Sembalun, sebuah kecamatan yang terletak di bawah kaki Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, telah menjadi saksi bisu perjuangan gigih masyarakatnya dalam merintis dan mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis rumahan. Kini, UMKM di kawasan ini tidak hanya mampu menggerakkan roda ekonomi lokal, tetapi juga berhasil menembus pasar internasional, membuktikan ketangguhan dan inovasi mereka. Keberhasilan ini sebagian besar difasilitasi oleh program pendampingan ekonomi kerakyatan yang diinisiasi oleh PT Amman Mineral, yang dikenal dengan program GUMI SERI. Program yang diluncurkan pada 15 Mei 2025 ini, memiliki makna harfiah "Tanah yang Bercahaya" dan telah menyalakan optimisme di jantung UMKM Lombok Timur, sejalan dengan komitmen PT Amman Mineral untuk mewujudkan bangsa yang mandiri dan berdaya saing. Maolidatul Aeni: Dari Angkringan Menuju Kedai Ayam Bakar Sukses Kisah inspiratif datang dari Maolidatul Aeni, seorang perintis usaha kuliner ayam bakar Rangga Pande yang dimulai sejak tahun 2022. Berbekal visi melihat prospek pasar yang menjanjikan, Maolidatul, bersama suaminya, menghadapi tantangan awal yang berat. Mereka mengerjakan segalanya sendiri, mulai dari mencari ayam kampung berkualitas hingga mengurus promosi dan pemasaran. Ketekunan dan konsistensi menjadi kunci utama perkembangan usahanya. Dari sebuah angkringan sederhana, usaha kuliner ini berkembang pesat hingga kini memiliki kedai dan mempekerjakan 12 karyawan. Keberhasilan Maolidatul tidak hanya bertumpu pada cita rasa lezat masakannya, tetapi juga pada pemahaman mendalam akan pentingnya kualitas pelayanan, kebersihan, konsistensi rasa, strategi pemasaran yang tepat, dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Ragam menu yang ditawarkan mencakup ayam bakar, ayam goreng, ikan bakar, ikan goreng, nasi campur ayam kampung, dan ikan nila siong pedis, yang semuanya merupakan masakan khas Sembalun. Harga menu bervariasi, mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 120 ribu untuk olahan ayam, dan Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu untuk olahan ikan. Pilihan minuman pun beragam, mulai dari teh, jus, hingga minuman sehat ala Rangga Pande dan milkshake, dengan kisaran harga Rp 7 ribu hingga Rp 18 ribu. Meskipun saat ini usahanya masih berpusat di Sembalun, Maolidatul memiliki ambisi besar untuk melebarkan sayap bisnisnya ke luar daerah. Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait ketersediaan bahan baku ayam kampung asli yang diternakkan oleh warga setempat. Kendala ini menjadi salah satu poin krusial yang dihadapi dalam menjaga kelangsungan produksi. Perkembangan pesat usaha kuliner Maolidatul tidak lepas dari dukungan pendampingan dan pembinaan dari PT Amman Mineral melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Sebagai UMKM mitra PT Amman, ia mendapatkan pengetahuan dan pelatihan intensif mengenai promosi dan pemasaran efektif, manajemen keuangan yang rapi, pengemasan produk yang baik, serta manajemen usaha secara keseluruhan. Maolidatul mengakui, sebelum menjadi mitra PT Amman, usahanya berjalan seadanya tanpa pencatatan keuangan yang memadai dan promosi melalui media sosial. Kini, berkat bimbingan tersebut, usahanya semakin dikenal luas dan menarik konsumen dari berbagai daerah. Syaeun: Black Garlic, Oleh-oleh Khas Sembalun yang Mendunia Di Sembalun, nama Syaeun cukup dikenal di kalangan pegiat UMKM sebagai pimpinan Kelompok Wanita Putri Rinjani Sejahtera. Di bawah kepemimpinannya, produk inovatif Black Garlic berhasil menembus pasar global. Black Garlic, atau bawang hitam, adalah hasil fermentasi bawang putih yang memakan waktu lama pada suhu hangat. Proses ini mengubah siung bawang putih menjadi hitam, dengan tekstur lembut, kenyal, dan rasa manis sedikit asam tanpa bau menyengat. Sembalun dikenal sebagai sentra produksi bawang putih nasional. Syaeun melihat potensi besar untuk meningkatkan nilai ekonomi bawang putih dengan mengolahnya menjadi produk bernilai tambah tinggi. Bersama kelompoknya, ia berinovasi dengan memfermentasi bawang putih tunggal menjadi Black Garlic. "Black Garlic ini bukan hanya produk, ini inovasi," ujarnya, menekankan nilai kreatif di balik produknya. Inovasi Syaeun tidak berhenti pada produk dasar. Black Garlic kini hadir dalam berbagai varian, termasuk Black Garlic Nunggal, serta dalam bentuk kapsul dan stik. Produk ini diyakini memiliki khasiat kesehatan luar biasa, mulai dari pengobatan penyakit kronis, penurunan kolesterol, hingga peremajaan kulit. Pangsa pasar Black Garlic telah tersebar di berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Semarang, dan Medan. Lebih mengesankan lagi, produk ini telah berhasil menembus pasar ekspor Asia, termasuk Malaysia, Singapura, dan Jepang. Pengiriman rutin ke Malaysia saja bernilai lebih dari Rp 15 juta, dan telah berlangsung sejak tahun 2018. Bahkan, permintaan datang dari Rusia, meskipun pengiriman dalam jumlah besar masih terkendala ketersediaan bahan baku bawang putih tunggal yang masih terbatas. Kini, Black Garlic telah menjadi ikon oleh-oleh khas Sembalun. Banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang tertarik untuk membeli produk ini dan bahkan seringkali ingin melihat langsung proses produksi serta pengemasannya. "Selalu ada wisatawan asing mau melihat langsung proses produksi produk Black Garlic," ungkap Syaeun. Proses produksi Black Garlic yang menggunakan fermentasi alami dan dikemas secara menarik ini tidak terlepas dari dukungan pendampingan PT Amman Mineral. Syaeun dan kelompoknya mendapatkan pengetahuan dan pelatihan intensif mengenai manajemen, strategi, dan pemasaran dari para ahli. Mereka dibimbing secara berkelanjutan, mulai dari survei pasar, teknik pengolahan, cara mencari pelanggan, hingga administrasi usaha. "Produk kami semakin diterima dan luas pangsa pasar internasional, berkat dukungan PT Amman mineral yang jadikan kami sebagai mitra UMKM," imbuhnya. Berkat kerja keras, keuletan, dan ketekunan dalam berwirausaha, Syaeun kerap diundang menjadi pembicara kewirausahaan. Puncaknya, pada Desember 2024, ia dianugerahi penghargaan Upakarti dari Presiden melalui Kementerian Perindustrian RI, sebuah penghargaan tertinggi bagi individu yang berprestasi dalam pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Robi: Situs Coffee, Mengangkat Kopi Sembalun ke Kancah Nasional Robi, yang akrab disapa, merintis produksi Situs Coffee dengan tujuan mulia: membantu para pemuda adat Sembalun menjaga wilayah adat mereka dari ancaman perampasan hak ulayat melalui pengembangan ekonomi berbasis kopi. Melalui Situs Coffee, ia dan rekan-rekannya melakukan branding usaha kopi yang dirintis. Proses produksi kopi dimulai dengan pemilihan buah kopi berkualitas. Setelah dipetik, buah kopi dijemur, lalu biji kopi dipisahkan dari ampasnya melalui proses yang disebut pulper. Tahap selanjutnya adalah penyortiran, yang membutuhkan ketelitian tinggi. Biji kopi yang baik harus terpisah dari biji yang rusak, karena percampuran dapat berakibat fatal pada kualitas rasa akhir kopi. "Proses sortir biji kopi harus ini dilakukan secara cermat," tegas Robi. Tahap roasting juga tidak kalah penting, di mana tingkat kematangan kopi diperhatikan secara saksama karena akan sangat memengaruhi rasa akhir kopi, apakah akan menghasilkan karakter light, medium, atau dark. Saat ini, produk kopi Situs Coffee telah merambah ke luar daerah, menjangkau pasar di Sumbawa, Bali, dan Jawa. Robi mampu memproduksi hingga 2,5 kuintal kopi per bulan. "Pelanggan kita sekarang banyak tersebar di berbagai luar daerah," ujarnya, mengindikasikan keberhasilan ekspansi pasar. Kemajuan usaha produksi Situs Coffee ini juga didukung penuh oleh PT Amman Mineral. Melalui pelatihan intensif yang diberikan dalam program pendampingan, Robi mampu mematok target konsumen yang jelas dan merealisasikannya. "Usaha kami makin berkembang berkat dukungan PT Amman," imbuhnya. PT Amman Mineral: Komitmen Penguatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Program GUMI SERI Senior Manager Social Impact AMMAN, Aji Suryanto, menjelaskan bahwa PT AMMAN Mineral secara konsisten menjalankan beragam program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berkelanjutan. Inisiatif ini berfokus pada pengembangan kapasitas masyarakat untuk memaksimalkan kesejahteraan dan potensi sumber daya manusia di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Kabupaten Sumbawa (KS) yang merupakan area eksplorasi AMMAN. Visi PPM AMMAN adalah menciptakan komunitas yang dinamis dan memberikan peluang luas bagi semua untuk berkembang. PPM AMMAN dijalankan melalui tiga pilar utama: Human Capital Development (Pengembangan Sumber Daya Manusia), Economic Empowerment (Pemberdayaan Ekonomi), dan Sustainable Tourism (Pariwisata Berkelanjutan). PT AMMAN memberikan pendampingan dan pelatihan komprehensif untuk peningkatan kapasitas pengusaha UMKM, meliputi manajemen bisnis, pendampingan teknis, kelembagaan, legalitas, ekosistem produk, branding, packaging, marketing, dan penguatan usaha. Hingga tahun 2026, lebih dari 1.200 UMKM telah menjadi mitra AMMAN yang tersebar di KSB, Kabupaten Sumbawa, dan Lombok Timur, serta telah menerima pelatihan dan pendampingan. Berbagai sektor UMKM telah ditingkatkan kapasitasnya, meliputi sektor makanan dan minuman olahan (FnB), komoditas (gula aren, madu, beras, kopi, sayur, dll.), kerajinan (tenun dan produk khas daerah), serta jasa (restoran, homestay, tour travel, dll.). Para UMKM yang bermitra dengan AMMAN tercatat mengalami pertumbuhan omzet rata-rata 20-30 persen. "AMMAN turut bangga dengan perkembangan para UMKM mitra yang dapat dilihat dari pertumbuhan positif, kenaikan omzet, peningkatan standar produk dan kapasitas produksi, serta akses pasar yang semakin meluas," tegas Aji Suryanto. Di Kabupaten Lombok Timur, Program GUMI SERI (Gerakan UMKM Mandiri untuk Inisiatif Pariwisata Hijau) di Sembalun dan Jerowaru secara spesifik mendorong kolaborasi antara pelaku wisata gunung dan pantai. Hasilnya, rata-rata omzet peserta meningkat hampir 30 persen berkat dukungan pelatihan finansial dan model bisnis. Dampak Luas dan Pengakuan Eksternal Sebuah rilis dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa PT Amman memberikan pengaruh luas di berbagai sektor dan meningkatkan peluang masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi, khususnya di NTB. Kontribusi PT Amman tidak hanya terlihat pada angka makro, tetapi juga pada tingkat rumah tangga dan komunitas. Dalam rilis kajian bertajuk "Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial Ekonomi PT Amman Mineral selama periode 2018-2024", LPEM FEB UI mencatat bahwa PT Amman memberikan kontribusi signifikan dengan menyumbang Rp 173,4 triliun ke Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menggerakkan perekonomian NTB hingga Rp 224,3 triliun. Kontribusi ini mencakup peningkatan fiskal daerah dan penciptaan puluhan ribu lapangan kerja, menegaskan peran vital PT Amman Mineral dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah operasinya. Post navigation Pemerintah Provinsi NTB Gelar Pendampingan Administrasi Nelayan untuk Percepatan Akses BBM Subsidi