DOMPU – PT Sumbawa Timur Mining (STM) menegaskan kembali dedikasinya terhadap kelestarian lingkungan dengan menginisiasi kegiatan penanaman 250 bibit pohon alpukat. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia pada akhir November 2025 di Dusun Nangadoro, Desa Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Inisiatif ini merupakan bagian integral dari program penghijauan berkelanjutan yang diusung oleh perusahaan, meskipun saat ini STM masih berada dalam fase eksplorasi pertambangan di wilayah tersebut.

Kegiatan penanaman pohon ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah manifestasi konkret dari strategi pengelolaan lingkungan terpadu yang diterapkan STM. Berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan partisipasi aktif warga setempat, penanaman bibit alpukat ini dilaksanakan di area sekitar wilayah kerja STM, menandai komitmen perusahaan untuk menciptakan keseimbangan ekologi sejak dini. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk perwakilan dari kecamatan dan desa setempat, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, serta puluhan warga yang antusias turut serta dalam upaya penghijauan. Dari pihak STM, Manajer Community Relations, Ulya Defretes, Principal Government Relations, Zulaikha, beserta tim Sustainability perusahaan turut hadir untuk memimpin dan mendukung kegiatan tersebut.

Latar Belakang dan Urgensi Hari Menanam Pohon Indonesia

Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), yang secara nasional diperingati setiap tanggal 28 November, adalah momen penting untuk membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat akan vitalnya peran pohon bagi keberlangsungan hidup di bumi. Peringatan ini pertama kali dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2007, dengan tujuan utama untuk menggalakkan gerakan menanam dan memelihara pohon secara berkelanjutan di seluruh penjuru negeri. Latar belakang penetapan HMPI tak lepas dari kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, erosi, dan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Pohon memiliki fungsi krusial sebagai penahan air, pencegah erosi, penyerap karbon dioksida, serta penyuplai oksigen yang esensial. Dengan luas hutan yang signifikan, Indonesia memegang peran strategis dalam mitigasi perubahan iklim global, dan oleh karenanya, upaya reforestasi menjadi sangat mendesak.

Dalam konteks lokal di Dompu, NTB, wilayah yang dikenal dengan potensi sumber daya alamnya, kegiatan penanaman pohon memiliki signifikansi ganda. Selain mendukung agenda nasional, juga berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar area pertambangan yang sedang dalam tahap eksplorasi. Kondisi topografi Dompu, dengan perpaduan pegunungan dan pesisir, menjadikan wilayah ini rentan terhadap degradasi lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, inisiatif STM dalam penanaman pohon, terutama bibit alpukat yang memiliki nilai ekonomi, menjadi langkah progresif yang patut dicontoh.

Visi Keberlanjutan PT STM: Dari Eksplorasi Hingga Reklamasi Menyeluruh

Ulya Defretes, Manajer Community Relations STM, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan penanaman pohon ini melampaui makna seremoni belaka. "Kegiatan ini diharapkan memberi keseimbangan hidup, karena pohon menahan air, erosi, menjaga kelestarian lingkungan, dan berkontribusi baik bagi alam sekitar," ujarnya. Lebih jauh, ia menyoroti potensi ekonomi dari penanaman alpukat. "Khusus tanaman alpukat, dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga di masa mendatang," tambahnya. Pernyataan ini mencerminkan filosofi keberlanjutan STM yang mengintegrasikan aspek ekologi dan sosial-ekonomi dalam setiap programnya.

Komitmen STM terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab tidak berhenti pada penanaman pohon. Dalam Laporan Keberlanjutan perusahaan terkini, tercatat bahwa STM telah berhasil mereklamasi lahan seluas 11,51 hektare sepanjang tahun 2024. Angka ini menunjukkan pencapaian yang luar biasa, yakni 43,3 persen lebih tinggi dari target tahunan yang telah ditetapkan. Reklamasi lahan merupakan proses vital dalam industri pertambangan, bertujuan untuk mengembalikan fungsi ekologis area yang telah digunakan untuk kegiatan eksplorasi atau penambangan. Upaya reklamasi ini terus berlanjut ke area-area yang telah selesai dimanfaatkan untuk keperluan eksplorasi pertambangan tembaga Proyek Hu’u. Perencanaan dan seluruh proses reklamasi dilaporkan secara berkala dan transparan oleh STM kepada pemerintah, memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan standar lingkungan yang berlaku.

Untuk mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan, STM juga mengoperasikan nurseri atau fasilitas pembibitan seluas 0,44 hektare. Nurseri ini memiliki kapasitas produksi hingga 30.000 bibit tanaman, didominasi oleh jenis-jenis tanaman pionir. Tanaman pionir memiliki peran penting dalam mempercepat proses suksesi alami, yaitu proses pemulihan ekosistem secara bertahap, serta mendukung pertumbuhan komunitas tanaman lokal di area yang direhabilitasi. Lebih menarik lagi, fasilitas pembibitan ini didukung oleh energi terbarukan yang berasal dari panel surya. Pemanfaatan energi surya ini merupakan wujud nyata komitmen STM terhadap pengurangan emisi karbon dan kontribusi terhadap pencapaian alam lestari, selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan global.

Dampak Ganda: Manfaat Ekologi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Penanaman pohon, khususnya jenis alpukat, membawa manfaat ganda yang signifikan. Secara ekologis, pohon berfungsi sebagai benteng alami terhadap degradasi lingkungan. Akar pohon yang kuat mampu mengikat tanah, mencegah erosi, dan mengurangi risiko tanah longsor, terutama di daerah dengan curah hujan tinggi atau kemiringan lahan yang curam. Kemampuan pohon dalam menahan dan menyimpan air juga krusial untuk menjaga ketersediaan air tanah, yang penting bagi pertanian dan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Lebih dari itu, hutan yang sehat mendukung keanekaragaman hayati, menyediakan habitat bagi flora dan fauna lokal, serta berkontribusi pada penyerapan karbon dioksida dari atmosfer, berperan dalam mitigasi perubahan iklim.

Hari Menanam Pohon Indonesia, PT STM Bersama Warga Hu’u Tanam Ratusan Bibit Pohon

Secara ekonomi, pemilihan bibit alpukat menunjukkan visi jangka panjang STM dalam pemberdayaan masyarakat. Alpukat adalah komoditas pertanian yang memiliki nilai jual tinggi dan permintaan pasar yang stabil, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dengan penanaman alpukat, warga Desa Hu’u memiliki potensi untuk mengembangkan sumber pendapatan baru di masa mendatang. Pohon alpukat umumnya mulai berbuah dalam beberapa tahun dan dapat terus menghasilkan selama puluhan tahun, menawarkan mata pencarian berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Program ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk tidak hanya menanam tetapi juga merawat pohon-pohon tersebut hingga menghasilkan, menciptakan sinergi antara konservasi lingkungan dan peningkatan taraf hidup.

Dukungan Pemerintah dan Partisipasi Aktif Komunitas

Camat Hu’u, Muhammad Iswan, menyambut baik dan menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan penghijauan yang diinisiasi oleh STM. "Menanam pohon sama dengan menjaga bumi. Akar pohon akan mencegah terjadinya bencana alam. Mari kita tanam pohon ini untuk menjaga dan melestarikan alam kita," ujarnya, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan. Pernyataan Camat Iswan menegaskan bahwa kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan harus menjadi gerakan kolektif.

Selain aktivitas penanaman pohon yang rutin dilakukan, STM juga secara berkala mengadakan pembagian bibit kepada warga. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas tutupan hijau di area-area strategis, termasuk kebun-kebun pribadi dan permukiman warga. Dengan demikian, upaya penghijauan tidak hanya terpusat di sekitar area operasional perusahaan, tetapi juga merambah ke lingkungan sehari-hari masyarakat, menciptakan lansekap yang lebih hijau dan lestari secara keseluruhan.

Untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program manajemen lingkungan, STM secara berkala melakukan pemantauan terhadap kondisi hutan-hutan di sekitar area eksplorasinya. Pemantauan ini dilakukan bersama pihak independen dan terakreditasi, menjamin objektivitas dan akurasi data. Pendekatan ini adalah bagian dari komitmen STM untuk mendukung program manajemen lingkungan yang terstandardisasi secara global. Sebagai bukti keseriusan, STM telah berhasil memperoleh sertifikasi ISO 14001:2015, sebuah standar internasional untuk sistem manajemen lingkungan, meskipun perusahaan belum memasuki tahapan produksi. Pencapaian ini menunjukkan bahwa STM menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan sejak fase eksplorasi, menempatkannya sebagai pelopor dalam industri pertambangan yang bertanggung jawab.

Membangun Kesadaran Lingkungan di Era Digital: Inovasi dan Partisipasi

Dalam peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia kali ini, tim Sustainability STM juga mengadopsi pendekatan modern untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. Mereka mengajak karyawan dan mitra kerja untuk berpartisipasi dalam "Twibbon Challenge" di media sosial. Kampanye digital ini mengusung tagar #NationalTreePlantingDay2025 dan #MadaJagaPohonMadaJagaBumi. Penggunaan tagar lokal "Mada Jaga Pohon, Mada Jaga Bumi" yang berarti "Kita Jaga Pohon, Kita Jaga Bumi" dalam bahasa Dompu, menunjukkan upaya STM untuk mengakar pada kearifan lokal sekaligus memperluas jangkauan pesannya melalui ranah digital.

Inisiatif Twibbon Challenge ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik yang lebih luas mengenai pentingnya pelestarian lingkungan melalui platform digital yang mudah diakses dan partisipatif. Dengan melibatkan karyawan dan mitra kerja sebagai duta lingkungan digital, STM berharap pesan tentang pentingnya menanam dan merawat pohon dapat menyebar lebih cepat dan menjangkau audiens yang lebih beragam, terutama generasi muda yang akrab dengan media sosial. Ini adalah strategi cerdas untuk mengintegrasikan kegiatan fisik dengan kampanye digital, menciptakan gelombang kesadaran yang lebih besar.

Analisis dan Implikasi Lebih Luas: Menuju Pertambangan Berkelanjutan

Kegiatan penanaman pohon dan seluruh program lingkungan yang dijalankan oleh PT Sumbawa Timur Mining di Hu’u, Dompu, merupakan contoh nyata bagaimana sektor pertambangan dapat beroperasi dengan menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan. Dalam konteks global, industri pertambangan seringkali dihadapkan pada kritik terkait dampak lingkungannya. Namun, pendekatan proaktif STM, yang dimulai sejak fase eksplorasi, menunjukkan bahwa model pertambangan yang bertanggung jawab dan berwawasan lingkungan adalah mungkin.

Implikasi dari komitmen ini sangat luas. Pertama, secara ekologis, STM berkontribusi langsung pada peningkatan tutupan hijau, mitigasi perubahan iklim, dan pelestarian keanekaragaman hayati. Kedua, secara sosial, program ini memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat lokal, memberdayakan warga melalui potensi ekonomi alpukat, dan menumbuhkan rasa kepemilikan bersama terhadap lingkungan. Ketiga, secara ekonomi, investasi dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat ini dapat meningkatkan reputasi perusahaan, menarik investor yang berorientasi ESG (Environmental, Social, and Governance), serta menciptakan nilai jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan.

Dengan sertifikasi ISO 14001:2015 di tahap eksplorasi dan program reklamasi yang melampaui target, STM menetapkan standar tinggi bagi perusahaan pertambangan lainnya di Indonesia. Ini bukan hanya tentang memenuhi regulasi, tetapi tentang menginternalisasi nilai-nilai keberlanjutan sebagai inti dari operasional bisnis. Ke depan, dengan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat, serta berinovasi dalam praktik lingkungan, PT Sumbawa Timur Mining memiliki potensi untuk menjadi model pertambangan berkelanjutan yang sukses, tidak hanya di NTB tetapi juga di tingkat nasional dan internasional. Komitmen untuk "Mada Jaga Pohon, Mada Jaga Bumi" adalah investasi krusial untuk masa depan yang lebih hijau dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *