SELONG – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) merayakan pencapaian signifikan dalam upaya memperkuat sistem kelistrikan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan keberhasilan first synchronization atau sinkronisasi awal Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2 Unit 1. Pembangkit berkapasitas 2 x 50 Megawatt (MW) ini berlokasi di Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, dan momen bersejarah ini ditandai dengan syukuran pada Rabu, 5 Agustus 2026. Acara syukuran yang mengusung tema “Powering the Future Through Collaboration” ini tidak hanya diisi dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial melalui pemberian santunan kepada anak yatim. Kegiatan ini menegaskan komitmen PLN UIP Nusra dalam menjalankan setiap tahapan proyek secara bertanggung jawab, baik dari sisi teknis maupun aspek kemanusiaan. Keberhasilan first synchronization ini merupakan salah satu milestone krusial sebelum PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 siap beroperasi secara komersial dan memberikan kontribusi nyata terhadap pasokan listrik di Pulau Lombok dan sekitarnya. Perjalanan Panjang Menuju Sinkronisasi Awal Keberhasilan first synchronization PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 bukanlah hasil dari satu malam, melainkan buah dari perjalanan panjang yang dipenuhi berbagai tantangan teknis dan membutuhkan kolaborasi lintas fungsi yang solid. Hal ini diungkapkan oleh Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian. Ia menjelaskan bahwa proses ini melibatkan penyempurnaan sistem kontrol, proteksi, hingga upaya troubleshooting di lapangan yang dilakukan secara simultan dan terintegrasi. “Pencapaian ini merupakan buah dari kolaborasi seluruh pihak. Berbagai tantangan, mulai dari penyempurnaan sistem kontrol, proteksi, hingga troubleshooting di lapangan berhasil kita lalui bersama. First synchronization menjadi tonggak penting bahwa PLTU Lombok semakin dekat menuju operasi komersial dan mulai memberikan kontribusi nyata bagi sistem kelistrikan Lombok,” ujar Yogi. Ia menambahkan, bahwa first synchronization ini menandakan bahwa unit pertama PLTU Lombok FTP-2 telah berhasil terhubung dan beroperasi secara paralel dengan sistem kelistrikan yang ada. Ini adalah langkah fundamental yang membuktikan kesiapan teknis pembangkit untuk mulai menyalurkan daya listriknya. Progres Konstruksi dan Kapasitas PLTU Saat ini, progres pembangunan PLTU Lombok FTP-2 secara keseluruhan telah mencapai angka yang membanggakan, yaitu 91,13 persen. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar tahapan konstruksi dan instalasi telah rampung, dan fokus kini bergeser pada penyelesaian tahapan akhir serta uji coba. Keberadaan PLTU Lombok FTP-2 dengan total kapasitas 100 MW (dua unit masing-masing 50 MW) diproyeksikan akan secara signifikan memperkuat keandalan pasokan listrik di Pulau Lombok. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2 merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan keandalan pasokan listrik di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di wilayah timur. Program Fast Track Program (FTP) yang digagas oleh PLN bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur di tanah air. Pembangunan PLTU Lombok FTP-2 ini sendiri merupakan wujud nyata dari komitmen tersebut untuk wilayah NTB. Implikasi Terhadap Sistem Kelistrikan Lombok Keberhasilan first synchronization PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 memiliki implikasi yang sangat positif terhadap sistem kelistrikan di Pulau Lombok. Selama ini, Pulau Lombok kerap menghadapi tantangan terkait ketersediaan pasokan listrik, terutama saat terjadi lonjakan permintaan atau saat beberapa pembangkit mengalami gangguan. Dengan tambahan daya 50 MW dari Unit 1 PLTU Lombok FTP-2, potensi defisit pasokan listrik di Pulau Lombok diharapkan dapat diminimalisir. Peningkatan keandalan pasokan listrik ini tidak hanya akan berdampak pada kenyamanan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari, tetapi juga akan memberikan stimulus positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor industri, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian NTB akan mendapatkan manfaat langsung dari ketersediaan listrik yang lebih stabil dan memadai. “Masih ada tahapan yang harus kita selesaikan bersama hingga pembangkit dinyatakan siap beroperasi secara komersial. Semoga momentum ini menjadi penyemangat bagi seluruh tim untuk menyelesaikan target berikutnya,” ujar Yogi, menekankan bahwa first synchronization adalah sebuah pencapaian, namun belum menjadi titik akhir. Sinergi Lintas Pihak Kunci Keberhasilan Keberhasilan mencapai first synchronization ini merupakan cerminan dari sinergi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proyek pembangunan PLTU Lombok FTP-2. Project Manager dari PT Rekayasa Industri, Iwan Gultom, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi ini. “Ini pencapaian kita bersama. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dedikasi dan komitmen sehingga milestone ini dapat tercapai. Semoga pembangkit ini segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Iwan Gultom. PT Rekayasa Industri sebagai salah satu kontraktor utama memegang peranan krusial dalam memastikan aspek teknis dan konstruksi berjalan sesuai rencana. Komitmen dan keahlian mereka dalam mengelola proyek skala besar menjadi faktor penentu dalam mengatasi berbagai kendala yang muncul selama proses pembangunan. Hal serupa disampaikan oleh Manager PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Sambelia, Beni Alansjah. Ia menekankan perlunya menjaga momentum kolaborasi yang positif ini hingga target Commercial Operation Date (COD) tercapai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. PLN Nusantara Power, sebagai operator pembangkit nantinya, memiliki tanggung jawab untuk memastikan operasional pembangkit berjalan efisien dan andal. “Kami mengajak seluruh tim untuk terus menjaga kolaborasi hingga target Commercial Operation Date (COD) dapat tercapai sesuai rencana,” ujar Beni Alansjah. Visi Jangka Panjang dan Apresiasi General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, dalam sambutannya, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan proyek yang telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras luar biasa. Beliau menegaskan kembali peran strategis PLTU Lombok dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan Pulau Lombok dan mendukung geliat ekonomi daerah. “Keberhasilan first synchronization merupakan bukti bahwa kolaborasi, dedikasi, dan semangat pantang menyerah mampu menghadirkan kemajuan nyata bagi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dan berharap semangat kolaborasi ini terus terjaga hingga pembangkit beroperasi secara komersial,” tegas Manurung. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan ini adalah awal dari tahapan penting lainnya menuju operasional penuh. PLN UIP Nusra akan terus berupaya memastikan proyek ini selesai tepat waktu dan sesuai standar kualitas tertinggi, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat NTB. Tahapan Selanjutnya Menuju Operasi Komersial Setelah first synchronization berhasil dilakukan, tahapan selanjutnya yang krusial adalah uji coba operasional yang lebih mendalam, termasuk pengujian seluruh sistem, peningkatan daya secara bertahap, dan simulasi beban. Seluruh proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 beroperasi dengan aman, stabil, dan efisien sebelum dinyatakan siap untuk beroperasi secara komersial. Penyelesaian proyek ini juga akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, tidak hanya dalam hal penyediaan energi, tetapi juga melalui penyerapan tenaga kerja lokal selama masa konstruksi dan operasional. Selain itu, peningkatan infrastruktur ketenagalistrikan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi ke NTB, mendorong pertumbuhan sektor industri dan jasa, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Keberhasilan first synchronization PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 ini menjadi bukti nyata komitmen PT PLN (Persero) dalam menjalankan mandatnya untuk menyediakan energi listrik yang andal dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Kolaborasi yang solid antar seluruh pihak yang terlibat menjadi kunci utama dalam mewujudkan proyek-proyek strategis seperti ini. Post navigation Pertumbuhan Ekonomi NTB Capai 7,41 Persen di Triwulan II 2026, Tertinggi Kedua di Indonesia