Giri Menang, Lombok Barat – Suasana keakraban dan kekeluargaan menyelimuti kediaman Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.IK., M.M., yang menjabat sebagai Sesdeputi Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), pada Sabtu, 14 Maret 2026. Puluhan jurnalis dari berbagai media massa yang beroperasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) berkumpul dalam sebuah agenda buka puasa bersama yang diselenggarakan dengan tujuan mempererat tali silaturahmi dan sinergi antara pejabat publik dan insan pers. Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah manifestasi komitmen untuk membangun jembatan komunikasi yang kokoh demi kepentingan publik dan pembangunan daerah.

Pertemuan yang dihadiri oleh tidak kurang dari 40 wartawan ini merupakan cerminan nyata dari hubungan baik yang telah terjalin antara Brigjen Lalu Iwan dan komunitas media di NTB. Kehadiran para jurnalis, mulai dari reporter lapangan yang aktif meliput, pimpinan redaksi yang memegang kendali editorial, hingga pengurus organisasi media yang mewakili kepentingan profesi, menegaskan signifikansi acara ini dalam lanskap media lokal. Keterlibatan mereka menunjukkan apresiasi terhadap inisiatif Brigjen Lalu Iwan dalam memelihara komunikasi terbuka, sebuah elemen krusial dalam mendukung keberhasilan implifikasi pemberitaan berbagai kegiatan dan program kerja yang diusungnya.

Latar Belakang dan Peran Brigjen Lalu Iwan Mahardan

Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan adalah sosok yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di institusi kepolisian sebelum mengemban amanah sebagai Sesdeputi Pemberdayaan Masyarakat di BNPP. Pengalaman beliau di kepolisian, dengan latar belakang pendidikan S.IK. (Sarjana Ilmu Kepolisian) dan M.M. (Magister Manajemen), memberinya pemahaman mendalam tentang dinamika sosial, keamanan, dan tata kelola pemerintahan. Sebagai Sesdeputi Pemberdayaan Masyarakat, tugas utamanya adalah merumuskan kebijakan dan melaksanakan program-program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan.

Dalam menjalankan tugas strategisnya, Brigjen Lalu Iwan menyadari betul bahwa dukungan media adalah kunci. Media massa berperan sebagai corong informasi yang menghubungkan pemerintah dengan masyarakat, memastikan transparansi, dan membangun partisipasi publik. Oleh karena itu, menjalin hubungan yang harmonis dengan jurnalis bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah kebutuhan strategis untuk memastikan setiap program pemberdayaan masyarakat dapat tersampaikan dengan baik, dipahami secara luas, dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Acara buka puasa bersama ini menjadi salah satu upaya konkret dalam mewujudkan visi tersebut, memperkuat ikatan emosional dan profesional antara kedua belah pihak.

Kronologi Acara: Harmoni Ramadhan dan Pesan Kebajikan

Momen buka puasa bersama dimulai dengan suasana santai dan penuh kehangatan, di mana para jurnalis memiliki kesempatan untuk berbincang ringan dan membangun jejaring antar sesama, serta dengan tuan rumah. Menjelang waktu berbuka, seluruh hadirin diajak untuk mendengarkan tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh TGH Muhammad Taisir Al Azhar, L.C., M.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Barat. Kehadiran TGH Taisir Al Azhar menambah kedalaman spiritual pada acara tersebut, mengingat perannya sebagai tokoh agama dan pimpinan lembaga sosial yang memiliki otoritas moral di tengah masyarakat.

Dalam ceramahnya, TGH Taisir Al Azhar mengulas secara mendalam mengenai hikmah serta keutamaan ibadah puasa sebagai sarana efektif untuk meningkatkan ketakwaan dan pengendalian diri. Beliau menekankan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah latihan komprehensif untuk melatih kesabaran, menumbuhkan empati kepada sesama, dan memperkuat hubungan spiritual antara manusia dengan Allah SWT. Lebih lanjut, TGH Taisir Al Azhar mengingatkan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum emas untuk introspeksi diri, memperbaiki akhlak, dan memperkuat kepedulian sosial, terutama terhadap kaum yang membutuhkan. "Puasa melatih kesabaran, menumbuhkan empati kepada sesama, dan menjadi jalan memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT," ujar TGH Taisir Al Azhar, suaranya menyejukkan hati para jurnalis dan hadirin. Pesan-pesan moral ini selaras dengan semangat kebersamaan dan pengabdian yang diusung dalam acara tersebut.

Apresiasi dan Komitmen Brigjen Lalu Iwan

Usai tausiyah yang penuh makna, Brigjen Lalu Iwan menyampaikan sambutan apresiasi kepada para wartawan yang hadir. Beliau secara tulus mengucapkan terima kasih atas peran aktif insan pers selama ini dalam mengangkat berbagai kegiatan melalui pemberitaan di media. Dalam pandangannya, peran jurnalis sangat vital tidak hanya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara luas, tetapi juga dalam memperkuat literasi publik. Literasi publik yang kuat adalah fondasi bagi masyarakat yang cerdas, kritis, dan mampu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat dan terverifikasi.

Bukber di Rumah Brigjen Lalu Iwan, Puluhan Jurnalis NTB Dengarkan Tausiyah Hikmah Puasa

"Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman jurnalis, yang selama ini terus mendukung berbagai kegiatan melalui pemberitaan di media," ucap Brigjen Lalu Iwan dengan nada penuh penghargaan. Beliau mengakui bahwa tanpa dukungan media, program-program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan perbatasan, akan sulit mencapai target dan dampak yang diharapkan. Kemitraan yang solid antara pemerintah dan media menjadi prasyarat penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan transparan.

Menjelang akhir acara, yang juga bertepatan dengan mendekatnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Brigjen Lalu Iwan tak lupa menyampaikan ucapan selamat. "Kami sekeluarga menyampaikan Minal Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin," ucapnya, mengakhiri sambutannya dengan sentuhan personal yang mencerminkan kerendahan hati dan semangat kebersamaan. Ucapan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah tradisi yang menguatkan ikatan sosial dan memaafkan segala khilaf, menciptakan suasana damai dan penuh berkah.

Implikasi dan Dampak Jangka Panjang

Acara buka puasa bersama ini, meskipun tampak sederhana, membawa implikasi yang luas dan positif bagi berbagai pihak. Pertama, bagi Brigjen Lalu Iwan Mahardan dan BNPP, acara ini memperkuat citra positif sebagai pejabat publik yang terbuka, komunikatif, dan peduli terhadap kemitraan strategis dengan media. Hubungan yang harmonis ini akan memudahkan diseminasi informasi terkait program-program BNPP, meningkatkan pemahaman masyarakat, dan membangun dukungan publik yang esensial untuk keberhasilan implementasi kebijakan di wilayah perbatasan.

Kedua, bagi komunitas jurnalis di NTB, pertemuan ini menjadi platform penting untuk membangun jejaring, bertukar pikiran, dan mendapatkan akses langsung kepada sumber informasi dari pejabat tinggi. Kedekatan ini dapat menghasilkan pemberitaan yang lebih akurat, berimbang, dan mendalam, karena adanya pemahaman kontekstual yang lebih baik. Selain itu, kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pejabat publik di luar konteks formal wawancara dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih konstruktif di masa depan. Ini juga menegaskan pengakuan terhadap peran penting jurnalis sebagai pilar keempat demokrasi.

Ketiga, bagi masyarakat NTB secara umum, penguatan sinergi antara pejabat publik dan media akan berdampak pada peningkatan kualitas informasi yang diterima. Dengan adanya saluran komunikasi yang efektif dan terbuka, masyarakat akan lebih mudah mengakses informasi yang relevan mengenai program pembangunan, kebijakan pemerintah, dan isu-isu penting lainnya. Hal ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan literasi publik dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Informasi yang akurat dan terpercaya juga menjadi benteng terhadap penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat mengganggu stabilitas sosial.

Keempat, kehadiran tokoh agama seperti TGH Muhammad Taisir Al Azhar dan keterlibatan Baznas dalam acara ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor. Peran lembaga keagamaan dan sosial dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pemberdayaan masyarakat dan kesejahteraan sosial, tidak dapat dipandang remeh. Sinergi antara pemerintah, media, dan lembaga keagamaan/sosial menciptakan ekosistem yang kondusif untuk pembangunan holistik dan berkelanjutan, yang tidak hanya berfokus pada aspek material tetapi juga spiritual dan moral.

Penutup: Menuju NTB yang Lebih Maju dan Informatif

Momen buka puasa bersama yang berlangsung santai dan penuh kekeluargaan ini menjadi bukti bahwa membangun komunikasi dan sinergi tidak selalu harus melalui jalur formal yang kaku. Pendekatan personal dan humanis, seperti yang ditunjukkan oleh Brigjen Lalu Iwan, terbukti efektif dalam mempererat silaturahmi antara insan pers dan keluarga besar beliau. Para jurnalis terlihat menikmati hidangan berbuka sambil berbincang ringan, menciptakan atmosfer yang jauh dari formalitas, namun kaya akan makna.

Ke depan, diharapkan acara semacam ini dapat terus diselenggarakan secara berkala, tidak hanya sebagai ajang silaturahmi tetapi juga sebagai forum diskusi konstruktif untuk membahas tantangan dan peluang pembangunan di NTB. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk saling mendukung, Brigjen Lalu Iwan, jurnalis NTB, dan seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama mewujudkan Nusa Tenggara Barat yang lebih maju, sejahtera, dan informatif. Kemitraan strategis ini menjadi fondasi penting dalam mengawal setiap langkah pembangunan dan memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan kepada publik adalah informasi yang akurat, berimbang, dan memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan daerah.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *