BIMA – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dan menyemarakkan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) melalui Unit Pelaksana Pembangkit (UPK) Tambora, menjalin sinergi erat dengan Pemerintah Kota Bima. Kolaborasi ini diwujudkan dalam sebuah kegiatan komprehensif yang mencakup aksi penghijauan dan pengelolaan sampah di kawasan strategis Pantai Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan komitmen PLN terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga menegaskan peran aktifnya dalam program sosial perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan dan kepedulian masyarakat. Momentum Peringatan dan Perayaan Keagamaan Pelaksanaan kegiatan ini bertepatan dengan dua momen penting: peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari setiap tahunnya, dan bulan penuh berkah, Ramadan. Hal ini memberikan makna ganda bagi seluruh elemen yang terlibat. Hari Peduli Sampah Nasional menjadi pengingat krusial akan pentingnya kesadaran kolektif dalam mengelola sampah sebagai salah satu isu lingkungan paling mendesak. Sementara itu, semangat Ramadan yang mengedepankan nilai-nilai kepedulian, kebersihan, dan berbagi, menjadi landasan moral yang kuat bagi PLN untuk mengimplementasikan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) yang berdampak positif. Acara yang dipusatkan di Aula Pondok Wisata Kolo ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, menunjukkan sinergi yang solid antara sektor pemerintah dan swasta. Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, turut hadir bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bima, Camat Asakota beserta para lurah se-Kecamatan Asakota. Kehadiran mereka menggarisbawahi dukungan penuh Pemerintah Kota Bima terhadap inisiatif pelestarian lingkungan yang digagas oleh PLN. Dari pihak PLN, manajemen PLN UPK Tambora turut serta dalam memeriahkan dan mengawal jalannya kegiatan. Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan Pesisir Sebagai wujud nyata komitmen terhadap pelestarian lingkungan pesisir yang merupakan aset penting bagi Kota Bima, kegiatan ini difokuskan pada dua pilar utama: penghijauan dan pengurangan sampah. Dalam aspek penghijauan, sebanyak 40 pohon dari jenis Tabebuya dan Ketapang Kencana ditanam secara simbolis di sepanjang area Pantai Kolo. Pemilihan kedua jenis pohon ini bukan tanpa alasan. Tabebuya dikenal dengan keindahan bunganya yang spektakuler, mampu memberikan estetika tersendiri bagi kawasan wisata. Sementara itu, Ketapang Kencana memiliki peran penting dalam mencegah erosi pantai, memberikan keteduhan, serta menjadi habitat bagi satwa kecil. Penanaman pohon ini diharapkan tidak hanya memperindah lanskap Pantai Kolo, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas udara dan keseimbangan ekosistem pesisir. Lebih lanjut, dalam upaya mendukung pengurangan sampah plastik yang menjadi momok bagi lingkungan, PLN UPK Tambora turut memberikan bantuan berupa tempat sampah khusus sampah plastik. Bantuan ini ditujukan untuk ditempatkan di titik-titik strategis di kawasan Pantai Kolo, yang merupakan salah satu destinasi wisata potensial di Kota Bima. Diharapkan, dengan tersedianya sarana pengelolaan sampah yang memadai, pengunjung akan lebih sadar dan termotivasi untuk membuang sampah pada tempatnya, serta memilah sampah plastik untuk didaur ulang atau dikelola lebih lanjut. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah dalam mengurangi penggunaan sampah sekali pakai dan mendorong praktik ekonomi sirkular. Komitmen PLN untuk Keberlanjutan Lingkungan dan Sinergi Daerah General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan manifestasi dari komitmen PLN yang tidak hanya berfokus pada penyediaan energi listrik yang andal, tetapi juga pada upaya mendukung agenda keberlanjutan lingkungan global dan lokal. Ia menekankan pentingnya sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. “PLN tidak hanya hadir untuk memastikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat, tetapi kami juga memiliki komitmen yang kuat untuk mendorong praktik-praktik keberlanjutan lingkungan. Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bima ini adalah sebuah langkah konkret yang kami ambil untuk mewujudkan kawasan pesisir yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang solid, kita dapat menciptakan dampak positif yang signifikan,” ujar Sri Heny Purwanti. Beliau menambahkan bahwa momentum Hari Peduli Sampah Nasional yang bertepatan dengan bulan Ramadan memberikan refleksi mendalam bagi seluruh insan PLN. Hal ini menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial dan lingkungan yang tertanam dalam setiap aktivitas perusahaan. Semangat Ramadan yang mengajarkan tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama, kebersihan diri dan lingkungan, serta memberikan manfaat bagi orang lain, selaras dengan tujuan kegiatan ini. Lebih dari itu, kegiatan ini juga secara langsung mendukung pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan di Kota Bima. Membangun Budaya Peduli Lingkungan dan Partisipasi Aktif Masyarakat Manager PLN UPK Tambora, Doddy Rizqi, menguraikan bahwa program ini merupakan bagian integral dari upaya perusahaan untuk membangun budaya peduli lingkungan, tidak hanya di internal PLN, tetapi juga di sekitar wilayah operasional pembangkit listrik yang dikelola oleh UPK Tambora. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif dari masyarakat lokal dalam menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan pesisir Pantai Kolo. “Kami berharap melalui program penghijauan dan penyediaan sarana kebersihan ini, kawasan Pantai Kolo dapat bertransformasi menjadi ruang publik yang tidak hanya nyaman dan asri, tetapi juga ramah bagi para wisatawan maupun masyarakat lokal. Kami juga ingin meningkatkan kesadaran kolektif tentang betapa pentingnya pengelolaan sampah yang baik untuk masa depan lingkungan kita,” ungkap Doddy Rizqi. Melalui berbagai program CSR yang berkelanjutan, PLN UIW NTB berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kolaborasi dengan pemerintah daerah di seluruh Nusa Tenggara Barat. Upaya ini sejalan dengan visi besar perusahaan untuk mewujudkan transisi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di wilayah NTB, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam. Latar Belakang dan Konteks Pantai Kolo, sebagai salah satu potensi wisata bahari di Kota Bima, memiliki peran penting dalam perekonomian lokal. Namun, seperti banyak kawasan pesisir lainnya, Pantai Kolo menghadapi tantangan terkait pengelolaan sampah dan degradasi lingkungan. Sampah plastik, khususnya, menjadi isu krusial yang dapat merusak keindahan alam, mengganggu ekosistem laut, dan berdampak negatif pada citra pariwisata. Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) sendiri diperingati setiap tanggal 21 Februari sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar. Peringatan ini seringkali diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari kampanye edukasi, aksi bersih-bersih, hingga program daur ulang. Pelaksanaan kegiatan ini di bulan Ramadan juga memberikan dimensi spiritual pada upaya pelestarian lingkungan. Ajaran Islam sangat menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam sebagai amanah dari Allah SWT. Dalam Al-Qur’an dan Hadis, terdapat banyak dalil yang menyerukan umat Islam untuk tidak merusak lingkungan, menjaga kebersihan, dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak. Oleh karena itu, kolaborasi antara PLN dan Pemkot Bima ini dapat dilihat sebagai perwujudan dari nilai-nilai keagamaan yang dipadukan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Implikasi dan Dampak Lebih Luas Aksi penghijauan dan pengelolaan sampah di Pantai Kolo ini memiliki beberapa implikasi positif jangka panjang. Pertama, secara ekologis, penanaman pohon akan membantu mencegah abrasi pantai, meningkatkan kualitas udara, dan menyediakan habitat bagi keanekaragaman hayati. Pengelolaan sampah yang lebih baik akan mengurangi pencemaran laut dan darat, menjaga kebersihan ekosistem, dan melindungi satwa laut dari ancaman sampah plastik. Kedua, secara sosial dan ekonomi, kawasan Pantai Kolo yang lebih bersih dan asri berpotensi meningkatkan daya tarik wisata. Hal ini dapat berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terkait dengan sektor pariwisata, seperti penyediaan akomodasi, kuliner, dan jasa wisata. Kesadaran masyarakat yang meningkat terhadap pentingnya kebersihan juga akan menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat dan nyaman bagi seluruh warga. Ketiga, kolaborasi antara PLN dan Pemerintah Kota Bima ini menjadi contoh model kemitraan yang efektif antara sektor swasta dan pemerintah dalam menangani isu-isu lingkungan. Sinergi semacam ini penting untuk mengoptimalkan sumber daya dan memperluas jangkauan program, sehingga dapat memberikan dampak yang lebih signifikan dan berkelanjutan. PLN UIW NTB, melalui PLN UPK Tambora, menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan. Dengan terus mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam setiap operasinya, PLN berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait dengan lingkungan bersih, energi bersih, dan kemitraan untuk mencapai tujuan. Diharapkan, inisiatif seperti ini dapat terus berlanjut dan berkembang, menciptakan NTB yang lebih hijau, bersih, dan sejahtera. Post navigation Polda NTB Geledah Kantor Dinas Dikbudpora Bima, Sita Puluhan Dokumen Terkait Dugaan Pungli dan Pemerasan Guru PLN UIW NTB Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Lansia Dhuafa di Bima Sambut Ramadan