PT Sumbawa Timur Mining (STM) menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan dengan menyelenggarakan aksi penanaman 250 bibit pohon alpukat di Dusun Nangadoro, Desa Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini merupakan bagian integral dari peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan program penghijauan perusahaan yang sedang dalam tahap eksplorasi pertambangan tembaga, dikenal sebagai Proyek Hu’u. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pelestarian ekosistem lokal tetapi juga dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Hari Menanam Pohon Indonesia, yang diperingati setiap tanggal 28 November, adalah momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan dan mengimplementasikan upaya pelestarian hutan dan lingkungan. Penetapan hari ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Indonesia, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pohon bagi kehidupan, mulai dari menjaga kualitas udara, mencegah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, hingga melestarikan keanekaragaman hayati. Di tengah tantangan perubahan iklim global dan tekanan terhadap sumber daya alam, peran serta aktif dari sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat menjadi krusial dalam mewujudkan target tutupan hijau yang berkelanjutan. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa laju deforestasi di Indonesia masih menjadi perhatian serius, sehingga setiap kegiatan penanaman pohon, sekecil apapun, memiliki dampak signifikan terhadap upaya mitigasi dan adaptasi. Aksi penanaman pohon yang diinisiasi oleh PT STM ini dilangsungkan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, menunjukkan pendekatan kolaboratif yang kuat. Hadir dalam kegiatan tersebut adalah pejabat dari kecamatan dan desa setempat, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, serta antusiasme tinggi dari warga sekitar Dusun Nangadoro. Dari pihak PT STM, kegiatan ini diwakili oleh Manajer Community Relations, Ulya Defretes, Principal Government Relations, Zulaikha, beserta tim Sustainability perusahaan. Lokasi penanaman dipilih secara strategis di sekitar area kerja STM, memastikan bahwa upaya penghijauan terintegrasi dengan operasional perusahaan dan berkontribusi langsung pada ekosistem di sekitarnya. Pemilihan bibit alpukat bukan tanpa alasan, selain sebagai agen konservasi lingkungan yang efektif, pohon alpukat juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, menjanjikan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat lokal di masa mendatang. Manajer Community Relations PT STM, Ulya Defretes, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini jauh melampaui sekadar seremoni tahunan. "Kegiatan ini diharapkan memberi keseimbangan hidup, karena pohon menahan air, erosi, menjaga kelestarian lingkungan, dan berkontribusi baik bagi alam sekitar. Khusus tanaman alpukat, dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga di masa mendatang," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi keberlanjutan yang dianut perusahaan, di mana aspek ekologi, sosial, dan ekonomi saling terkait dan harus diupayakan secara seimbang. Bagi PT STM, yang saat ini masih berada dalam fase eksplorasi, investasi pada lingkungan dan masyarakat adalah bagian tak terpisahkan dari fondasi operasional yang bertanggung jawab, bahkan sebelum tahap produksi dimulai. Komitmen ini selaras dengan prinsip-prinsip praktik pertambangan berkelanjutan yang menekankan pengelolaan dampak lingkungan sejak dini. Komitmen PT STM terhadap keberlanjutan tidak hanya terbatas pada penanaman pohon. Perusahaan secara konsisten melakukan upaya reklamasi lahan sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan. Dalam Laporan Keberlanjutan perusahaan terkini, tercatat bahwa sepanjang tahun 2024, STM telah berhasil mereklamasi lahan seluas 11,51 hektare. Angka ini merepresentasikan pencapaian yang signifikan, melampaui target tahunan sebesar 43,3 persen. Upaya reklamasi ini terus berlanjut ke area-area yang telah selesai digunakan untuk keperluan eksplorasi Proyek Hu’u. Proses perencanaan dan pelaksanaan reklamasi dilakukan secara cermat dan dilaporkan secara berkala kepada pemerintah, memastikan transparansi dan akuntabilitas. Reklamasi lahan pasca-eksplorasi merupakan langkah krusial dalam siklus pertambangan yang bertanggung jawab, bertujuan untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan yang terganggu dan meminimalkan jejak lingkungan dari aktivitas pertambangan. Hal ini juga menjadi indikator keseriusan perusahaan dalam mematuhi regulasi lingkungan yang berlaku di Indonesia. Untuk mendukung program pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, PT STM mengoperasikan nurseri atau fasilitas pembibitan seluas 0,44 hektare. Nurseri ini memiliki kapasitas produksi hingga 30.000 bibit tanaman, didominasi oleh jenis tanaman pionir yang berfungsi mempercepat proses suksesi alami ekosistem. Tanaman pionir ini sangat penting karena mampu tumbuh di lahan yang kurang subur dan mempersiapkan kondisi tanah untuk pertumbuhan komunitas tanaman lokal lainnya, sehingga mendukung restorasi keanekaragaman hayati. Yang menarik, fasilitas pembibitan ini ditenagai oleh energi terbarukan yang berasal dari panel surya. Pemanfaatan energi surya ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen PT STM terhadap pengurangan emisi karbon dan penggunaan energi bersih, sejalan dengan tujuan global untuk mencapai alam yang lestari dan mitigasi perubahan iklim. Inisiatif ini tidak hanya mendukung operasional nurseri yang ramah lingkungan tetapi juga menjadi contoh praktik terbaik dalam industri pertambangan. Dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan penghijauan yang diinisiasi oleh PT STM datang dari pemerintah daerah. Camat Hu’u, Muhammad Iswan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya. "Menanam pohon sama dengan menjaga bumi. Akar pohon akan mencegah terjadinya bencana alam. Mari kita tanam pohon ini untuk menjaga dan melestarikan alam kita," ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang peran vital pohon dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah bencana alam yang seringkali mengancam wilayah-wilayah di Indonesia. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi pilar utama dalam keberhasilan program-program lingkungan semacam ini. Selain aktivitas penanaman pohon massal, PT STM juga secara rutin mengadakan pembagian bibit secara berkala kepada warga. Program ini bertujuan untuk memperluas tutupan hijau di area-area strategis seperti kebun dan permukiman warga, memungkinkan masyarakat untuk secara langsung berkontribusi pada upaya penghijauan di lingkungan mereka sendiri. Dalam upaya memastikan pengelolaan lingkungan yang memenuhi standar tertinggi, PT STM secara berkala melakukan pemantauan terhadap kondisi hutan-hutan di sekitar area eksplorasinya. Pemantauan ini tidak dilakukan secara internal saja, melainkan melibatkan pihak independen dan terakreditasi, menjamin objektivitas dan kredibilitas data. Praktik ini merupakan bagian dari program manajemen lingkungan yang terstandardisasi secara global. Sebagai bukti komitmennya, PT STM telah berhasil memperoleh sertifikasi ISO 14001:2015, sebuah standar internasional untuk sistem manajemen lingkungan. Pencapaian ini sangat signifikan mengingat perusahaan belum memasuki tahapan produksi. Sertifikasi ISO 14001:2015 menunjukkan bahwa PT STM telah menerapkan kerangka kerja yang komprehensif untuk mengidentifikasi, mengelola, dan meminimalkan dampak lingkungannya, serta berkomitmen untuk perbaikan berkelanjutan. Hal ini menempatkan PT STM sebagai salah satu perusahaan eksplorasi yang proaktif dalam menerapkan praktik terbaik lingkungan, bahkan sebelum operasi skala penuh dimulai. Melengkapi kegiatan lapangan, tim Sustainability PT STM juga memanfaatkan ranah digital untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. Pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia ini, karyawan dan mitra kerja diajak untuk berpartisipasi dalam Twibbon Challenge dengan menggunakan tagar #NationalTreePlantingDay2025 dan #MadaJagaPohonMadaJagaBumi. Inisiatif ini bertujuan untuk menyebarkan pesan tentang pentingnya pelestarian lingkungan ke khalayak yang lebih luas melalui media sosial. Dalam era digital saat ini, kampanye daring menjadi alat yang efektif untuk mengedukasi dan memobilisasi partisipasi publik dalam isu-isu lingkungan. Penggunaan tagar lokal "Mada Jaga Pohon Mada Jaga Bumi" juga menunjukkan upaya perusahaan untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan kearifan budaya dalam kampanye lingkungannya, menciptakan resonansi yang lebih kuat dengan masyarakat Dompu. Aksi penghijauan dan komitmen lingkungan PT Sumbawa Timur Mining memiliki dampak jangka panjang yang luas. Secara ekologis, penanaman pohon berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim dengan menyerap karbon dioksida, mengurangi risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, serta memulihkan keanekaragaman hayati lokal. Secara sosial-ekonomi, pemilihan bibit alpukat berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat Hu’u, mendorong pemberdayaan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan komunitas. Bagi perusahaan sendiri, praktik-praktik keberlanjutan ini tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap regulasi tetapi juga membangun reputasi sebagai entitas korporat yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar. Hal ini sangat penting untuk memperoleh "social license to operate" dan menjaga hubungan baik dengan para pemangku kepentingan. Sebagai kesimpulan, kegiatan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia oleh PT Sumbawa Timur Mining di Hu’u, Dompu, adalah manifestasi nyata dari komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan pembangunan berkelanjutan. Dengan fokus pada penanaman bibit alpukat yang memiliki manfaat ganda, upaya reklamasi lahan yang melampaui target, fasilitas nurseri bertenaga surya, pemantauan lingkungan independen, sertifikasi ISO 14001:2015, dan kampanye digital yang inovatif, PT STM menunjukkan pendekatan holistik dalam menjaga kelestarian alam dan memberdayakan masyarakat. Langkah-langkah ini menjadi fondasi penting bagi Proyek Hu’u dalam mewujudkan operasi pertambangan yang tidak hanya efisien secara ekonomi tetapi juga harmonis dengan lingkungan dan memberikan nilai tambah bagi komunitas lokal di Nusa Tenggara Barat. Post navigation Dompu, Simbol Harapan Swasembada Gula Nasional yang Terjebak dalam Kesenjangan Implementasi Kabur Usai Tusuk Rekannya di Kekalik Jaya, Mahasiswa Dompu Ini Ditangkap di Kampung Halaman