. Oleh karena itu, ia mengaku sebelumnya telah membantu sejumlah warga kurang mampu untuk mendapatkan akses kuliah gratis. Jika nantinya terpilih sebagai kepala desa, program kuliah gratis ini ingin diperluas dan dioptimalkan. "Kalau saya terpilih, program kuliah gratis bagi warga yang tidak mampu akan semakin kita perbanyak," tegasnya, menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Mengembangkan Potensi Kelautan dan Mengatasi Keterbatasan Anggaran Sebagai desa yang terletak di wilayah pesisir, Labuhan Pandan memiliki potensi kelautan yang sangat besar. Namun, Supiandi menilai potensi ini belum dapat dikembangkan secara maksimal akibat keterbatasan fasilitas yang dimiliki oleh masyarakat nelayan. Ia menyoroti kebutuhan mendesak akan sarana pendukung aktivitas nelayan, termasuk bantuan perahu yang layak. Pengembangan sektor kelautan, menurutnya, harus didasarkan pada kebutuhan nyata masyarakat di lapangan dan dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah daerah. "Untuk mengembangkan potensi kita tentu harus membentuk apa yang menjadi kekurangan, seperti bantuan perahu untuk nelayan. Upaya tersebut akan kita terapkan ke depan dengan berkolaborasi dengan pemerintah daerah," jelas Supiandi, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memajukan potensi kelautan desa. Supiandi menyadari sepenuhnya bahwa pembangunan desa tidak terlepas dari kendala anggaran. Dengan keterbatasan anggaran desa yang umum terjadi, pemerataan pembangunan infrastruktur memerlukan strategi yang jeli dan inovatif. Ia bertekad agar keterbatasan fiskal tidak menjadi penghalang bagi kemajuan desa. Jika terpilih, ia berencana untuk membangun komunikasi yang intensif dan melakukan lobi-lobi kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan pembangunan yang lebih besar. Jaringan yang telah ia miliki selama ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk membuka akses dan mencari sumber pendanaan alternatif bagi pembangunan desa. "Kita akan berpikir dengan keterbatasan anggaran bagaimana tetap mengupayakan pemerataan infrastruktur, termasuk melakukan lobi-lobi ke pemerintah daerah dan pusat serta memanfaatkan jejaring yang ada," tuturnya, menunjukkan kesiapannya untuk bekerja ekstra dalam mencari solusi pendanaan. Visi Jangka Panjang untuk Labuhan Pandan yang Lebih Maju dan Sejahtera Langkah Supiandi untuk maju dalam kontestasi pemilihan kepala desa ini berangkat dari keinginan tulus untuk mengabdikan diri di tengah masyarakat. Dengan usia yang masih relatif muda, bekal pengalaman dalam kegiatan sosial yang beragam, serta latar belakang politik yang dimilikinya, ia optimis dapat menemukan berbagai solusi jitu untuk membawa Desa Labuhan Pandan ke arah yang lebih baik. Baginya, pembangunan desa bukan hanya sekadar pembangunan fisik dan infrastruktur, melainkan juga tentang bagaimana menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat bagi masyarakat, membuka akses pendidikan dan kesehatan yang lebih luas, serta memberikan ruang berkembang yang memadai bagi masyarakat pesisir dan para pelaku usaha lokal. "Dengan jiwa yang masih muda dan pengalaman yang saya miliki, saya ingin mencari solusi untuk membangun Desa Labuhan Pandan menjadi lebih maju dan masyarakat lebih sejahtera. Semoga ikhtiar ini bisa tercapai," tandas Supiandi, menutup pernyataannya dengan harapan besar untuk masa depan desanya. Visi Supiandi mencerminkan semangat generasi muda yang siap mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan. Dukungan dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat serta pemerintah daerah akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita Supiandi untuk Labuhan Pandan yang lebih baik. Post navigation BPN dan Pemda Upayakan Penyelesaian Konflik HGU PT. SKE