GIRI MENANG – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Jembatan Kembar di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah menorehkan prestasi gemilang dengan terpilih mewakili Provinsi NTB dalam ajang penghargaan Adiwiyata tingkat nasional tahun 2026. Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi, melainkan cerminan komitmen kuat sekolah dalam menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS), yang menjadi inti dari program Adiwiyata. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, bersih, asri, serta menanamkan karakter peduli dan sadar akan kelestarian lingkungan kepada seluruh warga sekolah, khususnya para siswa.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat, Heny Murdianti, menyampaikan kabar gembira ini kepada awak media pada Sabtu (16/5) lalu. "Bulan ini tim penilai dari kementerian akan turun. Satu sekolah kita, SDN 1 Jembatan Kembar, alhamdulillah mewakili NTB di tingkat pusat," ungkap Heny dengan nada bangga. Pernyataan ini menegaskan kesiapan sekolah untuk menghadapi penilaian ketat dari tim pusat dan membawa nama baik Lombok Barat serta NTB di kancah nasional.

Kronologi Perjalanan Menuju Adiwiyata Nasional

Perjalanan SDN 1 Jembatan Kembar menuju panggung nasional bukanlah instan, melainkan melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat. Awalnya, sekolah ini menunjukkan dedikasi luar biasa dalam implementasi program lingkungan di tingkat kabupaten, berhasil menarik perhatian dan lolos ke tingkat provinsi. Pada bulan November 2025, lomba Adiwiyata tingkat provinsi NTB diselenggarakan, di mana SDN 1 Jembatan Kembar berhasil menunjukkan keunggulannya.

Dalam seleksi tingkat provinsi tersebut, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur NTB, SDN 1 Jembatan Kembar ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh sekolah terbaik yang berhak menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi. Enam sekolah lainnya yang turut meraih penghargaan serupa adalah SDN Selang Sumbawa, SDN Moyo Sumbawa, SDN 14 Sumbawa, SMPN 1 Labuan Badas Sumbawa, SMPN 1 Utan Sumbawa, dan SMPN 1 Sumbawa Besar. Sebuah fakta menarik yang disampaikan oleh Heny Murdianti adalah bahwa "Yang menjadi nominator untuk Pulau Lombok hanya SDN 1 Jembatan Kembar." Hal ini menunjukkan bahwa prestasi SDN 1 Jembatan Kembar sangat menonjol di antara sekolah-sekolah lain di Pulau Lombok, menjadikannya satu-satunya perwakilan dari pulau tersebut untuk melaju ke tingkat nasional.

Dengan penetapan ini, seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, staf, hingga siswa, serta dukungan penuh dari komite sekolah dan orang tua, semakin memantapkan persiapan untuk menghadapi penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang dijadwalkan akan tiba di bulan Mei 2026. Momentum ini menjadi puncak dari kerja keras dan dedikasi panjang mereka dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang lestari.

Memahami Program Adiwiyata: Pilar Pendidikan Lingkungan

Program Adiwiyata adalah salah satu inisiatif unggulan pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mendorong terciptanya sekolah-sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Program ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2006 oleh Kementerian Lingkungan Hidup (sekarang KLHK) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional (sekarang Kemendikbudristek). Nama "Adiwiyata" sendiri berasal dari dua kata Sansekerta, "Adi" yang berarti agung, baik, ideal, sempurna, dan "Wiyata" yang berarti tempat belajar, pendidikan, atau sekolah. Secara keseluruhan, Adiwiyata dapat diartikan sebagai tempat yang baik dan ideal di mana seseorang bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan menuju cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Program Adiwiyata tidak hanya sebatas kompetisi, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan yang mencakup empat komponen utama:

  1. Kebijakan Berwawasan Lingkungan: Sekolah memiliki kebijakan yang mendukung perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, seperti kurikulum yang terintegrasi, alokasi anggaran, dan peraturan internal yang ramah lingkungan.
  2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan: Integrasi isu lingkungan ke dalam mata pelajaran, pengembangan kegiatan ekstrakurikuler berbasis lingkungan, dan pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kesadaran siswa.
  3. Partisipasi Warga Sekolah: Keterlibatan aktif seluruh komunitas sekolah (kepala sekolah, guru, siswa, komite sekolah, karyawan) dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Ini mencakup partisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program lingkungan.
  4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan: Ketersediaan dan pengelolaan sarana prasarana sekolah yang mendukung upaya perlindungan lingkungan, seperti pengelolaan sampah, efisiensi energi dan air, penghijauan, serta fasilitas sanitasi yang memadai.

Program Adiwiyata memiliki beberapa tingkatan penghargaan, dimulai dari Adiwiyata Kabupaten/Kota, Adiwiyata Provinsi, Adiwiyata Nasional, hingga Adiwiyata Mandiri. Sekolah yang berhasil meraih predikat Adiwiyata Mandiri dianggap telah mampu menjadi sekolah pembina bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya dalam implementasi program lingkungan. Dengan adanya program ini, diharapkan akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup.

SDN 1 Jakem Wakili NTB di Tingkat Nasional

Kesiapan dan Inovasi SDN 1 Jembatan Kembar

Kepala SDN 1 Jembatan Kembar, Dewa Putu Karya, menyatakan bahwa sekolahnya sangat siap untuk memberikan yang terbaik di ajang nasional. Beliau menegaskan bahwa Adiwiyata bagi mereka bukan hanya sekadar lomba, melainkan semangat yang terus-menerus digelorakan untuk menghadirkan sekolah yang sehat dan siswa-siswa yang peduli dengan kelestarian lingkungan. "Kami melihat Adiwiyata sebagai sebuah filosofi yang harus kami tanamkan setiap hari dalam setiap aspek kehidupan sekolah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak kami dan lingkungan," ujarnya.

Dalam menghadapi penilaian nasional, SDN 1 Jembatan Kembar telah mempersiapkan berbagai program dan inovasi yang mencakup berbagai aspek lingkungan. Di antara indikator penilaian utama yang akan dievaluasi oleh tim kementerian meliputi:

  • Program Penghijauan: Sekolah memiliki area penghijauan yang luas dengan berbagai jenis tanaman, baik tanaman peneduh, tanaman hias, maupun tanaman produktif seperti kebun sekolah. Program pembibitan tanaman juga aktif dilakukan, melibatkan siswa dalam proses penanaman dan pemeliharaan.
  • Edukasi Lingkungan Terintegrasi: Nilai-nilai edukasi lingkungan terintegrasi dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Modul ajar yang bertemakan lingkungan, peternakan, perikanan, konservasi energi, konservasi air, dan pengelolaan sampah menjadi bagian integral dari kurikulum.
  • Pengelolaan Sampah Inovatif: Sekolah memiliki sistem pengelolaan sampah terpadu yang mencakup pemilahan sampah organik dan anorganik. Inovasi pengelolaan sampah menjadi pupuk organik melalui komposting juga telah diterapkan secara konsisten. Pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi atau seni juga menjadi salah satu keunggulan.
  • Konservasi Sumber Daya: Implementasi program konservasi energi dan air di lingkungan sekolah, seperti penggunaan lampu hemat energi, pemanfaatan air hujan, dan penghematan penggunaan air bersih.
  • Keindahan dan Kebersihan Sekolah: Lingkungan sekolah yang selalu terjaga kebersihan, kerapian, dan keindahannya, menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif.
  • Administrasi dan Dokumentasi: Seluruh program dan kegiatan lingkungan didukung oleh administrasi yang rapi dan dokumentasi yang lengkap, termasuk laporan kegiatan, foto, dan bukti-bukti implementasi lainnya.

Dewa Putu Karya menambahkan, "Setiap sudut sekolah kami berusaha untuk mencerminkan nilai-nilai Adiwiyata. Mulai dari taman-taman yang tertata rapi, bank sampah yang berfungsi, hingga kelas-kelas yang bersih dan dilengkapi dengan materi edukasi lingkungan. Kami juga melibatkan orang tua dan masyarakat sekitar dalam beberapa program kami, karena kesadaran lingkungan adalah tanggung jawab bersama."

Dampak dan Implikasi yang Lebih Luas

Keberhasilan SDN 1 Jembatan Kembar mencapai tingkat nasional dalam program Adiwiyata membawa dampak positif yang luas, tidak hanya bagi sekolah itu sendiri tetapi juga bagi Kabupaten Lombok Barat dan Provinsi NTB secara keseluruhan.

Pertama, bagi SDN 1 Jembatan Kembar, predikat Sekolah Adiwiyata Nasional akan meningkatkan reputasi sekolah sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Hal ini dapat menarik minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sana dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain. Pengakuan ini juga berpotensi membuka pintu bagi berbagai dukungan, baik dari pemerintah maupun lembaga swasta, untuk pengembangan program lingkungan yang lebih inovatif di masa mendatang.

Kedua, bagi Lombok Barat, keberhasilan ini adalah sebuah kebanggaan dan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan berbasis lingkungan. Dinas Dikbud Lombok Barat dapat menggunakan SDN 1 Jembatan Kembar sebagai model percontohan bagi sekolah-sekolah lain di wilayahnya, memotivasi mereka untuk juga menerapkan program PBLHS. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang diusung oleh pemerintah daerah.

Ketiga, bagi Provinsi NTB, diwakilinya oleh SDN 1 Jembatan Kembar di tingkat nasional menunjukkan bahwa upaya-upaya konservasi dan pendidikan lingkungan di provinsi ini telah membuahkan hasil. Ini dapat menginspirasi pemerintah provinsi untuk lebih menggalakkan program-program serupa di seluruh kabupaten/kota, menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih peduli lingkungan di seluruh wilayah NTB.

Selain itu, program Adiwiyata secara umum berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) dan nomor 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Dengan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, siswa-siswa ini diharapkan akan tumbuh menjadi agen perubahan yang aktif dalam menjaga kelestarian bumi di masa depan. Mereka akan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi tantangan lingkungan global yang semakin kompleks.

Melihat antusiasme dan persiapan matang yang telah dilakukan, ada harapan besar agar SDN 1 Jembatan Kembar dapat meraih hasil terbaik di tingkat nasional. Kemenangan di tingkat nasional bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga sebuah amanah untuk terus menjadi garda terdepan dalam menciptakan generasi yang peduli dan berbudaya lingkungan. Prestasi ini akan menjadi inspirasi bagi ribuan sekolah lainnya di Indonesia untuk bergerak bersama dalam mewujudkan cita-cita bangsa yang lestari dan berkelanjutan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *